Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
100. universal studio


__ADS_3

Hari kedua di osaka rencananya hari ini akan ke universal studio. Setelah sarapan mereka pun langsung meluncur ke universal studio yang tak jauh dari hotel.


Kali ini Khayra membawa stroller agar Rayyan nyaman dan khayra pun bisa menikmati wahana yang ada. sampai di univesal studio Khayra benar-benar seperti anak seusianya langsung mencoba segala macam wahana.


Sedangkan ustad Gibran hanya dapat menghela nafas karena dari tadi di cuekin oleh Khayra. Khayra hanya sibuk dengan Rayyan dan juga wahana yang akan dia naiki. Khayra seakan lupa bahwa dirinya pergi dengan sang suami.


Mas Iqbal yang melihat adik iparnya dari tadi mukanya ditekuk karena dicuekin khayra.


" Resiko nikah sama bocah. Hahaha. " Mas Iqbal menepuk pundak ustad Gibran dan berbisik meledeknya.


" Rese. . . " Kesalnya.


Mereka berhenti bermain karena sudah memasuki jam makan siang dan juga mencari tempat untuk shalat dzuhur.


" Mas kok makananya cuma di aduk-aduk doang bukanya dimakan. " Ucap Khayra yang melihat ustad Gibran hanya mengaduk-aduk makanan yang mereka pesan.


Ustad Gibran hanya diam saja tak mempedulikan ucapan Khayra. Khayra langsung menatap ustad Gibran karena suaminya masih juga nggak mau makan.


" Kai, makanya kalau main ingat status! Ngambekkan bayi gede kamu." Celetuk mas Iqbal.


Khayra mengeryitkan keningnya karena bingung kenapa suaminya ngambek. Khayra sambil berpikir apa yang membuat suaminya ngambek. Akhirnya dia ingat kalau dari tadi dia hanya sibuk bermain wahana dan juga sibuk mengurus Rayyan kalau dia haus. Tanpa memperdulikan suaminya padahal dia pergi sama suaminya.


" Bodoh kamu kai ! Kenapa bisa lupa sih?" Gumam Khayra dalam hati.


" Maaf. . " Ucap Khayra sambil memeluk tubuh ustad Gibran yang berada di sampingnya.


" Jangan marah dong mas, kai benar-benar lupa. Saking kai axcited jadi maaf. " Lanjut Khayra.

__ADS_1


" Jangan di maafin bran, bisa-bisaaan lupa sama suami. " Ledek mas Iqbal.


" Mas Iqbal jangan ikut campur deh. " Kesalnya.


" Sudah-sudah kita lanjut makan. " Ucap ustad Gibran.


" Tapi mas udah nggak marah kan. "


" Iya udah. " Sambil mengecup kening.


" Wey dia malah mersaan lagi. Kalian nggak liat apa kami semua jomblo tahu bikin iri aja. " Omel mas Iqbal.


Tapi khayra hanya memeletkan lidahnya ke mas Iqbal.


Selesai makan kami masih melanjutkan menjajal wahana yang berada di universal studio. Mereka menjelajahi setiap wahana sampai malam tiba. Setelah makan malam mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Karena hari ini hari yang melelahkan bagi mereka. Setelah seharian muterin dan menaiki bermacam wahana.


" Mam. . MaM. . Mam. . " Celoteh Rayyan sambil memukul- mukul wajah Khayra agar bangun.


Khayra yang sangat nyaman tidur dipelukan sang suami. Apalagi setelah seharian bermain di universal studio. Tertidur dalam pelukan sang suami adalah hal yang paling nyaman. Tapi tidur Khayra terganggu saat ada yang memukul-mukul wajahnya.


Khayra dengan berat hati perlahan membuka matanya yang masih sangat ngantuk itu. Dilihat sang anak sudah berada di depan mukanya. Khayra langsung melepas pelukan suaminya dan langsung menarik Rayyan kedalam pelukannya lalu Khayra langsung menyusui Rayyan.


Ustad Gibran yang merasa istrinya melepas pelukannya langsung membuka matanya.


" Kenapa sayang?. " Tanya ustad Gibran dengan suara berat khas bangun tidur.


" Rayyan bangun mas, mas lanjut tidur aja. Atau mas mau shalat tahajud udah jam setengah empat kurang. " Ujar Khayra.

__ADS_1


Ustad Gibran pun bangun langsung meminum air yang sudah khayra siapkan di nakas samping tempat tidur. Ustad Gibran sama dengan Khayra saat bangun tidur harus minum air putih dulu.


Setelah itu ustad Gibran langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama ustad Gibran keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


" Bajunya sudah kai siapin, tungguin kai mas. " Ucap Khayra yang langsung masuk kedalam kamar mandi.


Ustad Gibran pun langsung memakai baju yang sudah disiapkan oleh sang istri. Setelah itu dia langsung mengelar sajadah untuknya dan juga untuk sang istri. Sambil menunggu sang istri ustad Gibran menghampiri anaknya yang kembali tertidur pulas setelah di susui oleh Khayra.


Sambil mengelus rambut Rayyan, Ustad Gibran merasa bersyukur dan juga merasa Allah sangatlah baik terhadapnya. Karana menghadirkan sosok Khayra dalam hidupnya dan juga Rayyan yang hadir karena buah cinta dirinya dengan khayra.


Dalam setiap doanya ustad Gibran selalu berdoa kepada allah. supaya dia bisa hidup bersama dengan sang istri, menua bersamanya. Bersama membesarkan anak-anak dan juga bisa berkumpul kembali di surga nanti.


" Mas ayo. " Ajak khayra yang melihat ustad Gibran melamun sambil mengelus rambut Rayyan.


Ustad Gibran langsung tersadar dari lamunannya dan langsung menghampiri Khayra untuk shalat.


Hari ini hari terakhir mereka berada di osaka setelah sarapan mereka memutuskan untuk langsung check out. Karena rencananya mereka akan ke tempat aquarium terlebih dahulu sebelum pulang.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih delapan belas menit mereka pun sampai di Aquarium Kaiyukan osaka. Setelah membeli tiket kami pun langsung masuk.


Rayyan langsung gembira ketika kita masuk ke dalam Aquarium. Rayyan terus berceloteh yang kita juga nggak mengerti bahasanya. Yang pasti Rayyan sangat senang terlihat dari matanya.


Dan Khayra berjanji setelah Rayyan sudah mengerti dia akan mengajaknya ke sini lagi.


Mereka tak begitu lama berada di Aquarium karena mereka harus mengantarkan mas Iqbal dan temannya terlebih dahulu. Sebenarnya mas Iqbal menolak karena nantinya mereka harus bulak balik. Tapi karena Khayra ingin tahu tempat tinggal sang kakak selama mengikuti pertukaran mahasiswa.


Setelah mengantar mas Iqbal merekapun langsung menuju ke stasiun walaupun masih sejam setengah lagi jadwal kereta mereka. Jadi mereka memilih untuk menunggu di restoran yang berada di dekat stasiun

__ADS_1


__ADS_2