Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 73 ( Ikhlas tidak semudah yang di ucapkan )


__ADS_3

Arya berusaha untuk ikhlas melepas Suci dari kehidupannya, tapi Sekuat apa pun Arya berusaha melupakan bayang-bayang Suci, semakin hari rasa cinta Arya untuk Suci justru semakin bertambah, apalagi saat Arya menatap mata Rizky yang begitu mirip dengan mata Suci yang selalu memancarkan keteduhan serta menentramkan hatinya.


"Ternyata ikhlas tidak semudah yang di ucapkan, nyatanya usahaku untuk melupakan Suci selalu sia-sia," gumam Arya.


Arya menatap lekat wajah Rizky yang saat ini terlelap dalam pangkuannya, dan tanpa terasa airmata Arya menetes membasahi pipinya.


"Nak, meski pun Mama tidak menginginkan kehadiran Rizky di Dunia ini, tapi Rizky tidak perlu khawatir, karena Papa akan selalu ada untuk Rizky. Papa akan menyayangi Rizky dengan segenap jiwa dan raga Papa," ucap Arya dengan mencium pipi Rizky, kemudian membaringkan tubuh Rizky di sampingnya.


Oma Rahma merasa heran dengan perubahan sikap Arya semenjak pulang dari Kalimantan, karena Arya jarang sekali berbicara, bahkan Arya terlihat sering melamun.


"Arya, sebenarnya apa yang Arya pikirkan? Kenapa Arya terus saja melamun? Kalau Arya memiliki masalah, Arya katakan saja kepada Oma, siapa tau Oma bisa membantu Arya," ujar Oma Rahma dengan duduk di samping Arya, karena Oma Rahma selalu merasa khawatir dengan perubahan sikap Arya.


Arya terlihat berpikir, tapi Arya sudah bertekad untuk tidak mengatakan kepada siapa pun jika Suci masih hidup, bahkan Arya juga meminta Irwan untuk merahasiakan semuanya.


Aku tidak mungkin mengatakan kepada Oma jika Suci masih hidup. Oma pasti akan merasa kecewa apabila mengetahui jika Suci lebih memilih untuk hidup bersama Rian, sehingga Suci dengan teganya meninggalkan aku dan Rizky, bahkan dia sampai memalsukan kematiannya, batin Arya.


"Arya tidak apa-apa Oma, hanya saja Arya sedang memikirkan masa depan Rizky. Semoga saja Rizky selalu diberikan kesehatan, dan Rizky tidak merasa sedih ketika mengetahui jika Mamanya sudah berada di Surga," jawab Arya dengan mengelap airmata yang membasahi pipinya.


"Nak, apa Arya tidak berniat untuk mencari pengganti Suci? Kalau Arya mau, nanti Oma akan bantu cari perempuan yang menyayangi Rizky seperti Anak kandungnya sendiri."


"Ibu kandungnya sendiri tidak menyayangi Rizky, apalagi Ibu tiri. Lebih baik Arya yang menjadi Ibu sekaligus Ayah untuk Rizky, ujar Arya yang keceplosan.


"Apa maksud Arya? seandainya Suci kita masih hidup, Oma yakin kalau Suci pasti sangat menyayangi Rizky, tapi sayangnya Rizky harus kehilangan sosok Ibu kandungnya sebelum Rizky bisa merasakan lebih lama lagi kasih sayang dari Suci."

__ADS_1


"Arya hanya salah bicara Oma. Maksud Arya di luar sana banyak sekali orangtua yang tidak menyayangi Anaknya, bahkan dengan teganya membuang darah dagingnya sendiri. Akan tetapi, mendiang Suci tidak mungkin seperti itu, karena Suci pasti akan menyayangi Rizky, meski pun pada kenyataannya Suci sudah meninggalkan kita untuk selamanya, jadi sekarang Arya lebih memilih menjadi orangtua tunggal untuk Rizky, karena selamanya cinta Arya hanya untuk Suci."


"Iya Nak, Rizky beruntung karena memiliki orangtua seperti Arya dan Suci. Seandainya Suci masih hidup, Oma dan Orangtua kamu pasti akan merasa bahagia, karena kami memiliki Menantu yang sangat baik dan cantik seperti Suci. Meski pun dulu Arya sudah melakukan kesalahan yang besar kepada mendiang Suci, tapi Oma sangat yakin jika Suci pasti akan memaafkan Arya."


"Oma, bagaimana jika seandainya orang yang kita anggap baik, tidak seperti yang kita kira?"


"Nak, sedalam-dalamnya Lautan, masih bisa kita selami. Akan tetapi, sedangkal dangkalnya hati manusia, kita tidak akan pernah bisa mengetahui apa isinya. Alangkah baiknya kita bertanya secara baik-baik kepada orang tersebut tentang apa yang membuat dia menjadi berubah, karena biasanya orang hanya akan menilai sebuah buku dari sampulnya saja. Padahal bisa saja yang kita lihat tidak seperti yang kita pikirkan," ujar Oma Rahma.


Degg


Jantung Arya rasanya berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Oma Rahma, karena Arya sudah menyimpulkan sesuatu hanya dengan melihatnya saja, bahkan Arya hanya mendengar sebuah penjelasan secara sepihak tanpa mendengar secara langsung dari orang yang bersangkutan.


"Oma, apa mungkin kepribadian seseorang bisa berubah dengan cepat?"


Arya tiba-tiba memeluk tubuh Oma Rahma, kemudian Arya mengucapkan terimakasih dan bergegas pergi.


"Terimakasih atas jawabannya Oma. Kalau begitu Arya titip Rizky dulu, karena Arya ada urusan penting."


Kenapa aku bisa bersikap bodoh hanya dengan melihat dan mendengar perkataan Rian saja? Sekarang aku harus menanyakannya sendiri kepada Suci alasan dia meninggalkan aku dan Rizky. Jika memang dia tidak bisa memaafkan aku atas kesalahan besar yang aku buat di masalalu, aku akan kembali meminta maaf, tapi jika dia sudah tidak mau hidup denganku dan lebih memilih bersama Rian, aku akan rela melepaskannya, karena aku percaya jika Suci ku tidak mungkin bersikap keji apabila dia tidak memiliki sebuah alasan yang kuat, gumam Arya dengan bergegas menuju Bandara, karena saat ini juga Arya akan pergi ke Kalimantan untuk menemui Suci secara langsung.


......................


Hesti merasa kesal karena Irwan terus saja mendekatinya, bahkan Irwan seperti mata-mata yang terus menguntit Hesti.

__ADS_1


"Apa Anda tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi seorang penguntit?" sindir Hesti yang melihat Irwan bersembunyi di balik pintu.


Irwan terpaksa ke luar dari persembunyiannya setelah mendengar perkataan Hesti.


"Kamu Hesti kan? Apa aku boleh berkenalan dengan kamu?" tanya Irwan dengan mengulurkan tangannya.


"Bukannya kamu sudah tau namaku? kenapa kamu masih bertanya? maaf aku banyak kerjaan, jadi aku tidak ada waktu untuk meladeni orang sepertimu," ujar Hesti dengan ketus, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Irwan.


Irwan menghela nafas panjang, karena lagi-lagi Irwan harus menelan kekecewaan, sebab usahanya mendekati Hesti selalu mendapatkan hasil yang nihil, tapi Irwan tidak patah semangat, karena semakin Hesti menjauhinya, justru semakin membuat Irwan merasa penasaran.


"Sejauh apa pun kamu berlari, aku akan terus mengejar cintamu, karena baru kali ini aku bertemu dengan seorang perempuan yang dapat menggetarkan hatiku," gumam Irwan.


Semenjak Hesti mendengar jika Irwan yang telah menyebabkan Suci meninggal dunia, Hesti bertekad untuk membalas dendam terhadap irwan, tapi sampai saat ini Hesti belum mendapatkan cara yang tepat, sampai akhirnya Hesti terbesit sebuah ide untuk balas dendam terhadap Irwan.


"Bagaimana kalau aku membalas dendam kematian Suci dengan membuat Irwan patah hati? Dengan begitu dia akan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi," gumam Hesti dengan tersenyum licik.


Hesti yang sudah bisa menilai jika Irwan merasa penasaran kepadanya karena Hesti selalu tahan harga, mencoba memikirkan cara supaya Irwan semakin menyukainya.


Sepertinya aku harus menjadi Super hero supaya Irwan semakin menyukaiku, dengan begitu, dia akan semakin merasakan sakit hati apabila nanti aku mencampakkan nya, ucap Hesti dalam hati.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2