
Aku tersadar ternya jam istirahat sudah selesai. Kemudian aku berdiri berlari metuju kantor.
***Di kantor..
"Kau darimana aja lis?" tanya zahra.
"Itu da..dari..da-ri..."jawabku terbata.
"Ngomong aja kali. Ngapain gagap-gagap gitu.." jawab zahra. "Apa jangan-jangan lo abis anu ya. Sama Kevinn." tanya lagi.
"hah? ngarang lie ya"ucapku terkaget. Sampai-sampai semua memperhatikanku.
"Kalau nggak. Kenapa sampai lama banget. Untung aja telat 5 menit. Coba aja kalau lebih dan ketawan mejer. hahaha" jawab zahra.
"Gini lho..." jawabku. "Aku sama kevin makan siang. Habis itu dia ngajain aku ke taman. Katanya mau bicara penntiingggg..." jawabku sambil mata berkaca-kaca.
"Bilang apa??" zahra penasaran.
"Dia mintak putus. Dan bilang karna kita nggak cocok lagi. Ditambah lagi, sebelum aku jawab dia udah pergi begitu aja zah" bisuku sambil kepa kutaru dibahunya.
"oh ya bagus. Lagian aku punya firasat, kalau kevin tuh cuma mainin kamu. Eh ternyata bener. Baru mau sebulan udah putusin kamu" jawab zahra.
"Tapi zah nasibj gimana?" jawaku.
"Udang dong jangan nangis, cantiknya ilang....Nanti kedengeran juga menejer lho. Toh laki-laki masih banyak kan." jawabnya sabil merangkulku.
"Iyah deh. makasih sahabatku" jawabku.
Kini pun aku dan zahra melanjukan aktivitas kerja. Zahra sibuk dengan komputernya dan aku sibuk dengan berkas-berkasku. Tanpa berbicara.
__ADS_1
*Jak kerja..
Pukul 04:00 sore hari. kring..kringg.. Bel tanpa pulang kerja. Aku dan zahra berjalan berdua, menuju hatle bus (depan kantor). Karena dengan naik bus bisa mengirit uang dan ngengurangi kemacetan. Lagian kakakku nggak bisa jemput. Bisanya nganter kerja. Itu aja kadang, maklum sekertari. Pasti harus stand by dong.
"oh iya hari ini. Kak Tegar Ulang tahun, untung aja masih ada waktu. Tapi mau beli apa ya?" gumamku..
"Zah mau antar aku beli sesuatu. Bisa"tanyaku. Sambil memegang tangan zahra.
"mmmh. tapi jangan lupa traktir ya" mintanya.
"Emang aku sepelit itu ya zah. Itu mah number one." jawabku sambil tersenyum..
"Tapi kemana dulu. Soalnya tadi siang mata berkaca sampai sembab tuh. kok tiba-tiba girang banget. Kaya ke tiban uang sekoper. haha" ledeknya sambil terbahak-bahak.
"lho tuh ya. Jangan diinget ngapa yah." jawabku ketus.
"iya deh iya" jawanya
*dimalll
"tumben banget lho ngajak kesini Lis. Mau beli apa?"tanya zahta terheran. Soalnya dia tau kalau ke mall beli yang penting. Seringnya dimini mart, bahkan pasar.
"Mau beli hadiah. Soalnya abang gue ulang tahun. Masak ngggak ngasih apa-apa." jawaku.
"Ini gimana zah bagus nggak"tanyaku. Sambil menunjukan sebuah dasi.
"bagus. kelihatnya cocok. Pasti
kakak lho suka." jawab sahra
__ADS_1
"oke. Baik deh" pujiku ke zahra. Kamipun menjutkan jalan menuju warung makan. Setelah selesai aku dan zahra pulangg. Menuju rumah masing-masing.
Sampai dirumah, aku duduk sambil bukak handphone.
"kak Tegar Pulang jam berpaa ya.... apa aku telfon aja dulu" aku bergumam dalam hati.
"tuttt.. tutt" suara telfon menghubungkan. Kemudian tersambung.
📞📞"Kakk. Lagi apa???" tanya ku
📞📞" Tumben telfon. Iyah kerjalah, kamu ada-ada aja deh" jawab kak Tegar.
📞📞" Emang adiknya nggak boleh telfon kakaknya ya. Iyah udah deh kalau lagi sibuk matiin aja" jawabku dengan suara sedih.
📞📞" Tapi nggak usah ngambeng. Nanti cantiknya Hilang lho" jawab kak tegar sambil mengiburku.
📞📞" Kakk ihh. Aku udah besar tau... Nanti pulang jam berapa"
📞📞" Nanti pulang malem. Kalau nggak pulang berarti kakak lembur. Kenapa lis?" kak tegar bertanya.
📞📞" Kiarin pulang cepat." jawabku
📞📞" lagi telfon siapa gar. Habis ini kita rapat" suara dalam teflon. "Iyah siap" jawab kak tegar ke suara tadi
📞📞" udah yah adikku sayang. kakak lanjut kerja lagi. Udah dipanggil bos kakak" kak tegar mengakhiri pembicaraan kita.
📞📞" Oke deh kak. Semangat. jangan lupa makan"
tut tut tut.
__ADS_1
Telfon pun sudah terputus.