Yang Terakhir

Yang Terakhir
90. Sepaket Komplit


__ADS_3

Hania juga menoleh ke arah yang ditatap Arga dengan lekat. Deg. Ryan tengah berdiri di hadapannya sekarang. Pria yang tidak ingin ditemuinya tengah menatapnya dengan tatapan penuh harap.


Hanya ada keresahan di dalam hati Hania. Wanita cantik itu cemas jika mantan suaminya berbuat nekat. Pria yang juga tampan itu pasti sudah mendengar obrolannya dengan Arga yang menyebut Tiara ada di lantai 2.


Secara tak sadar ketiganya mendesah bersamaan. Arga yang lebih dulu menyadari situasi, menarik Hania mendekat, melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Hania, membuat wanita itu semakin menempel ke tubuhnya. Matanya masih menatap Ryan penuh peringatan.


Seolah menyadari sikap Arga dan juga tempatnya kini berada, Ryan memilih mengalah. Mantan suami Hania itu tidak ingin membuat masalah di restoran milik wanita yang pernah dicintainya sepenuh hati. Dia menyadari tatapan penasaran dari beberapa karyawan restoran dan pengunjung di restoran itu. Pria bermata teduh itu tidak ingin menyakiti ibu dari anaknya lagi. Dirinya berencana akan menemui Hania lagi, nanti.


"Sampai jumpa, Dek." pamitnya dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.


Hatinya sedih menahan rindu pada putrinya yang entah kenapa mendadak muncul setahun belakangan ini. Membuat rasa bersalah semakin menggurita di hatinya. Ada rasa menyesal yang semakin tidak bisa dihilangkan. Meski dirinya sudah berusaha memperbaiki hubungan yang memburuk karena ulahnya. Penolakan Hania sudah menjelaskan betapa wanita cantik itu sangat terluka dan tidak bisa melupakan perbuatannya.


Antara heran dan waspada, Arga terus menatap mantan suami wanita yang dicintainya itu berlalu meninggalkan mereka tanpa ketegangan seperti biasa. Sadar dirikah? Atau hanya melancarkan strategi yang lain? 


Hania pun sama, terus menatap punggung Ryan yang berjalan menjauh. Tumben? Apa yang direncanakan mantan suaminya itu? Kenapa bersikap kalem saat ini? Pikiran Hania melayang kemana-mana. Rasa cemas semakin menguasai hatinya disaat pria yang dikenalnya keras kepala itu memilih pergi. 


Lagi-lagi Hania dan Arga mendesah dan menghela nafas perlahan bersamaan.


"Oom Arga!?" suara khas anak-anak milik Tiara terdengar memekikkan namanya.


Arga menoleh ke arah Tiara yang berdiri di tengah anak tangga. Senyumnya langsung mengembang. Jujur, dia merindukan gadis kecil itu meski hampir setiap hari bertemu. Tingkahnya yang manja khas anak-anak membuatnya ingin melimpahinya dengan kasih sayang yang tidak akan bisa gadis kecil itu lupakan sepanjang hidupnya.


Pria tampan itu tidak menyangka dirinya akan dengan mudah menerima kehadiran Hania tanpa wanita cantik itu melakukan banyak hal. Bagai jawaban dari keinginannya selama ini. Merasakan lagi menjadi sosok ayah yang menjadi harapan dan tempat berlindung bagi anaknya. Tiara hadir bersama wanita yang sejak awal bertemu sudah memikat hatinya. Benar-benar sepaket komplit sumber kebahagiaannya saat ini.


"Hah. Cepatlah pulih, Han. Jadikan aku lelakimu sepenuh hatimu." batin Arga seraya tersenyum menatap Hania.


"Hai, Sayang." sapa Arga sembari menggendong gadis kecil berlesung pipi itu setelah berada di hadapannya, lalu membawanya ke ruangan Hania.


Hania kembali ke dapur lagi untuk memasakkan Arga makan siangnya. Hah. Berasa jadi seperti istri. Menyambut dan melayani suaminya. Hania menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menggaruk pelipisnya mendapati pikiran yang melayang-layang di benaknya.


Arga dan Tiara tengah menonton film animasi di tablet milik Tiara sambil cekikikan ketika Hania memasuki ruangannya diikuti seorang waitres yang membantu membawakan nampan berisi makanan dan minuman. Pemandangan yang membuat orang langsung menduga bahwa mereka adalah ayah dan anak.


Lisa yang baru kembali dari istirahat siangnya saja langsung terpaku dengan yang terlihat di depan matanya. Wanita berkacamata itu terharu melihat kedekatan Arga dan Tiara. Sepengetahuannya, Tiara itu sulit dekat apalagi sampai akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Tapi dengan pria yang disebutnya sebagai 'Pak Ganteng', gadis berambut bergelombang itu bisa langsung menempel.


"Uuh... Kompak banget sih, kayak bapak sama anaknya. Jadi seneng liatnya. Moga aja Pak Ganteng ini jodohnya Bu Hania." terselip doa dalam hatinya Lisa. 


"Makan dulu yuk." ajak Hania sambil menyiapkan makanan di atas meja.

__ADS_1


Mendengar ajakan Hania, kedua insan beda usia yang tengah cekikikan itu langsung menoleh. Kompak menegakkan tubuh masing-masing, yang tadinya bersandar santai di sandaran sofa.


Drrrt drrrt drrrt.


Ponsel Arga bergetar di saku celananya, membuatnya berdecak. Diraihnya ponsel itu dengan meluruskan kaki kanannya, pria tampan itu enggan berdiri. Lalu mengusap layarnya . Sebuah potret kebahagiaan menyambut di sana. Potretnya bersama Hania dan Tiara yang sedang tersenyum lepas.


"Ada apa?" sahut Arga setelah menggeser ikon telponnya.


"Maaf, Pak. Mengganggu istirahat anda. Tapi ada klien kita yang mendadak ingin bertemu. Kebetulan beliau ada di ibukota." Reza langsung menyampaikan maksudnya menghubungi Arga.


"Siapa?" tanya Arga.


"Bapak Fadhil Candra." Arga mendesah kasar begitu mendengar nama klien yamg ingin bertemu dengannya.


Arga melirik Hania yang tengah membereskan meja dan bekas mereka makan.


"Dimana?" tanya Arga lagi.


"Di Melia Hotel. Mereka menginap di sana."terang Reza.


"Sekarang?" Arga melirik Hania lagi.


"Eng. Nanti malam, Pak. Beliau mengundang anda makan malam di sana jam 7." ucap Reza.


Dengan sabar Reza menunggu atasannya itu memberi keputusan. Biasanya Arga dapat dengan cepat memutuskan untuk menemui mitra bisnisnya kapan saja. Sebenarnya bertemu klien yang mendadak berkunjung bukan hal yang mengejutkan, hanya saja kliennya sekarang adalah pria paruh baya yang punya maksud tertentu terhadap atasannya itu. Reza tahu pasti itu. Gelagatnya sangat kentara. Menjodohkan putrinya dengan bosnya. 


Reza yakin bosnya saat ini sedang memikirkan cara untuk menghindar makanya banyak bertanya. 


"Makanya bos, jangan terlalu tampan dan mempesona. Jadi merepotkan diri sendiri 'kan karena banyak yang naksir?" batin Reza seraya mengulum senyumnya.


"Oke. Saya akan datang." jawaban Arga membuat mata Reza seketika membola.


Hah? Serius atasannya itu akan datang? Biasanya dirinya yang akan ditumbalkan mengganti atasannya itu. Reza sudah pasrah saja. Tapi yang didengarnya barusan membuatnya terkejut sekaligus lega. Apa rencana bosnya itu? 


"Anda sungguh ingin menemui Pak Fadhil?" tanya Reza memastikan.


"Kenapa? Apa kamu ingin menggantikan saya lagi? Ngga apa-apa kalau waktumu senggang." ejek Arga.

__ADS_1


Reza langsung menggeleng dengan kencang sambil mengibaskan sebelah tangannya.


"Bu-bukan begitu, Pak. Saya..." ucapan Reza terpotong.


"Sudahlah. Kali ini biar saya yang temui." putus Arga.


"Baik, Pak. Akan saya konfirmasikan." sahut Reza.


Arga memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Kembali menghampiri paket komplit sumber kebahagiaannya. Kali ini Tiara sudah tertidur. Mungkin karena lelah dan bosan ditambah perut yang kenyang. Pria tampan itu mendudukkan dirinya menempel di samping Hania. 


"Aku mau minta tolong." pinta Arga seraya menatap Hania.


"Apa?" tanya Hania seraya mengerjapkan mata kelincinya beberapa kali, membuat Arga gemas.


"Kenapa jadi genit? Kamu godain aku ya?" ledek Arga yang gemas melihat Hania mengerjapkan matanya.


"Siapa yang genit? Siapa godain?" Hania melirik Arga, sedikit sewot dikatai genit. 


Arga terkekeh melihat tingkah Hania itu. Cup. Tanpa bisa menahan lagi. Arga mendaratkan kecupan singkat di pipi kanan Hania.


"Mas, iih!" Kesal Hania.


Melihat Hania yang kesal Arga semakin tergelak. Sungguh wanita itu benar-benar membuatnya ingin terus menjahilinya.


Cup. Lagi-lagi Arga mengecup pipi Hania.


"Tuh 'kan? Mas yang genit, yang godain." gerutu Hania yang semakin kesal karena ulah Arga. Sementara Arga begitu menikmati setiap ekspresi yang muncul di wajah cantik itu.


"Ngga mau nolongin ah." ancam Hania.


"Eh? Jangan dong. Kamu harus bantu aku kali ini. Karena cuma kamu yang bisa." mohon Arga.


*******


Thanks for reading!


Like dan favoritkan ya supaya ngga ketinggalan ceritanya. 😊😊

__ADS_1


Vote juga tiap hari SENIN, sebagai bentuk dukunganmu untuk karyaku. 🤗🤗


__ADS_2