Yang Terakhir

Yang Terakhir
5. Sok Kuat


__ADS_3

"gue becanda Gar. Udah deh nanti gue nggak keliatan tampan pas rapat gimana. Kan mubazir. Syukur- syukur nanti ada cewek terkecantok sama gue dong" jawab Lucas. Yang sambil merapikan rambut dan dasinya.


"wah mulai lagi nih." jawab Tegar sambil berjalan ke ruanganya


Selang 20 meni pun Tegar selesai mengerjaan dokuman untuk rapat. Ia pun berjalan ke ruangan Lucas.


tok tokk tokk


"Boleh kah saya masuk pak" Tegar mengetuk pintu.


"masuk" jawab Lucas.


"Udah siap, sekarang kita berangkat ke hotel xxx. Setengah jam lagi rapat akan dimulai Pak" Tegar memberi tahu ke Lucas.


Tanpa menunggu Lucas berdiri dan berjalan menuju basem dengan menaiki Lif khusus preskir tentunnya. Tegar berjalan dibelakangnya. Sesampainnya dipakiran mereka masuk mobil. Sang pesdir duduk di kursi belangkang. Sedangan sekertarisnya, yaitu Tegar duduk disamping supir.


"Ini pak, dibaca apa bila ada keliruan atau ada poin yang kurang" Tegar bicara sambil menyodorkan dokumen ke pesdirnya.


Lucas menerima dan membaca dengan fokusnya. "Udah bener. Loe emang bisa diandalin bro" jawab Lucas. Kemudan dokumennya diberikan lagi ke Tegar.


Selang 5 menit meraka sampai di Hotel xx. Mereka berjalan menuju ruangan Rapat.


***


Hari pun semakin gelap. Jam menujukan pukul 8 malam. Rapat akhirnya selesai. Semua begegas bubar meninggal tempat tersebut.


"Terma atas kerjasamanya. Boleh saya taktir minum Presdir Lucas." rekan bisnis Lucas. Dari Perusahaan xxx yang baru saya membahas rapat. Ya sama sama presdir dan sama sama masih muda. Namnany Kevin Vernando.


"Mengapa tidak. ayo!!" jawab Lucas tanpa ekspersi sedikitpun.

__ADS_1


"Kau ikut juga. Nanti aku tambah bonus bulan ini" Lucas melirik ke Tegar. tanda bahwa ia mengajaknya.


"Baik pesdir" jawab Tegar sambil membungkukkan badannya.


Meraka pun menaiki mobil masing masing. Menuju bar yang terkenal di Kota. Setngah jam pun mereka sampai.


Lucas dan Kevin berjalan memasuki bar berdampingan. Sambil diikuti sekertari masing masing.


Merka masuk ke ruangan vvip. Mereka pun duduk.


"Bagamana kalau ku panggilan wanita cantik Presdir Lucas. Agar kita tak kesepian" Kevin menawarkan ke Lucas.


Lucas pun mengangugkan. Tand abahwa ia sejutu dengan ajakan Kevin tersebut.


Wanita cantik cantik dan seksi datang keruangan mereka. Ada 6 wanita. Tiga mendekati Lucas tiganya lagi menedakti Kevin. Sedangkan Tegar dan sekertasinya Kevin tidak, mereka berdua hanya ikut minum. Mereka sudah terbiasa dengan sifat bos masing masingnya.


Selang beberapa jam mereka pun sudah mabuk berat. Sedangkan Tegar tidak, karena ia cuma minum segelas saja. Ia tidak mau ikut mabuk, karena jika iya pesdirnya tidak ada yang mengantarnya pulang. Karena sopirpredisnya sudah disuruh pulang waktu merka akan ke bar tadi.


"Beaok lagi. Kau sudah mabuk Vin" jawab Lucas dengan jawaban layaknya orang kuat mabuk. Padahal ia sudah ikutan mabuk berat. Namun ia menjaga imagenya didepan rekan bisnisnya.


Mereka berjalan ke luar bar dan berpisah. Kevin sudah masuk mobilnya dan meninggalkan Lucas dan tegar.


Brukk


Suara badan Lucas yang jatuh karena mabuk. Tegar pun membawanya masuk ke mobil.


"Ternya anda sok kuat, padahal anda tidak bisa minum banyak" tegar bicara sambil meletakan tubuh Bosnya tersebut.


*** Dirumah Lisa

__ADS_1


"Udah jam malam kakk kok nggak pulang ya. Apa lagi sama ceweknya?" Tanyaku pada diri sendiri.


"Nggak ngasih kabar. Tadi langsung mutusin telfonku" lanjutku sambil mengeluarkan nafas denan keras.


"Ahh udah deh aku tidur aja" lanjutku lagi


Aku pun memasukki kamarku. Merebahkan tubuhku dikasur kesayanganku. Kemuduan memejamkan mata. Satu jam berlalu tapi mata dan tubuku tidak bisa lelap dalam tidur.


"gimana nih. Telfon kakak Tegar aja, udah jam 1 malam masak belm sampai rumah. Kan mubazir buat rotinya. Lagian aku juga khawatir kok nggak balik balik. Apa lupa jalan kerumah? Atau kakak" gumamku. sabil berpikir yang tidak tidak.


"mana mungikin, teflon aja. Syukur-syukur baik baik aja kak Tegar" lanjutku.


***


kringg kringg kringg


Suara HP didalam celana Tegar berbunyi.


"Siapa malam malam telfon." Tegar sambil mengluarkan HPnya dalam saku celannnya.


"ohh ternya Lisa. Ada apa ya!" gumam Tegar


📞📞 "Kakak dimana aja. Kok nggak ngabarin orang rumah. Ini udah jam 1. Cepetan pulang, apa kakak lagi main cewek?" aku bertanya dengan nada keras..


📞📞"kamu ada ada aja. Ini lagi mau pulang Lisa. Nangan keras keras. Nanti gedang kakak rusak" jawab Tegar sambil menyentuh telinganya yang kaget mendengan suaraku.


📞📞"Oke kak. Hati hati ya"jawabku


setlah itu telfon kami berakhir.

__ADS_1


"Gimana nih. Udah malem, kalau aku antar presdir pulang kejauhan. Toh paling dekat rumahku." Tegar bertanya sendiri.


__ADS_2