
Saat ini Farel dan keluarga sudah berada di kediaman Irwan, karena hari ini adalah hari pernikahan Ratu dan Nanda.
Ratu terus saja mondar mandir di dalam kamar tamu yang berada di rumah Irwan, karena Ratu tidak ingin menikah dengan Nanda.
"Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan supaya pernikahan ku dengan Nanda batal? Aku tidak mau menikah dengan lelaki lain selain Kak Rizky," gumam Ratu.
Ratu terbesit ide untuk menyuruh Arsyi datang ke rumah Irwan, karena pasti tidak ada orang yang memberitahu Arsyi tentang pernikahan Ratu dengan Nanda.
"Saat ini Arsyi pasti belum tau tentang pernikahanku dengan Nanda. Aku harus segera menyuruh Arsyi datang ke sini supaya pernikahan ku dengan Nanda gagal," gumam Ratu kemudian memikirkan cara supaya Arsyi bersedia untuk datang ke rumah Irwan.
Ratu sengaja memakai nomor handphone lain dan mengaku sebagai Dinda, kemudian Ratu mengirimkan pesan supaya Arsyi segera datang ke rumah Irwan karena Dinda sakit, padahal kenyataannya Dinda tidak bisa pulang karena tidak menyetujui pernikahan Nanda dan Ratu.
"Aku jamin, sebentar lagi Arsyi akan datang ke sini, karena dia dan Dinda adalah sahabat karib, dan pastinya Nanda akan langsung membatalkan pernikahannya apabila melihat Arsyi," gumam Ratu dengan tersenyum licik.
......................
Arsyi terkejut ketika menerima pesan dari nomor yang tidak dia kenal.
"Jadi ini nomor baru Dinda? Aku harus segera pergi ke rumah Om Irwan untuk menjenguknya, pasti penyakit Dinda cukup parah, makanya dia sampai pulang dari luar negeri," gumam Arsyi kemudian bergegas mengganti pakaiannya.
Tadinya Arsyi ingin meminta ijin terlebih dahulu kepada Suci dan Arya sebelum berangkat ke rumah Irwan, tapi Arsyi baru ingat jika kedua orangtuanya tersebut tidak ada di rumah.
Sebelumnya Suci dan Arya mengatakan kepada Arsyi akan pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk Iqbal, padahal kenyataannya Suci dan Arya pergi untuk menghadiri acara pernikahan Nanda dan Ratu yang di adakan di kediaman Hesti dan Irwan.
"Sebaiknya aku meminta ijin sama Oma saja," gumam Arsyi, kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Mama Erina.
Setelah Arsyi berpamitan kepada Neneknya, Mama Erina menyuruh Supir keluarga Argadana untuk mengantar Arsyi.
Sepanjang perjalan menuju kediaman Irwan, Arsyi terus merasa gelisah.
"Kenapa perasaanku tidak enak seperti ini ya? Semoga saja Dinda tidak kenapa-napa," gumam Arsyi.
Ketika sampai di halaman rumah Irwan, Arsyi terkejut karena banyak mobil yang terparkir di sana termasuk mobil Arya dan Rizky.
"Kenapa mobil Papa sama Kak Rizky ada di sini? Apa mereka datang untuk menjenguk Dinda juga?" gumam Arsyi yang semakin takut jika Dinda sampai kenapa-napa.
__ADS_1
Arsyi mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah Hesti, dan Arsyi begitu terkejut ketika melihat Nanda yang tengah mengucap ijab kabul pernikahan, bahkan Arsyi lebih terkejut lagi karena perempuan yang duduk di samping Nanda adalah Ratu.
"Tidak, ini semua pasti hanya mimpi buruk?" gumam Arsyi dengan menangis ketika melihat dan mendengar lelaki yang dicintainya mengucap ijab kabul pernikahan dengan perempuan lain, bahkan kedua orangtua serta Kakaknya berada di sana juga.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ratu Anastasya Bin Farel Brawijaya dengan Mas kawin tersebut dibayar Tu_"
Perkataan Nanda terhenti ketika mendengar suara Arsyi.
"Nanda," ucap Arsyi.
Nanda langsung melepaskan pegangan tangannya dari Farel, kemudian Nanda berlari menghampiri Arsyi.
"Ini pasti hanya mimpi buruk," gumam Arsyi sebelum akhirnya pingsan dalam pelukan Nanda.
"Arsyi, Arsyi, bangun sayang. Maafin aku," gumam Nanda dengan menangis memeluk tubuh Arsyi.
Semua yang berada si sana begitu terkejut dengan kedatangan Arsyi, lain hal nya dengan Ratu yang tersenyum penuh kemenangan karena rencananya sesuai dengan harapan.
"Nanda, sebaiknya kamu bawa Arsyi ke kamar, biar Kakak periksa kondisi Arsyi," ujar Rizky.
Ketika Putri dan Rizky bergantian memeriksa Arsyi, Nanda sedetik pun tidak melepaskan pegangan tangannya terhadap Arsyi.
"Sayang, kamu harus bangun, aku janji akan membatalkan pernikahanku dengan Ratu, karena hanya kamu satu-satunya perempuan yang aku cintai," gumam Nanda dengan terus menitikkan air mata.
Setelah memeriksa kondisi Arsyi dengan seksama, Putri dan Rizky menghela nafas panjang, karena selain mengalami syok, ternyata saat ini Arsyi tengah hamil.
"Kak, bagaimana kondisi Arsyi?" tanya Nanda.
Rizky dan Putri masih belum sanggup mengatakan tentang kondisi Arsyi yang tengah hamil, karena semuanya pasti akan syok ketika mendengar kabar tersebut.
"Nak, kenapa dengan Arsyi? Arsyi hanya syok saja kan?" tanya Suci kepada Putri dan Rizky yang masih diam mematung.
Mau tidak mau akhirnya Rizky angkat suara, karena semua yang berada di sana terus mendesaknya.
"Ma, sebenarnya Arsyi hamil," ucap Rizky dengan lirih.
__ADS_1
Tubuh Suci terasa lemas ketika mendengar perkataan Rizky, bahkan Suci hampir saja terjatuh seandainya Arya tidak bergegas memeluknya.
"Pa, bagaimana ini? Arsyi pasti akan semakin sedih apabila mengetahui dirinya tengah hamil," ujar Suci dengan menangis dalam pelukan Arya.
"Mama jangan terlalu banyak pikiran. Semuanya pasti akan baik-baik saja, apalagi Iqbal sudah berniat untuk menikahi Arsyi," ujar Arya dengan mengelus lembut punggung Suci.
Semuanya tidak menyangka jika Nanda akan terus menggenggam erat tangan Arsyi, meski pun Nanda sudah mengetahui jika saat ini Arsyi tengah hamil Anak Iqbal.
"Pa, Ma, ijinkan Nanda menjadi Ayah untuk Anak Arsyi. Nanda janji akan menganggap Anak dalam kandungan Arsyi sebagai Anak kandung Nanda sendiri," ucap Nanda kepada Suci dan Arya dengan tatapan memohon.
Suci dan Arya begitu terharu karena Nanda masih bersedia menerima Arsyi, tapi mereka tidak mungkin mengijinkan Nanda menikahi Arsyi, karena hari ini adalah hari pernikahan Nanda dengan Ratu.
"Nak, kami sangat berterimakasih dengan niat baik Nanda, tapi kami tidak mungkin bisa menerima Nanda menikahi Arsyi, karena hari ini yang akan Nanda nikahi adalah Ratu," ujar Suci.
"Nanda dan Ratu tidak saling mencintai, dan Nanda akan membatalkan pernikahan Nanda dengan Ratu," ujar Nanda yang sudah bertekad untuk menikahi Arsyi.
Irwan merasa murka dengan perkataan Nanda, karena bagaimanapun juga Nanda harus bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dia lakukan kepada Ratu.
"Nanda, kamu tidak bisa membatalkan pernikahan kamu dengan Ratu begitu saja. Apa kamu ingin membuat malu keluarga? Apa nanti kata orang kalau kamu sampai gagal menikah sebanyak dua kali?" teriak Irwan.
"Yah, biarkan Nanda mengambil keputusan, apalagi kita semua juga tau, kalau Ratu terpaksa menikah dengan Nanda," ujar Hesti yang masih belum bisa menerima Ratu sebagai Menantunya.
"Tapi Bunda, bagaimana kalau Ratu sampai hamil Anak Nanda?" tanya Irwan.
"Nanda akan tetap bertanggung jawab terhadap Anak Ratu dengan mengakuinya sebagai Anak Nanda, tapi Nanda tidak bisa menikahi perempuan yang tidak Nanda cintai," tegas Nanda.
Farel sebenarnya merasa sedih, tapi Farel sadar betul jika Ratu memang tidak pantas bersanding dengan Nanda.
"Aku setuju dengan usul Nanda, lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini, karena aku dan Nanda tidak akan pernah bisa saling mencintai," ujar Ratu dengan tersenyum bahagia, karena Ratu berpikir jika dirinya masih memiliki kesempatan untuk merebut Rizky dari Putri seandainya Ratu tidak jadi menikah dengan Nanda.
"Tapi aku keberatan, karena aku tidak akan pernah membiarkan Nanda atau siapa pun menjadi Ayah untuk Anak kandungku," ujar Iqbal yang tiba-tiba datang ke rumah Irwan.
*
*
__ADS_1
Bersambung