Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 149 ( Lebih memilih pekerjaan )


__ADS_3

Di kediaman Farel dan Alina..


Saat ini Farel dan Alina terus saja berdebat karena Alina lebih memilih untuk pergi bekerja dibandingkan menghadiri acara kenaikan kelas di Sekolah Putri dan Ratu.


Putri yang berusia tujuh tahun satu kelas dengan Rizky dan Iqbal, sedangkan Ratu satu kelas dengan Arsyila dan kedua Anak Hesti.


"Alina, bisa-bisanya kamu lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan menghadiri acara di Sekolah Putri dan Ratu !" teriak Farel yang selalu merasa geram melihat tingkah Alina yang semakin hari semakin menjadi-jadi.


"Farel, aku sibuk mencari uang juga demi masa depan Anak-anak kita, apalagi hari ini aku ada jadwal meeting penting, dan sebagai pemilik perusahaan, aku tidak mungkin mewakilkannya."


"Apa yakin hanya meeting? Apa kamu pikir selama ini aku tidak tau kalau kamu sudah selingkuh di belakangku?" tanya Farel dengan tatapan tajam.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku sama sekali tidak peduli," ujar Alina yang masih sibuk berdandan.


Selama ini Farel mengetahui tentang kelakuan Alina yang sudah bermain api di belakangnya, tapi Farel mencoba bertahan demi kedua Anaknya.


"Alina, untuk hari ini saja, apa kamu tidak bisa mewakilkan meeting kepada Asisten kamu?" tanya Farel yang merasa kasihan kepada Putri dan Ratu.


"Tidak bisa, karena pekerjaanku lebih penting dibandingkan dengan apa pun juga."


"Alina, bukan hanya uang yang dibutukan oleh Anak-anak, tapi mereka juga butuh cinta dan kasih sayang dari kita sebagai orangtuanya. Apa pekerjaan lebih penting dibandingkan dengan aku dan Anak-anak?"


Alina hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Farel.


"Alina, jawab pertanyaanku? Apa pekerjaan lebih penting dibandingkan dengan keluarga?" teriak Farel.


"Sudahlah Farel, aku malas berdebat dengan kamu," ujar Alina, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Farel yang masih berada di dalam kamar.


"Kenapa, kenapa kamu selalu mengecewakan aku Alina?" gumam Farel.


Ketika Putri melihat Alina ke luar dari dalam kamar, Putri menghampiri Farel yang saat ini terlihat menangis.


"Daddy baik-baik saja kan?" tanya Putri dengan memeluk tubuh Farel.


"Daddy baik-baik saja sayang. Maaf ya kalau Mommy tidak bisa menghadiri acara wisuda Putri," ucap Farel.


"Tidak apa-apa Dad, Mommy sibuk bekerja untuk Putri dan Ratu juga kan?" ujar Putri dengan tersenyum, padahal sebenarnya hati Putri terasa sakit karena setiap hari harus mendengar kedua orangtunya bertengkar.


"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita berangkat," ujar Farel dengan menggandeng Putri ke luar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Ratu yang ingin Alina menghadiri acara kenaikan kelasnya, terlihat merengek kepada Alina.


"Mommy pokoknya harus datang."


"Mommy gak bisa datang sayang. Mommy banyak sekali pekerjaan," ujar Alina yang mencoba memberikan pengertian kepada Ratu.


"Mommy sudah tidak sayang lagi sama Ratu."


"Ratu sayang, nanti Mommy bakalan kasih semua yang Ratu mau, tapi sekarang Mommy harus pergi dulu. Ratu sama Daddy dan Putri dulu ya."


"Mommy janji ya mau membelikan apa saja yang Ratu mau?"


"Iya sayang, Mommy janji. Oh iya, ini uang untuk Ratu jajan," ujar Alina dengan memberikan uang sebesar satu juta rupiah kepada Ratu, kemudian Alina pergi setelah mencium Ratu yang selalu ia manjakan.


Farel sebenarnya tidak suka dengan sikap Alina yang selalu memanjakan Ratu, apalagi selama ini Alina sudah pilih kasih terhadap kedua Anaknya.


Putri terlihat sedih ketika melihat Alina menghujani Ratu dengan ciuman, karena satu kali pun Putri tidak pernah merasakan pelukan serta ciuman dari Alina.


Kapan Mommy mau meluk sama mencium Putri seperti yang Mommy lakukan kepada Ratu? batin Putri.


"Sayang, Putri baik-baik saja kan?" tanya Farel ketika melihat Putri menitikkan airmata.


"Maafin Mommy ya Nak. Semoga suatu saat nanti Mommy menyadari kesalahannya kepada Putri. Putri jangan sedih ya, Putri masih memiliki Daddy yang akan selalu menyayangi Putri," ujar Farel dengan menghapus airmata yang terus menetes pada pipi Putri.


"Makasih Dad," ucap Putri dengan memeluk tubuh Farel.


"Dad, Putri, kenapa sih kalian lama sekali? Ratu tidak mau kalau sampai datang terlambat," teriak Ratu.


"Ratu, harus berapa kali Daddy bilang, Ratu seharusnya memanggil Kak Putri dengan sebutan Kakak."


"Putri sama Ratu cuma beda satu tahun saja Dad, Mommy juga tidak pernah menyuruh Ratu menyebut Putri dengan panggilan Kakak. Jangan-jangan Putri bukan Kakak kandung Ratu, dan Putri hanya Anak angkat Mommy dan Daddy saja," ujar Ratu yang selalu bersikap sombong seperti Alina.


"Cukup Ratu, tidak seharusnya kamu berkata seperti itu," teriak Farel.


"Sudah Dad, Putri tidak apa-apa," ujar Putri mencoba menenangkan Farel yang selalu darah tinggi ketika menghadapi Alina dan Ratu.


......................


Acara wisuda TK kelompok B, akan segera dimulai, tapi Putri masih belum datang juga.

__ADS_1


"Miss, tunggu sebentar ya, kasihan Putri kalau sampai ketinggalan acara wisuda," ujar Suci kepada guru Anak-anaknya.


"Baik Nyonya, kami tunggu sepuluh menit lagi, kalau Putri belum datang, kami terpaksa memulainya tanpa Putri," ujar Miss Novi.


Hesti dan Irwan yang juga hadir karena Nanda dan Dinda satu kelas dengan Arsyila, merasa prihatin melihat Anak-anak Farel yang kurang kasih sayang dari Alina.


"Si Alina memang bener-bener keterlaluan ya, setiap Anak-anak ada acara, bahkan dia tidak pernah datang," gerutu Hesti.


"Aku juga kasihan sama Putri, selama ini Alina sudah bersikap pilih kasih sama kedua Anaknya," ujar Suci.


Beberapa saat kemudian, Farel datang dengan menggandeng Ratu dan Putri.


"Putri sayang, kenapa Putri belum bersiap?" tanya Suci ketika melihat Putri belum menggunakan pakaian untuk wisuda, sedangkan Ratu sudah terlihat didandani karena akan menari bersama Arsyi dan Dinda.


"Putri tidak bisa memakainya Tante," jawab Putri dengan tertunduk sedih.


"Kalau begitu sekarang Tante bantu Putri ganti pakaian ya," ujar Suci kemudian meminta ijin kepada Farel.


Farel sebenarnya merasa malu, karena setiap ada acara di Sekolah, Farel selalu meminta tolong kepada Suci dan Arya untuk mewakilinya.


"Rel, Are you oke?" tanya Arya ketika melihat wajah Farel tertunduk sedih.


"Ya, aku malu sama kalian, selama ini aku selalu merepotkan kalian untuk mewakili Alina dan aku kalau ada acara di Sekolah," jawab Farel.


"Rel, kita ini saudara, sudah seharusnya saling membantu," ujar Arya.


"Sampai kapan kamu akan tetap bertahan?" tanya Irwan yang merasa prihatin melihat penampilan Farel yang terlihat acak-acakan.


"Aku tidak tega kepada Anak-anak kalau aku dan Alina sampai bercerai," jawab Farel dengan tertunduk sedih.


"Rel, kamu juga berhak bahagia. Kamu tau sendiri bagaimana kelakuan Alina di luar sana yang selalu bergonta ganti pasangan. Sebaiknya kamu juga melakukan hal yang sama untuk membalas perbuatan Alina," ujar Irwan.


"Wan, kamu jangan mengajarkan Farel yang aneh-aneh. Kalau Farel mau, dia bisa bercerai dengan Alina kemudian menikah lagi dengan perempuan yang tulus mencintai serta menyayangi Anak-anaknya, kalau untuk selingkuh, aku tidak akan mendukung," ujar Arya.


"Sudahlah, kalian tidak usah berdebat, yang penting aku bahagia melihat keluarga kalian yang selalu kompak dan harmonis. Nanti aku akan memikirkan saran dari kalian berdua," ujar Farel kepada Arya dan Irwan.


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2