Yang Terakhir

Yang Terakhir
4.Play Boy Kakap


__ADS_3

"Ihh nyebelin, punya kakk cutek amat. Untung kakak kandung kalau nggak mending nggak usah telfon." gumamku dengan wajah sebal.


Kemudian aku membersihkan diri. Setelah selesai aku menuju dapur untuk membuat kue...


Aku mengeluarkan barang-barang loyang, kuas, mixser, dan lain lain. Tak lupa bahan bakunya. 15 menit pun aku sudah asyik diduniaku. Tanpa memikirkan lainnya.


"Ehh habis mencampurkan tepung terigu,susu bubuk, baking powder, cokelat bubuk dan vanili. Tinggal ?" tanyaku pada diri sendiri.


"Kok lupa ya. Gara-gara sibuk kerja jadi ginu deh" jawabku dengan nada rendah. Tanpa aku sadari, mama melihatu dari tadi dipintu dapur. Dengan menyenderkan kepala di pintu. Kedua tangan menyilang diperutnya.


"Masukkan telur bersama gula dan ovalet/ sp yang sudah dikocok sayang" jawab mama sembari berjalan mendekatiku.


"haaa!!" aku tergaet sambil memegang dada sebelah kiriku


"kok ha. Mama kan jawab benar sayang" jawab mama.

__ADS_1


"Ohh iyah maa. Makasih udah diingetin." jawabku sambil mengecup pipi mama.


" Emang buat siapa kuenya. Tumben pulang pulang langsung cepet ke dapur langsung buat dapur jadi kapal pecah. Masak aja nggak pernah kok mau buat kue segala" jawab mama dengan nada menggodaku. Sambil melihat dapur yang kotor dan barang barang berserakankan. Walau aku nggak sering masak, tapi kalau kue pasti aku buat. Walau itu temenku atau saudara jauhku.


"Ihh mama gitu deh sama Lisa. Lisa kan anak baik. Urusan dapur kalau masakan Lisa angkat tangan. hehhe" jawabku tanpa rasa malu. Sambil mengerjakan membuat kue.


"Lah terus ini mau buat siapa?" tanya mama sambil melirik ke adonan yang ku buat.


"Mama masak lupa sih. Ini hari apa!!"jawabku dengan menyakinkan jawaban mama.


"Iya tau hari ini hari Rabu sayang. Mama kan belum tua tua banget, jadi kalau masalah hari masih inget lah. Emang kamu" jawab mama dengan menggodaku lagi. Sambil menyengkol pundaku


"Ini kan hari Ulang Tahun anak mama yang paling gateng sendiri. Kak Tgear. Masak anak sendiri lupa mam" jawabku dengan mata berkaca kaca.


"Ya ampun sayang mama lupa. Untung kamu ingetin." Jawab mama.

__ADS_1


"Tuh kann.... Pasti mama nggak ngasih hadiah ya. Sampai saampai lupa kalo kak tegar Ulang tahun." tanyaku dengan penuh keingintahuan.


"Soal itu mama udah siapin dari lama kok lis. Yah udah cepat, adonannya dimasukan ke oven. Ngapain digoyang goyangan terus." jawab mama. Sambil perjalan keluar dapur.


"ya ampunn. Gara gara mama sampai lupa. Untung nggak tumbah." gumamku. kemudian aku masukan adonan ke oven. Setlah 30 menit roti sudah jadi dan sudah dihias..


*** Di Kantor


"Gimana Gar. Udah siap kan buat rapat" Direktur kak Tegar. Dengan nada datar, yaitu laki- laki tampan yang sering dijuluki boy pria dingin. Lucas .


"Udah siap semua presdir" jawab kak tegar. Dengan senyuman manis sambil menunjukan tas yang dibawanya.


"Oke.." jawabnya. Sambil Duduk di Sofa dengan kedua kaki menyilang.


"Tadi telfon sama siapa loe. Tumben keliatan bahagia. Cewek loe ya" tanya Lucas. Presdir PT Yong lebih tepatnya bos kak Tgear. Ia memang cuwek kesemua orang, tapi kalau sama temennya atau orang kercayaanya beda ya. Penuh humoris. Karena kak Tegar udah bekerja disana lama, jadi udah dianggap sahabat sekaligus orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Ngarang loe ya. Itu adik gue. Namanya juga adik jadi harus penuh gembira dong. Emangnya loe. Play boy kakap tapi nggak romantis. Untung loe ganteng kalau nggak pasti semua cewek ogah. hahahh" jawab kak Tegar sambil ketawa kecil.


"Loe mulai. Sini gue tonjok loe" jawab Lucas sambil mengepalkan tangan kananya.


__ADS_2