Yang Terakhir

Yang Terakhir
53. Liburan Telah Usai


__ADS_3

Reza mengernyitkan dahinya. Atasannya tiba-tiba memerintahnya membatalkan keberangkatannya hari itu. Tadi saja, pria yang lebih tua 4 tahun darinya itu tidak mau tahu bagaimana caranya mendapatkan tiket kelas eksekutif saat itu juga. Tidak tahu apa, bagaimana perjuangannya mendapatkan tiket itu? Dan sekarang, setelah tiket ditangan dan tinggal terbang, pria yang diakuinya karismatik itu malah membatalkannya semaunya. Dasar orang kaya. Reza mendesah.


Sang sekretaris yang tidak kalah cantik dari sekretaris yang dipecat Arga dulu, hanya bisa menunggu perintah tangan kanan atasannya itu. Tadi Reza memanggilnya. Namun, hingga beberapa menit dirinya berada di ruangan besar itu, pria berwajah manis itu hanya mengacuhkannya. Wanita berusia seperempat abad itu hanya berdiri diam tidak berani bertanya. Melihat wajah Reza yang ditekuk dapat dipastikan pria tegap itu sedang kesal.


"Mit, tolong kamu klaim pembatalan tiket Pak Arga. Konfirmasikan ke maskapai itu", akhirmya pria itu memberi sekretarisnya, yang bernama Mita, tugas juga.


"Loh, bukannya tadi uring-uringan nyari tiket itu? Kenapa sekarang dibatalkan?", batin sang sekretaris.


Ada sedikit rasa kesal juga ketika sang sekretaris cantik itu mendengar perintah Reza. Tadi dirinya juga ikut pusing mencari tiket itu. Lobi sana, lobi sini. Tapi mendengar kenyataan tiket itu minta dibatalkan, tak ayal membuatnya jadi geregetan.


"Dasar orang kaya!", gerutunya dalam hati.


"Baik Pak", namum yang keluar dari bibir sekretaris cantik itu seolah menghianati upayanya.


"Ohya, berkas dari Palm Platinum apa sudah kamu periksa? Jangan ada yang terlewat", peringat Reza pada sekeretaris cantik yang akan keluar dari ruangannya.


"Sedang saya periksa Pak", sahut Mita.


Reza melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Jam 5 lebih sedikit. Lalu menatap Mita lagi.


"Lanjutkan besok aja. Kamu boleh pulang", perintah Reza, yang disambut sorak dalam hati sekretaris cantik itu.


Reza meregangkan otot-otot tubuhnya yang serasa kaku dengan mengangkat keduatangannya ke atas dan meluruskan kakinya, sementara dirinya masih duduk di kursi empuk di ruangan itu. Rasanya hari itu adalah hari yang paling melelahkan. Dirinya belum beristirahat dengan cukup sejak kemarin.


Kemarin, pria berwajah manis itu langsung menghubungi beberapa orang kepercayaannya dan langsung bergegas menyusul Arga ke Malang demi mendapat panggilan dengan kode darurat dari sang atasan.


Sesampainya disana dia dibuat tercengang dengan sikap Arga. Sikap yang tidak pernah Reza lihat selain pada mantan istrinya dulu. Sikap yang sudah hilang seiring kepergian putranya, Devan. Pria itu terlihat begitu perhatian dan menyayangi wanita cantik yang diketahuinya bernama Hania, dan juga putrinya.


Ditempat lain, sosok yang tengah membuat dua orang bawahannya kesal, sedang menikmati wajah merona wanita pujaannya. Dirinya, tanpa merasa bersalah memerintahkan bawahannya membatalkan penerbangannya seenaknya, seenak dia memerintah Reza mencarikan tiket penerbangan ke Jakarta sore itu juga.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke restoran tepi danau tadi siang, Arga memerintahkan Reza memesankan tiket untuknya. Pria tampan itu merasa menyesal karena telah berselisih paham dengan Hania dan tidak ingin mengecewakan wanita cantik itu dengan menuruti keinginannya. Biarlah janjinya pada Tiara diabaikannya dulu. Dia akan membayarnya nanti. Gadis kecil foto kopian ibunya itu pasti bisa mengerti. Biasanya kan anak kecil lebih bisa diajak kompromi. Begitu pikir Arga.


Dan setelah melewati drama saling meminta maaf dan berakhir pada pelukan yang membuat Arga lagi-lagi hampir lepas kendali dan wanita itu canggung, kini pria tampan itu sedang terlihat memboyong dua wanita beda usia yang sama-sama cantik itu kesebuah pertunjukan dancing water , sekaligus makan malam disana.


Tiara tidak henti-hentinya berdecak kagum pada pertunjukan itu, padahal itu bukan kali pertamanya melihat air menari diiringi musik yang sesuai. Entah kenapa gadis kecil itu lebih menikmati pertunjukkan itu saat ini. Mungkin bentuk dari ekspresi kegembiraannya karena bisa liburan lebih lama disana. Dan mungkin juga karena kehadiran Arga yang membuat suasana jadi berbeda.


Suasana berbeda pun dirasakan Hania. Setelah berbaikan, hubungannya dengan Arga dirasa semakin menghangat dan mengalir tanpa beban. Entah kenapa semua makanan yang dipesan terasa lebih nikmat dilidahnya. Selera makannya mendadak membaik. Ah. Ternyata suasana hatinya mempengaruhi selera makannya juga.


Liburan menyenangkan dengan sensasi berbeda masih diarasakan Hania dan Tiara keesokan harinya dan dua hari setelahnya. Benar. Mungkin karena kehadiran Arga diantara mereka berdua. Biasanya ibu dan anak itu hanya liburan berdua saja dan itupun hanya di sekitar ibukota karena Hania tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaannya. Tapi kali ini, entah demi apa, dirinya seperti tanpa beban meninggalkan restorannya beberapa hari. Tidak mungkin karena Tiara. Apa karena Arga? Pria tampan itu bisa membuatnya tenang dan nyaman berada disekitar pria itu. Sampai-sampai lupa kalau waktu liburan telah usai.


"Cepet banget sih Oom, kita baliknya?", rengek Tiara pada Arga yang sedang bersantai di kolam renang di sore hari sebelum kepulangan mereka. 


Hania yang hanya duduk dikursi malas mendengarkan lamat-lamat suara Tiara yang protes pada Arga.


"Kita udah 5 hari disini, sayang. Masih kurang lama, hum?", Tiara mengangguk menjawab pertanyaan Arga membuat pria dewasa itu tersenyum gemas.


Hania pun merasa waktu begitu cepat berlalu. Apa karena dirinya terlalu menikmati liburan itu bersama Arga?


"Ya kan masih lama Oom", Tiara memberengut membuat Arga gemas lalu mengacak puncak rambut Tiara yang basah.


"Sayang, udahan yuk renangnya, udah sore banget nih. Ntar kedinginan loh", tegur Hania sedikit mengeraskan suaranya dari tepi kolam renang.


Kedua insan beda usia yang sedang asik berenang itu menoleh ke arah Hania. Panggilan sayang yang ditujukan pada Tiara membuat Arga reflek menoleh juga. Entah kenapa panggilan itu juga dirasanya untuknya juga. Hingga pandangan mata mereka bertemu membuat wanita itu menjadi salah tingkah. Arga terkekeh, dirinya yang GeEr kenapa wanita cantik itu yang kikuk?


Hania menatap Arga yang tengah berdiri di dalam kolam renang, lebih tepatnya ke dada telanjang pria seksi itu. Karena saat ini, Arga menemani Tiara berenang di kedalaman 1 meter menyesuaikan tinggi Tiara. Karena kedalaman kolam yang dangkal membuat dada telanjang Arga yang liat dan kokoh itu terekspos. Tatapan Hania terpaku disana. Mendadak pikirannya jadi mesum tapi sejurus kemudian menyadarinya, membuatnya salah tingkah karena sang pemilik dada bidang nan liat itu tengah menatapnya.


Terlihat Arga dan Tiara berbisik-bisik dan Tiara cekikikan sebelum berenang ketepian kolam. Tiara mengulurkan tangannya meminta sang ibu menariknya. Lalu berganti Arga. Pria seksi itu juga minta ditarik. Tanpa rasa curiga, Hania pun menyambut uluran tangan pria itu.


Byurrr!

__ADS_1


Hania ikut tertarik ke dalam kolam renang. Bukan. Tapi Arga memang menariknya tadi. Tiara yang melihat ibunya tercebur ke kolam malah tergelak dan ikut menceburkan dirinya lagi. Arga terkekeh. Lalu kedua orang yang pastinya bersekongkol itu ber tos ria.


Hania yang seluruh tubuhnya basah kuyup langsung memberengut. Dirinya yang masih berdiri dihadapan Arga spontan memukul-mukul dada telanjang pria seksi itu beberapa kali. Dirinya merasa kesal.


"Mas! Aku kan udah bilang ngga mau basah-basahan!", omel Hania lalu membalik tubuhnya hendak keluar dari kolam renang.


"Han, ngga berenang sekalian? Tanggung, udah basah juga", serub Arga yang dibalas pelototan mata oleh wanita cantik itu, membuatnya terkekeh.


Hania kelihatan susah payah berjalan di dalam kolam dengan pakaian lengkap yang basah kuyup. Melihat Hania sudah keluar dari kolam renang, dia pun mengajak Tiara menyudahi acara berenang mereka. Tiara memberengut, sepertinya masih enggan meninggalkan tempat itu.


"Ayo, sayang. Mama sedang marah, kalau ngga cepet nyusul nanti kita bisa rugi", bujuk Arga.


"Rugi kenapa?", tanya Tiara tidak paham.


"Nanti gimana kalau Mama ngga mau masakin kita lagi?", Arga mencari alasan.


"Kan Oom bisa beliin Tiara", jawab Tiara polos membuat Arga tergelak.


"Tapi Oom maunya dimasakin Mamamu",ungkap Arga,


"Yee... Itu kan maunya Oom aja", ejek Tiara, Arga hanya tersenyum menanggapi.


"Ayo!", ajak Arga, Tiara akhirnya menurut.


Arga berjalan menuju kamarnya dengan bertelanjang dada. Pasalnya, Hania membawa serta handuk dan baju atasan Arga untuk menutupi tubuhnya yang tercetak jelas karena basah kuyup. Sudah pasti pria berdada bidang nan liat itu menarik perhatian tamu hotel lainnya, terutama kaum hawa terlebih lagi yang masih single. Mata-mata penuh kekaguman menyorot penuh damba pada sosok tinggi atletis itu. Namun, Arga berjalan dengan penuh percaya diri dan mengabaikan setiap tatapan penuh nafsu dari mata para wanita yang dilaluinya.


Keberadaan Tiara yang selalu digandeng Arga bisa menjadi obat penenang bagi para suami atau pasangan para wanita tadi. Sold out , begitu pikir mereka. Mereka pasti berpikiran Tiara adalah putrinya. Itu berarti pria tampan dan atletis itu sudah beristri. Membuat mereka yang sedang cemburu bisa bernapas lega.


******

__ADS_1


Thanks for reading!


__ADS_2