
Suci yang tidak mau dibilang ke GR an hanya menanggapi perkataan Arya sebagai candaan saja.
"Tuan tidak usah bercanda, perempuan seperti saya tidak pantas untuk lelaki sempurna seperti Anda."
"Kenapa kamu berpikir seperti itu? bukannya di mata Tuhan semua manusia itu sama, dan yang membedakan hanyalah keimanan nya saja?" tanya Arya.
"Setelah kejadian naas yang menimpa saya, banyak orang yang bilang kalau saya adalah perempuan kotor dan pembawa sial, jadi perempuan seperti saya tidak pantas bersanding dengan lelaki sempurna seperti Tuan Arya, apalagi status sosial kita jauh berbeda."
Arya merasakan sakit dalam dadanya ketika melihat kesedihan pada mata Suci, karena Arya adalah orang yang telah menghancurkan hidup Suci, sampai akhirnya Arya memutuskan untuk mengakui semua kesalahan yang telah ia perbuat.
"Suci, aku tulus mencintai kamu dan menyayangi Rizky, jadi aku mohon kamu jangan mempunyai pemikiran seperti itu, karena bagiku, kamu dan Rizky adalah sumber kebahagiaanku."
Suci tersenyum mendengar perkataan Arya, tapi dia sadar diri jika dirinya dan Arya bagaikan Bumi dan langit yang tidak akan pernah bisa bersama, apalagi Suci masih selalu dibayang-bayangi masalalunya yang membuat Suci trauma.
"Terimakasih karena Tuan sudah tulus kepada saya dan Rizky, tapi tetap saja semua itu tidak bisa mengubah kenyataan jika saya dan Tuan bagaikan Bumi dan Langit yang tidak akan pernah bisa bersama."
"Tidak Suci, aku sudah melakukan banyak kesalahan terhadap kamu, dan ijinkan aku untuk menebus semua kesalahan yang telah aku lakukan. Kamu juga harus tau kalau sebenarnya lelaki bejat yang telah menodai kamu adalah A_" perkataan Arya terputus karena Rizky tiba-tiba terbangun, kemudian menangis.
"Cup cup cup, sayang, jangan nangis ya, maaf kalau suara Papa dan Mama sudah membuat tidur Rizky terganggu," ujar Arya dengan menggendong Rizky.
Suci tersenyum sekaligus menitikkan airmata ketika melihat perlakuan Arya terhadap Rizky, apalagi Arya selalu memanggil dirinya dengan sebutan Papa kepada Rizky.
Kenapa Rizky menangis ya saat aku akan mengakui kesalahan yang telah aku lakukan terhadap Suci? apa Rizky tidak ingin aku mengakui kesalahan yang telah aku perbuat?Saat ini aku memang belum siap untuk mengakui semuanya, karena aku takut kalau Suci akan menjauh dariku, bahkan menjauhkan Rizky dari kehidupanku, batin Arya.
"Tuan, apa yang sebenarnya tadi ingin Anda katakan?"
"Tadi aku ingin mengatakan jika aku ingin menjadi bagian dari hidup kamu dan Rizky. Suci, ijinkan aku membalut lukamu," ucap Arya dengan menggenggam erat tangan Suci, tapi saat ini Suci belum bisa memberikan jawaban apa pun.
"Sudahlah Suci jangan terlalu dipikirkan, yang penting sekarang aku bisa selalu dekat dengan kamu dan Rizky saja itu sudah membuatku merasa sangat bahagia. Sebaiknya sekarang kamu tidur sama Hesti, biar nanti aku tidur sama Rizky di kamar kamu."
__ADS_1
"Tapi bagaimana kalau nanti Rizky menangis?" tanya Suci.
"Nanti aku ambil stok Asi di kulkas, atau aku bakalan bangunin kamu. Tapi aku rasa kamu pasti bangun kalau mendengar Rizky menangis, karena katanya seorang Ibu memiliki insting dan ikatan batin yang kuat dengan Anaknya."
"Makasih banyak ya atas semuanya," ucap Suci dengan tersenyum, dan Arya juga membalasnya dengan senyuman serta anggukkan kepala.
Maaf Suci, aku belum bisa jujur kepadamu tentang dosa besar yang telah aku perbuat. Aku belum siap jika kamu sampai membenci ku, aku tidak mau berpisah apalagi sampai kehilangan kamu dan Rizky, ucap Arya dalam hati.
Setelah Suci masuk ke dalam kamar Hesti, Arya memutuskan untuk membawa Rizky tidur di dalam kamar Suci.
"Selamat tidur Malaikat kecil Papa, terimakasih telah hadir di dunia ini," ucap Arya dengan mencium kening dan pipi Rizky yang saat ini sudah kembali tertidur pulas di dalam pelukan Arya.
......................
Bu Rita, Rian dan Papa Ferdi, saat ini masih menunggu Alina di depan ruang operasi, dan Papa Ferdi terus saja mencuri pandang kepada Bu Rita.
Beberapa saat kemudian, Dokter ke luar dari dalam ruang operasi.
"Dok, bagaimana operasi Anak saya?" tanya Papa Ferdi.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, untung saja Pasien segera mendapatkan donor darah, karena kalau tidak, mungkin nyawa Pasien tidak akan tertolong."
"Alhamdulillah," ucap semuanya.
"Pasien juga sudah melahirkan bayi perempuan, tapi pada wajah bayi Nyonya Alina terdapat tanda lahir yang besar sehingga menutupi sebagian wajahnya."
"Kenapa bisa seperti itu? apa bisa tanda lahirnya dihilangkan?" tanya Papa Ferdi.
"Mungkin jika usia bayi Nyonya Alina sudah cukup besar, bisa dilakukan operasi plastik pada wajahnya, tapi untuk saat ini, kita masih belum bisa melakukan tindakan apa pun, apalagi bayi Nyonya Alina terlahir prematur karena seharusnya Nyonya Alina melahirkan pada bulan depan. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Dokter dengan melangkahkan kaki meninggalkan kedua orangtua Alina dan Rian.
__ADS_1
"Alina pasti terkena karma karena sebelumnya sudah menghina wajah Mama seperti monster, makanya bayi Alina terlahir cacat," ujar Rian.
"Apa maksud kamu Rian? bagaimanapun juga Alina adalah istri kamu, dan bayi yang Alina lahirkan adalah Anak kandung kamu," ujar Papa Ferdi.
"Maaf Pa, tapi Rian tidak yakin jika bayi yang Alina lahirkan adalah Anak kandung Rian. Papa tidak tau kelakuan Alina yang setiap malam selalu keluyuran, bahkan Alina sering tidak pulang. Apalagi Rian hanya satu kali menyentuh Alina, itu pun karena Rian telah Mama dan Alina jebak pada malam pernikahan kami."
"Rian, bisa-bisanya kamu menuduh Alina seperti itu, Anakku bukan ja*lang !!" teriak Papa Ferdi.
"Ferdi, kamu tidak perlu berteriak, seharusnya kamu menyadari kesalahan yang telah kamu lakukan. Bagaimana kamu dan Meri mendidik Alina selama ini? Apa kamu masih belum sadar jika yang Alina dapatkan sekarang adalah hukuman atas kesalahan kamu di masalalu?" ujar Bu Rita.
"Tapi Rita, aku tidak terima Rian menghina Anak kita."
"Lalu apa kamu pikir aku menerimanya? bagaimanapun juga aku adalah Ibu kandung Alina, dan aku adalah perempuan yang telah melahirkan Alina ke Dunia ini, tapi jika memang Anak kita salah, tidak seharusnya kita membenarkan perbuatannya. Rian, jika memang nanti kamu akan melakukan tes DNA terhadap bayi yang dilahirkan oleh Alina, Ibu akan mendukungnya, karena kamu juga harus mendapatkan keadilan."
"Terimakasih banyak Bu atas pengertiannya," ucap Rian yang tidak pernah mengira jika Bu Rita akan membelanya.
"Ibu hanya melakukan apa yang seharusnya, karena keadilan harus ditegakkan meski pun pahit sekali pun, apalagi dulu Ibu tidak pernah mendapatkan keadilan, dan Ibu tau bagaimana rasanya diperlakukan tidak adil."
Papa Ferdi merasa malu dengan perkataan Bu Rita, karena dulu dirinya memang sudah membuat banyak kesalahan terhadap mantan istrinya tersebut.
"Rita, aku benar benar menyesal, tolong maafkan semua kesalahanku."
"Apa dengan meminta maaf akan merubah segalanya dan bisa mengembalikan waktu dua belas tahun yang sudah aku habiskan di dalam penjara?"
*
*
Bersambung.
__ADS_1