Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 33 ( Rencana menculik Suci )


__ADS_3

Suci terlihat berpikir ketika mendengar pertanyaan Bu Rita, karena tidak dapat Suci pungkiri jika dalam hatinya sudah ada nama Arya, meski pun Suci sadar betul jika dirinya dan Arya tidak mungkin bisa hidup bersama.


"Bu, kita tidak tau takdir akan membawa kita ke mana, tapi Suci selalu berharap suatu saat nanti Suci dan Rizky bisa merasakan kebahagian juga."


"Amin, semoga saja kita semua bisa merasakan kebahagiaan. Oh iya, Ibu pulang ke sini untuk pamitan kepada Suci, karena mungkin Ibu akan lebih sering tinggal di kediaman Nak Rian untuk merawat Putri. Maaf ya jika Ibu gak bakalan bisa lagi membantu merawat Rizky."


"Tidak apa-apa Bu, Suci juga bisa memasak sebelum Subuh, dan nanti Suci bisa menitipkan pesanan makanannya kepada Hesti. Ibu jaga diri baik-baik ya, kalau ada waktu, Ibu ajak Putri untuk main ke sini," ujar Suci dengan memeluk tubuh Bu Rita.


"Iya Nak, Suci juga jaga diri baik-baik, Ibu pasti bakalan kangen sama kalian."


Setelah memasukan beberapa potong pakaian ke dalam tas, Bu Rita pamit kepada Suci untuk kembali ke Rumah Sakit menjaga Alina dan Putri.


......................


Setelah selesai meeting, Arya memutuskan untuk kembali ke rumah kontrakan Suci.


"Semuanya, aku duluan ya," ujar Arya dengan bangun dari kursi kebesarannya, dan Arya terlihat begitu bersemangat karena akan bertemu dengan Suci dan Rizky.


"Bos, kenapa sih sepertinya gak betah tinggal di kantor?" tanya Erwin.


"Iya, sepertinya Bos kita sekarang sudah punya orang spesial," sindir Irwan.


"Sepertinya kalian ketinggalan berita. Oh iya, aku baru ingat, kalian kan baru pulang dari luar kota," ujar Farel.


Sebelumnya Arya menugaskan Irwan dan Erwin untuk mengecek proyek yang berada di Surabaya, sehingga Irwan dan Erwin belum mengetahui jika Arya sudah berhasil menemukan Suci.


"Emangnya ada berita apaan sih?" tanya Irwan dan Erwin yang merasa penasaran.


"Bos Arya sudah bertemu dengan pujaan hatinya, bahkan Bos kita sudah memiliki bayi," jawab Farel, sontak saja perkataan Farel membuat Irwan dan Erwin begitu terkejut.


"Jadi Bos Arya sudah menemukan perempuan bernama Suci?" tanya Irwan.

__ADS_1


"Kalian benar, dan ternyata kejadian malam itu sudah membuat Suci hamil dan memiliki bayi, makanya Bos Arya gencar untuk mendapatkan cinta Suci."


Irwan dan Erwin sebenarnya merasa ketakutan jika nanti Suci akan mengenali mereka dan melaporkan perbuatan mereka kepada pihak berwajib, sampai akhirnya, Irwan dan Erwin menyampaikan kekhawatirannya tersebut kepada Farel setelah kepergian Arya.


"Rel, apa kamu tidak takut jika sampai perempuan bernama Suci mengenali kita dan melaporkan perbuatan kita kepada Polisi?" tanya Irwan.


"Iya Rel, aku takut jika kita sampai masuk ke dalam penjara," tambah Erwin.


Farel menghela napas panjang, karena Farel juga memiliki perasaan takut seperti kedua sahabatnya.


"Sebenarnya aku juga merasa takut, tapi aku tidak mungkin mengatakan tentang ketakutanku kepada Arya. Bisa-bisa Arya langsung memecat kita," ujar Farel.


"Bagaimana kalau kita culik saja si Suci? kita jauhkan Suci dan bayinya dari kehidupan Arya, dengan begitu kita bertiga pasti aman," ujar Erwin.


"Kamu jangan gila Win, bisa-bisa Arya membunuh kita kalau sampai kita berani mengusik perempuan yang dia cintai dan juga Putra kesayangannya. Kalian tidak tau saja jika Arya selalu berada di samping Suci," ujar Farel.


"Kamu setuju atau tidak, kita akan tetap melakukannya, karena aku tidak mau jika Suci terus membayang-bayangi kehidupan kita," ujar Erwin, begitu juga dengan Irwan yang mendukung ide Erwin untuk menjauhkan Suci dan bayinya dari Arya.


"Sebaiknya kita cukup jauhi Suci saja, kita hindari Suci kalau kita bertemu dengannya, karena jika Arya berhasil mendapatkan cinta Suci, Arya pasti akan berkata jujur dan mengakui kesalahannya," ujar Farel.


"Tekad kami sudah bulat Rel, kami akan tetap menculik Suci dan bayinya, meski pun tanpa bantuan kamu," ujar Erwin.


"Terserah kalian, karena sekarang aku memiliki urusan penting," ujar Farel dengan melangkahkan kaki ke luar dari kantor untuk melihat Alina dan bayinya menuju Rumah Sakit, karena tadi pagi Arya mengatakan jika kemarin Rian mendapatkan telpon tentang Alina yang akan melahirkan.


......................


Arya saat ini telah tiba di depan rumah kontrakan Suci, tapi Suci yang melihat mobil Arya memasuki halaman rumah, bergegas membawa Rizky untuk masuk ke dalam, sehingga membuat Arya merasa bingung.


"Kenapa dengan Suci? sepertinya Suci menghindar dariku, bahkan Suci langsung membawa Rizky masuk ke dalam rumah. Sepertinya ada yang tidak beres," gumam Arya kemudian melangkahkan kaki menuju ke depan pintu.


Setelah sampai di depan pintu, Arya mengucap Salam dan terus mengetuk pintu, tapi Suci hanya diam di belakang pintu sampai akhirnya Rizky menangis ketika mendengar suara Arya.

__ADS_1


"Suci, aku tau kalau kamu ada di balik pintu. Suci, katakan apa yang sebenarnya telah terjadi? kenapa kamu menghindari ku?"


"Sebaiknya Tuan pergi dari sini, Tuan jangan pernah datang ke sini lagi," teriak Suci dengan menitikkan air mata.


"Suci, Kenapa kamu berkata seperti itu? aku tau kalau aku sudah banyak melakukan kesalahan, tapi aku mohon jangan hukum aku seperti ini, aku tidak bisa hidup tanpa kamu dan Rizky," teriak Arya dengan terus menggedor pintu.


"Tolong jangan ganggu hidup saya lagi, saya tidak pantas dekat dengan Tuan, meski pun hanya sebagai seorang Teman."


"Aku tidak akan pernah bisa melakukan semua itu, kalau kamu tidak mau bertemu denganku lagi, aku akan terus berdiri di sini sampai kamu mau menemui ku dan menjelaskan semuanya," ujar Arya, dan benar saja, Arya terus berdiri di depan rumah kontrakan Suci, padahal saat ini cuaca tengah hujan deras.


Suci terlihat khawatir melihat Arya yang sudah basah kuyup, apalagi Rizky juga terus saja menangis.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?" gumam Suci.


Arya sudah terlihat menggigil kedinginan, karena sudah dua jam lebih Arya berdiri di bawah guyuran air hujan.


"Kenapa sih Tuan Arya keras kepala sekali?" gumam Suci, kemudian membaringkan Rizky yang baru saja tertidur setelah menangis cukup lama.


Suci yang merasa tidak tega terhadap Arya, akhirnya ke luar untuk menghampiri Arya yang saat ini terlihat berjongkok karena merasa pusing.


"Kenapa sih Tuan keras kepala sekali?" ujar Suci dengan memayungi tubuh Arya.


Arya mendongakkan kepalanya, dan Arya langsung tersenyum ketika melihat Suci yang saat ini berada di hadapannya.


"Suci, kamu yang sudah membuat aku menjadi seperti ini, jadi kamu harus bertanggung jawab, karena sekarang kepalaku sangat sakit," ujar Arya dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Lagian salah sendiri, kenapa jadi orang keras kepala sekali, sekarang jadi sakit kan," ujar Suci dengan membantu Arya untuk berdiri, tapi Suci tidak kuat menopang bobot tubuh Arya, sampai akhirnya keduanya terjatuh dengan posisi Suci berada di atas tubuh Arya.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2