Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci
Bab 14 ( Rizky Nugraha )


__ADS_3

Arya begitu terkejut mendengar perkataan Farel, karena Arya tidak pernah menyangka jika bayi yang saat ini tengah dikandung oleh Alina adalah Anak Farel.


"Rel, kamu jangan bercanda, tidak mungkin Alina hamil Anak kamu, karena Alina memiliki Suami," ujar Arya.


"Ya, tapi Rian hanya satu kali memberikan nafkah batin kepada Alina, itu juga karena Rian sudah diberi obat perangsang oleh Alina saat malam pertama mereka. Apa kamu tau kalau selama mereka bercumbu, Rian terus menyebut nama Suci, makanya sampai sekarang Rian masih belum mencintai Alina, karena mungkin hati Rian masih milik Suci, meski pun Alina bilang Rian masih hilang ingatan," ujar Farel, sehingga membuat Arya terbakar api cemburu.


Farel yang melihat wajah Arya memerah mencoba menghibur Arya.


"Ya, kamu tidak perlu cemburu seperti itu terhadap Rian, karena Rian sudah menikah. Lagian kamu kan yang sudah merenggut kehormatan Suci, dan mungkin saja dugaan kamu benar bahwa saat ini Suci akan melahirkan bayi kalian. Nanti kalau sakit perut kamu berhenti, berarti artinya Suci sudah berhasil melahirkan," ujar Farel.


Semoga saja si Arya gak ngamuk, kalau dia ngamuk kan bisa berabe, batin Farel.


"Benarkah begitu?" tanya Arya dengan mata yang berbinar.


"Iya benar, Om ku juga dulu begitu," ujar Farel dengan mengelus dada nya, karena Arya terlihat senang.


"Kalau begitu sekarang aku mau berdo'a untuk Suci dan bayi kami," ujar Arya dengan melangkahkan kaki ke dalam kamar mandi.


"Ya, katanya kamu mau berdo'a, kenapa malah masuk ke dalam kamar mandi?" tanya Farel yang merasa heran.


"Aku mau ambil air wudhu dulu."


"Cinta Arya terhadap Suci ternyata benar-benar merubah seorang Arya. Sekarang aku juga akan berubah demi Alina dan bayi kami. Apa aku rebut saja Alina dari Rian supaya aku bisa membahagiakan Alina dan bayi kami juga? tapi bagaimana kalau si Arya ngamuk karena takut Suci di ambil kembali oleh Rian? sepertinya aku harus bersabar dulu sampai Arya berhasil menemukan Suci dan menikahinya," gumam Farel.


......................


Saat ini Suci masih berjuang untuk melahirkan bayinya, dan Suci merasa bersyukur karena penjaga Tahanan mengijinkan Bu Rita menemani Suci di klinik yang berada di dalam penjara.


"Suci, kamu pasti bisa, kamu pasti kuat Nak," ujar Bu Rita dengan memegangi tangan Suci, dan sesekali mengelap keringat yang terus membanjiri dahi Suci.


"Bu, sakit Bu," ucap Suci dengan lirih.


"Kamu harus kuat demi bayi kamu, nanti rasa sakit itu akan hilang kalau kamu sudah melihat Malaikat kecil yang kamu lahirkan," ujar Bu Rita.

__ADS_1


Dokter terus memberikan arahan kepada Suci, dan setelah beberapa kali mengejan, akhirnya Suci berhasil melahirkan bayi laki-laki yang tampan.


"Alhamdulillah, selamat ya Suci sekarang kamu sudah menjadi Ibu," ucap Dokter dengan menempelkan bayi Suci di atas dadanya supaya Suci bisa memberikan Asi pertama untuk bayinya.


Suci menangis bahagia ketika melihat Malaikat kecil yang begitu tampan berada dalam dekapannya.


"Alhamdulillah Ya Allah, terimakasih atas anugerah yang telah Engkau berikan kepada hamba," ucap Suci.


Bu Rita ikut menangis melihat perjuangan Suci yang akhirnya berhasil melahirkan bayinya.


"Selamat ya Nak, sekarang Suci sudah menjadi Ibu. dan sekarang, Ibu sudah menjadi Nenek," ucap Bu Rita.


"Makasih banyak ya Bu, selama ini Ibu sudah mendukung Suci. Ternyata benar kata Ibu, kalau rasa sakit nya hilang begitu saja ketika Suci melihat Malaikat kecil yang Suci lahirkan."


"Seharusnya Ibu yang berterimakasih kepada Suci, karena kehadiran Suci sudah memberikan Ibu kebahagiaan, Ibu akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu, karena Anak kandung Ibu tidak pernah mau mengakui Ibu sebagai Ibu kandungnya. Alina pasti malu memiliki Ibu seorang pembunuh," ujar Bu Rita dengan menangis.


Kenapa nama Anak Bu Rita sama dengan nama Istri nya Rian. Mungkin itu hanya kebetulan saja, batin Suci.


"Iya Amin, semoga saja. Oh iya, Suci mau memberikan nama apa kepada Malaikat kecil yang tampan ini?" tanya Bu Rita.


"Suci akan memberikan nama Rizky Nugraha, karena malaikat kecil ini adalah rezeki yang sangat besar dan anugerah terindah dalam hidup Suci," jawab Suci dengan tersenyum dan mencium pipi Rizky.


......................


Arya yang sedang berdo'a setelah selesai melaksanakan Shalat Ashar, merasa heran karena tiba-tiba sakit perutnya hilang.


"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya mulas pada perutku hilang juga. Apa benar karena Suci telah melahirkan bayi kami? jika memang benar, semoga saja Suci dan bayi kami selalu diberikan kesehatan dimana pun mereka berada," gumam Arya.


Setelah selesai berdo'a, Arya memutuskan untuk pulang, karena jam kerja telah selesai.


"Bos, sepertinya sekarang sudah baikan?" ujar Farel yang saat ini menjabat sebagai Asisten Arya.


"Alhamdulillah Rel, tiba-tiba perut ku merasa baikan."

__ADS_1


"Mungkin benar jika itu ada kaitannya dengan Suci," ujar Farel.


"Sepertinya begitu, dan jika benar kalau Suci sudah melahirkan Anakku, aku akan sangat bahagia. Semoga saja aku bisa segera bertemu dengannya, dan Suci mau memaafkan serta menikah denganku," ujar Arya dengan terus mengembangkan senyuman.


Hesti teman satu sel Suci yang sudah dua bulan bekerja menjadi OB di perusahaan milik Arya begitu terkejut mendengar Arya menyebut nama Suci.


"Kenapa Tuan Arya menyebut nama Suci? mungkin itu hanya nama yang sama dengan Suci temanku. Aku jadi ingat sama Suci. Apa sekarang dia sudah melahirkan juga? sebaiknya besok aku menjenguknya mungpung libur," gumam Hesti.


......................


Sudah satu bulan ini Rian diam-diam membuang obat yang diberikan oleh Mama Linda, karena Rian merasa curiga dengan obat tersebut.


"Sepertinya obat yang diberikan oleh Mama bukan untuk membantu menyembuhkan aku, karena setiap meminum obat tersebut, ingatanku malah semakin memburuk, tapi sekarang, setelah satu bulan aku tidak mengkonsumsinya, secara perlahan aku mulai mengingat masalaluku," gumam Rian.


Beberapa saat kemudian, Alina baru pulang setelah berkencan dengan Farel, dan Rian yang melihat Alina pulang larut malam akhirnya menegur Alina.


"Alina, kemana saja kamu jam segini baru pulang? apa kamu lupa kalau sekarang kamu sedang hamil tua?"


"Rian, sejak kapan kamu peduli kepadaku? biasanya juga kamu tidak pernah peduli aku mau pergi kemana dan pulang jam berapa. Kenapa sekarang kamu mempermasalahkannya? bukannya bagi kamu aku hanyalah istri di atas kertas saja sehingga kamu tidak pernah mau menyentuhku?" ujar Alina yang sudah merasa kesal terhadap Rian, karena sedikit pun Rian tidak pernah mau melihat Alina.


"Alina, saat ini kamu sedang hamil tua, dan aku tidak mau kalau bayi yang berada dalam kandungan kamu sampai kenapa-napa."


"Jadi kamu hanya peduli terhadap bayi yang berada dalam kandunganku saja? ternyata selama ini aku benar-benar bodoh karena mengira kamu akan jatuh cinta kepadaku setelah kita menikah, tapi sepertinya hanya ada si Suci perempuan kampung itu yang ada dalam otakmu," teriak Alina.


Kepala Rian tiba-tiba terasa sakit ketika mendengar nama Suci, dan bayangan Rian tentang masalalunya saat bersama Suci mulai bermunculan.


"Suci, sekarang aku sudah mengingatmu," gumam Rian dengan tersenyum sehingga membuat Alina merasa terkejut.


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2