
Arya beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum menjawab pertanyaan Suci.
"Mamanya Rizky sudah berada di Surga, bahkan sejak Rizky baru berusia dua minggu," jawab Arya dengan mengusap airmata yang masih berjatuhan membasahi pipinya.
"Innalillahi.. maaf Mas, saya tidak tau," ucap Suci yang merasa tidak enak terhadap Arya, apalagi Suci mengira jika Arya menangis karena mengingat mendiang Istrinya.
"Tidak apa-apa Suci, sekarang Mamanya Rizky sudah bahagia. Meski pun Mamanya Rizky sudah tidak bersama kami lagi, tapi Mamanya Rizky akan selalu ada di hati kami," ujar Arya dengan tersenyum.
Kasihan Rizky karena semenjak bayi tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya. Rizky pasti sangat merindukan Mamanya, makanya saat pertama kali bertemu denganku, Rizky mengira jika aku adalah Mamanya. Mendiang Istri Mas Arya juga sangat beruntung karena memiliki Suami yang terlihat sangat mencintainya, ucap Suci dalam hati, tapi Suci merasa heran karena tiba-tiba saja Suci menangis.
"Suci, kamu baik-baik saja kan? Kenapa kamu menangis?" tanya Arya.
"Aku juga tidak tau kenapa aku tiba-tiba menangis, mungkin karena aku merasa kasihan kepada Rizky yang dari bayi tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya."
"Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah takdir, dan kita tidak dapat merubahnya," ujar Arya yang berusaha untuk lebih tegar.
"Apa Mas Arya memakai jasa Baby Suster untuk membantu merawat Rizky?" tanya Suci.
"Aku tidak mau memakai jasa Baby Suster, jadi semenjak Suciku meninggal dunia, aku membesarkan Rizky dengan tanganku sendiri," jawab Arya.
Suci merasa terkejut ketika mengetahui jika istri Arya bernama Suci.
"Jadi mendiang Istri Mas Arya bernama Suci juga?"
......................
Mama Linda yang melihat Suci dari jendela kamarnya, memanggil Bi Sari untuk bertanya.
"Maaf Nyonya, apa Anda membutuhkan sesuatu?" tanya Bi Sari saat tiba di kamar Mama Linda.
"Bi, siapa lelaki yang sedang mengobrol dengan Suci? Apa Bibi mengenalnya?" tanya Mama Linda yang merasa penasaran, karena saat ini Mama Linda melihat raut bahagia pada wajah Suci.
Bi Sari melihat ke arah luar jendela untuk melihat lelaki yang dimaksud oleh Mama Linda.
"Itu Nak Arya, Nyonya. Orang yang membantu membawa Nyonya Suci ke Rumah Sakit saat akan melahirkan," ujar Bi Sari.
__ADS_1
Mama Linda terlihat memikirkan sesuatu, karena Mama Linda merasa familiar dengan nama serta wajah Arya.
Apa mungkin lelaki itu adalah Arya Suaminya Suci? Anak yang dibawanya juga seumuran dengan Rizky? Batin Mama Linda kini bertanya-tanya.
"Nyonya baik-baik saja kan?" tanya Bi Sari yang melihat Mama Linda hanya diam saja.
"Apa Bibi bisa bantu saya?" tanya Mama Linda.
"Memangnya apa yang bisa saya bantu?"
"Sekarang Bibi antar saya ke depan, karena saya ingin berjemur juga dengan Cucu cucu saya," ujar Mama Linda yang sebenarnya ingin menyelidiki tentang siapa Arya sebenarnya.
......................
Saat Arya hendak menjawab pertanyaan Suci tentang nama Istrinya, Mama Linda keburu datang menghampiri Arya dan Suci.
"Suci sayang, apa Cucu cucu Mama tidak rewel?" tanya Mama Linda.
Arya merasa heran karena sekarang Mama Linda bersikap baik terhadap Suci, padahal sebelumnya Arya tau betul jika Mama Linda tidak suka terhadap Suci, bahkan Mama Linda sampai menghalalkan segala cara untuk memisahkan Suci dari Rian.
Mama Linda yang melihat wajah Arya begitu terkejut, karena sebelumnya Mama Linda pernah bertemu dengan Arya saat di pernikahan Rian dan Alina.
Jadi benar dugaanku, kalau Arya yang saat ini berada di hadapanku adalah Arya Suaminya Suci. Takdir rupanya sudah kembali mempertemukan Suci dengan Anak dan Suaminya, bahkan Arya yang sudah mendampingi Suci saat melahirkan Anak kedua mereka, dan sepertinya Arya berpura-pura tidak mengenal Suci karena mengetahui jika saat ini Suci mengalami amnesia. Maaf Suci, Mama tidak bisa mengatakan yang sebenarnya jika Arsyi merasa nyaman karena sedang digendong oleh Ayah kandungnya sendiri, ucap Mama Linda dalam hati.
"Oh iya Ma, Mas Arya sekarang menjadi tetangga baru kita. Mama lihat, Anak Mas Arya sangat tampan kan? namanya Rizky juga seperti Anak Suci dan Mas Rian," ujar Suci dengan antusias.
Rizky adalah Anak kandung kamu dan Arya, Sedangkan Rizky yang saat ini menjadi Anak kamu dan Rian hanyalah Anak adopsi, batin Mama Linda.
Mama Linda melihat wajah Arya yang terlihat sedih, dan Mama Linda merasa bersalah terhadap Arya.
"Nak, apa bisa Suci membantu Bi Sari membuat jus mangga, masa ada tamu kita tidak menjamunya," ujar Mama Linda yang sebenarnya ingin berbicara berdua dengan Arya.
"Mas, tidak apa-apa kan kalau Suci membawa Rizky ke dapur? Soalnya Bi Sari selalu lupa takaran membuat jus."
"Iya tidak apa-apa, Mas juga akan menjaga Arsy dan Rizky di sini," ujar Arya.
__ADS_1
Setelah Suci dan Bi Sari pergi ke dapur, Mama Linda kembali angkat suara.
"Arya, saya mau minta maaf atas kesalahan yang telah Rian lakukan. Saya tau kalau Rian sudah bersalah karena telah memisahkan Suci dari Anak dan Suaminya," ucap Mama Linda dengan menangis.
"Semuanya adalah takdir, karena sebelumnya saya juga pernah melakukan kesalahan terhadap Suci, bahkan saya adalah lelaki bejat yang telah menghancurkan hidup Suci, dan mungkin Suci akan membenci saya apabila ingatannya kembali."
"Belum tentu Nak, Suci adalah perempuan baik, saya sangat menyesal karena dulu telah menentang hubungan Rian dan Suci, bahkan saya sampai menghalalkan segala cara untuk memisahkan mereka. Arya, sebaiknya sekarang kamu bawa Suci pergi dari sini sebelum Rian pulang, dia masih Istri kamu, bahkan Arsyila adalah Anak kandung ka_"
Ucapan Mama Linda terhenti karena Suci keburu datang menghampiri mereka.
"Apa yang ingin Mama katakan tentang Arsyi kepada Mas Arya?" tanya Suci yang tidak sengaja mendengar sekilas percakapan Mama Linda dan Arya.
Mama Linda bingung hendak menjawab pertanyaan Suci seperti apa, sampai akhirnya Arya angkat suara.
"Nyonya Linda mungkin ingin mengatakan jika Arsyi sangat mirip denganku," ujar Arya dengan tersenyum.
"Suci juga heran kenapa wajah Arsyi mirip sekali dengan Mas Arya, apa mungkin karena Mas Arya yang sudah mendampingi persalinan Suci saat melahirkan Arsy?"
Tentu saja Arsyi mirip dengan Arya, karena Arya adalah Ayah kandungnya, batin Mama Linda.
"Oh iya Ma, jus mangganya udah jadi. Suci bawa ke sini atau kita masuk ke dalam saja? Sekarang matahari juga sudah semakin terik."
"Nak Arya, sebaiknya kita melanjutkan mengobrol di dalam. Suci tolong panggil Bi Sari untuk membantu mendorong kursi roda Mama," ujar Mama Linda.
Setelah Suci kembali masuk ke dalam rumah, Arya dan Mama Linda kembali berbicara.
"Nyonya, saat ini saya tidak mungkin membawa Suci pergi, karena Suci pasti tidak akan mau meninggalkan Rian yang dia anggap sebagai Suaminya. Akan tetapi, jika memang saya dan Suci ditakdirkan untuk hidup bersama, takdir pasti akan menemukan jalannya untuk kami bersatu kembali," ujar Arya yang mencoba ikhlas menghadapi takdir hidupnya.
"Tapi itu semua tidak adil untuk kamu dan Rizky, kalian juga pasti membutuhkan kehadiran Suci," ujar Mama Linda yang merasa kasihan terhadap Arya.
"Mungkin ini semua adalah hukuman atas kesalahan yang telah saya perbuat terhadap Suci. Yang penting sekarang saya dan Rizky bisa dekat dengan Suci supaya kami bisa membuat kenangan baru apabila memang selamanya Suci tidak dapat mengingat kembali Anak dan Suaminya," ujar Arya yang sudah memutuskan untuk membuat kenangan baru bersama Suci, meski pun mereka tidak dapat kembali hidup bersama sebagai pasangan Suami Istri, tapi setidaknya mereka bisa menjadi sahabat.
*
*
__ADS_1
Bersambung