Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 197 ( Melamar Ratu )


__ADS_3

Ratu memutuskan untuk pulang ke rumahnya, karena Farel yang merasa khawatir terus menelpon Ratu.


Setelah Ratu sampai rumah, Farel memberondong Ratu dengan banyak pertanyaan, tapi Ratu terlihat acuh dan enggan menjawab pertanyaan Farel.


"Ratu, apa pantas Anak gadis keluyuran bahkan sampai tidak pulang semalaman. Kamu kemana saja? Kamu lihat penampilan kamu yang terlihat acak-acakan !!" teriak Farel yang selalu merasa emosi apabila berhadapan dengan Ratu.


"Bukannya yang Daddy pedulikan hanya Kak Putri? Daddy tidak perlu mengurusi kehidupan Ratu lagi. Selama ini kalian juga tidak pernah ada yang mengerti perasaan Ratu," ujar Ratu dengan berlalu begitu saja masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Ayu dan Farel yang masih murka.


"Ratu, keluar kamu. Daddy belum selesai bicara," teriak Farel dengan terus menggedor pintu kamar Ratu.


Ayu mencoba menenangkan Farel, apalagi Ayu selalu merasa takut kondisi Farel akan kembali memburuk.


"Sabar Yah, istighfar. Ayah baru saja sembuh, dan Ibu tidak mau kondisi kesehatan Ayah kembali terganggu," ujar Ayu dengan mengelus lembut punggung Farel.


"Kenapa sifat Ratu berbeda sekali dengan Putri? Bahkan Ratu sekali pun tidak pernah mendengarkan nasehat Ayah," ujar Farel dengan tertunduk sedih.


"Yah, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, begitu juga dengan pemikirannya, karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita harus tetap berdo'a supaya suatu saat nanti Ratu berubah menjadi lebih baik lagi," ujar Ayu yang di Amini oleh Farel.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan pintu serta ucapan salam dari beberapa orang dari luar pintu rumah Farel.


"Assalamu'alaikum," ucap Irwan dan keluarganya.


"Wa'alaikum salam," jawab Ayu dan Farel dengan membuka pintu.


Farel dan Ayu merasa heran, karena tidak biasanya Irwan datang dengan keluarganya, bahkan kedua orangtua Irwan sampai ikut juga.


"Irwan, tumben kamu ngajak semua keluarga main ke rumahku? Kalian seperti rombongan tamu yang mau melamar saja," canda Farel dengan terkekeh.


"Kami memang ingin datang melamar," ujar Irwan sehingga membuat Farel dan Ayu merasa terkejut.


"Irwan, Irwan, kamu masih saja suka bercanda. Kita ini sudah tua, sekarang sudah bukan waktunya bercanda seperti kita masih muda dulu," ujar Farel yang tidak percaya dengan perkataan Irwan.


"Aku tidak bercanda Farel, kami datang ke sini memang untuk melamar Ratu," ujar Irwan.

__ADS_1


Farel masih terlihat melamun mencerna perkataan Irwan, dan Ayu memutuskan untuk mengajak semuanya masuk ke dalam rumah, karena Farel sampai lupa mengajak Irwan dan keluarga masuk.


"Yah, sebaiknya kita mengobrol di dalam. Mari semuanya," ujar Ayu dengan mempersilahkan Irwan dan keluarga masuk ke dalam rumah.


Setelah semuanya duduk, Farel kembali angkat suara untuk menanyakan maksud dari perkataan Irwan, karena tidak mungkin jika Irwan berniat melamar Ratu untuk Nanda, apalagi semuanya tau betul kalau Ratu dan Nanda adalah musuh bebuyutan sejak keduanya masih kecil.


"Irwan, tidak mungkin kan kalau tujuan kamu datang ke sini berniat melamar Ratu untuk Nanda? Apalagi kita semua tau sendiri kalau kedua Anak kita tidak pernah akur sejak mereka masih kecil? Atau jangan-jangan kamu berniat untuk berpoligami dan melamar Ratu untuk kamu jadikan Istri kedua? Sadar Irwan, kita ini sudah tua, kamu tidak pantas untuk Anak ku yang usianya seumuran dengan Anak-anak kamu," cerocos Farel.


"Ma_mana mungkin seperti itu? Aku sama sekali tidak ada niat untuk berpoligami. Pa, sebaiknya Papa saja yang menceritakan semuanya kepada Farel," ujar Irwan yang terlihat gugup, apalagi Hesti terus menatap tajam Irwan.


Ternyata Irwan mengajak aku ke sini untuk dia jadikan tumbal. Semoga saja Farel tidak murka ketika mendengar semuanya, batin Papa Andi yang merasa gugup juga.


Mau tidak mau akhirnya Papa Andi angkat suara untuk mewakili Irwan.


"Nak Farel, sebelumnya kami meminta maaf jika kedatangan kami sudah mengganggu Nak Farel dan keluarga. Maksud kedatangan kami ke sini memang untuk melamar Ratu, dan kami berharap Nak Farel akan merestui Ratu dan Nanda untuk menikah."


Farel merasa heran dengan acara lamaran keluarga Irwan yang terkesan dadakan. Apalagi Farel tau betul jika selama ini yang Nanda cintai adalah Arsyi.


"Bukannya selama ini yang Nanda cintai adalah Arsyi? Kenapa tiba-tiba Nanda ingin menjadikan Ratu sebagai Istrinya?" tanya Farel.


"Nak, kenapa Nanda minta maaf? Memangnya kesalahan apa yang telah Nanda lakukan?" tanya Farel lagi.


Ketegangan terlihat jelas pada wajah Irwan dan keluarga, karena mereka takut jika Farel akan murka ketika mengetahui kejadian yang telah Nanda dan Ratu lakukan.


"Sebenarnya semalam Ratu dan Nanda telah melakukan kesalahan yang fatal, mereka melakukan hubungan terlarang di bawah pengaruh alkohol, makanya kami datang ke sini untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Nanda yang telah merenggut kesucian Ratu," ujar Papa Andi.


Deg deg deg


Jantung Farel dan Ayu berpacu cepat ketika mendengar penuturan Papa Andi, keduanya bagai tersambar petir di siang bolong karena lagi-lagi Ratu membuat mereka kecewa.


Irwan mengira jika Farel akan marah terhadap Irwan dan keluarga, tapi ternyata dugaan Irwan salah, karena Farel langsung menangis dan tertunduk malu di hadapan semuanya.


"Kenapa Ratu selalu saja membuat aku kecewa?" gumam Farel dengan airmata yang terus membasahi pipinya.

__ADS_1


"Farel, kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang telah dilakukan oleh Nanda. Aku telah gagal mendidik Anak. Kami juga tidak menyangka jika penolakan Arsyi akan membuat Nanda merasa putus asa, padahal sebelumnya Nanda tidak pernah masuk ke klub malam apalagi sampai mabuk mabukan," ujar Irwan.


"Sudahlah Irwan, kamu tidak perlu terus terusan menyalahkan diri sendiri, karena selama ini aku juga telah gagal mendidik Ratu. Sekarang semuanya telah terjadi, dan kami tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Nanda, karena semuanya juga sudah tau bagaimana sifat dan sikap Anak ku Ratu. Hanya saja, aku merasa kasihan apabila Nanda menikah dengan Ratu, karena aku takut apabila Ratu akan seperti Alina," ujar Farel yang tidak ingin jika Nanda mengalami nasib yang sama dengan dirinya dulu saat menikah dengan Alina.


"Sebenarnya tadi Nanda juga sudah mengatakan kepada Ratu kalau dia akan bertanggung jawab, tapi Ratu menolaknya dengan alasan karena mereka tidak saling mencintai. Akan tetapi, kami tidak akan lari dari tanggung jawab begitu saja, apa pun yang terjadi Nanda harus menikahi Ratu secepatnya, karena kami takut jika nanti Ratu sampai hamil," ujar Irwan.


Farel memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut sakit, karena Farel tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ratu.


"Aku minta maaf atas sikap Ratu. Sekarang aku akan memanggil Ratu untuk membicarakan semuanya," ujar Farel, kemudian melangkahkan kaki nya menuju kamar Ratu yang berada di lantai dua.


Pada awalnya Ratu menolak untuk ke luar dari dalam kamar, tapi ketika Farel mengatakan tentang kedatangan Nanda dan keluarga, mau tidak mau Ratu terpaksa ke luar untuk memberikan penjelasan kalau dia tidak akan pernah menikah dengan lelaki yang tidak dia cintai.


"Ratu, sekarang kamu salim dulu sama semuanya," tegas Farel.


"Sekarang bukan Hari Raya Idul Fitri kan? Sepertinya Ratu tidak perlu melakukan semua itu," celetuk Ratu, dan Farel rasanya ingin sekali menampar Ratu yang sudah bersikap kurang ajar di depan orang lain.


Dari awal Hesti sudah merasa kesal ketika pertama kali melihat wajah Ratu, apalagi ditambah dengan sikap Ratu yang arogan.


Rasanya aku ingin sekali memukul Anak kurang ajar seperti Ratu. Astagfirullah, sabar Hesti, aku harus tahan emosi, ucap Hesti dalam hati.


"Atas nama Ratu, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas sikap tidak sopan Ratu," ujar Farel dengan tertunduk malu.


"Dad, kenapa sih Daddy harus minta maaf segala? Lagian Ratu juga tidak melakukan kesalahan," celetuk Ratu dengan wajah tanpa dosa, sehingga membuat semua yang berada di sana merasa gemas.


"Ratu, kamu pasti sudah tau maksud kedatangan kami ke sini kan?" tanya Irwan.


"Mana saya tau, Om sendiri belum mengatakannya," jawab Ratu dengan sinis.


"Ratu, cukup, jangan membuat Daddy malu," bisik Farel dengan tatapan tajam.


"Ratu, Nanda sudah menceritakan semuanya kepada kami, dan kami meminta maaf yang sebesar-besarnya karena Nanda telah melakukan kesalahan yang fatal terhadap Ratu. Maksud kedatangan kami ke sini untuk melamar Ratu menjadi Istri Nanda, karena Nanda harus bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dia lakukan. Apa Ratu bersedia menikah dengan Nanda?" tanya Irwan.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2