
Setelah shalat Dzuhur mereka pun bersiap-siap untuk ke rumah mama dan papa. Mereka berjalan kaki menuju rumah orang tua ustad Gibran karena rumahnya nggak jauh dari hotel hanya lima menit berjalan.
" Ini gang rumah Michiko." ucap Khayra.
" Berarti nggak jauh ya Kai, kalau rumah mertua kamu." Tanya Tante Aisyah.
" Itu rumahnya." Tunjuk Khayra.
" Enak Kai rumahnya depan Taman." ucap Tante Mala.
Rumah orang tua ustad Gibran memang berada di depan taman persis.
Mereka pun sampai ke rumah orang tua ustad Gibran dan mereka di sambut oleh mama dan papa.
Mereka pun mengobrol sebentar baru mereka melanjutkan untuk makan siang. Setelah makan siang mereka melanjutkan untuk mengobrol.
Sehabis Ashar mereka pun kembali ke hotel. Mereka memutuskan untuk beristirahat karena besok malam acara lamaran & pertunangan Mas Iqbal dan Michiko akan di selenggarakan.
Setelah semua kembali ke hotel Khayra pun langsung memandikan ketiga anaknya. Setelah anak-anak rapi dan wangi Khayra pun memberikan anak-anak ke mbak Dewi, Mbak Ratih dan Mbak Ami.
Sore ini Khayra harus menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya walaupun dirinya kuliah secara online tapi dia sekali-kali harus ke kampus. Dan besok adalah jadwal dirinya ke kampus Jadi Khayra harus menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya yang berapa hari ini belum sempat Khayra kerjakan.
Menjelang magrib ustad Gibran masuk ke kamar dan Khayra tidak menyadari itu dirinya terlalu fokus dengan tugas-tugas kuliah. Sebenarnya dirinya sudah malas untuk melanjutkan kuliahnya, dirinya sudah amat nyaman menjadi ibu rumah tangga dan juga ibu untuk anak-anaknya. Tapi Abi memintanya untuk kuliah, Abi merasa sedih kalau dirinya tidak melanjutkan pendidikannya. Abi ingin anak-anaknya berpendidikan yang tinggi. Maklum sajalah secara Abi kan dulu seorang dosen jadi bagi dirinya pendidikan sangat penting. Walaupun saat ini Khayra sudah menjadi ibu begitu pun juga kedua adiknya Abi juga menginginkan mereka mempunyai pendidikan yang tinggi.
" Sayang serius banget sih." bisik ustad Gibran sambil mencium pipi kanan khayra.
" Astaghfirullahaladzim, mas ngagetin aja deh." Ucup khayra tersentak kaget saat ustad Gibran memeluk dari belakang saat Khayra sedang duduk di meja belajar di dalam kamarnya.
__ADS_1
" Maaf ya sayang mas udah bikin kaget." ucap ustad Gibran yang tak menyangka istrinya akan kaget.
" Istirahat dulu sudah mau magrib." ucap ustad Gibran lembut.
" Tapi mas tugas Khayra banyak."
" Nanti setelah anak-anak tidur mas bantuin "
" Tapi bukannya mas juga sibuk ngerjain kerjaan kantor."
" Tenang aja sayang besok mas cuti selama keluarga kamu di sini."
" terus perusahaan gimana?."
" Ada om Wisnu yang akan menangani."
" Mas serius kan."
" Pagi mas, jalan jam tujuh "
" Ya udah nanti mas antar kamu dulu baru mas ke hotel. Soalnya yang lain mau jalan-jalan tapi mas jemput Abi, umi, kakek, nenek sama Bu Nuri ke sini. Baru setelah itu ngajak mereka jalan-jalan. Nanti kamu kalau pulang kampus nyusul aja."
" Iya mas."
" Sudah, ayo siap-siap shalat magrib."
Khayra dan ustad Gibran pun siap-siap untuk shalat magrib berjamaah di mushola yang ada di rumah.
__ADS_1
Selesai shalat kami pun makan malam dan makan malam kali ini sangat ramai. Karena ada tambahan orang yaitu ada mas Radit, kak Gita, Maura dan om Wisnu. Sedangkan kak Hilman kali ini nggak ikut makan malam di rumah karena harus menyusul istri dan anaknya yang sedang berada di sedang berada di shibuya. Iya anak dan istrinya kak Hilman sudah seminggu berada di Jepang. istrinya kak Hilman sedang menjenguk temannya yang berada di Jepang.
Selesai makan Khayra Langsung pamit untuk menidurkan anak-anaknya sekalian mengerjakan tugas kuliah. Khayra beruntung anak-anaknya tidur cepat mungkin karena kecapekan main. Jadi Khayra bisa langsung mengerjakan tugas kuliahnya.
Sembari mengerjakan tugas kuliah Khayra terus saja menggerutu karena ustad Gibran sudah janji akan membantunya. Tapi sampai saat ini ustad Gibran tidak juga menampakkan batang hidungnya di kamar.
" Dasar mas Gibran rese katanya mau bantuin istrinya tapi mana?." gerutu khayra.
Tapi tanpa Khayra sadari ternyata ustad Gibran sudah berada di belakangnya. Ustad Gibran membawa nampan yang berisikan dua gelas, satu hot coklat untuk khayra dan satu gelas lagi kopi untuk dirinya dan tak lupa ustad Gibran juga membawakan bolen pisang dan juga bakpia tugu yang di bawa oleh kakaknya dari Indonesia.
" Udah ngedumel, ngerjain tugas apa lagi demo. Berisik banget."
" Astaghfirullahaladzim." khayra langsung berbalik dan melihat ustad Gibran sudah berdiri membawa nampan.
" Mas bikin kaget aja deh." omel Khayra.
" Habis kamu ngoceh terus dari tadi." ucap ustad Gibran sambil menaruh nampan di meja.
" Maaf, habis Kai kesal katanya mas bakal bantuin Kai tapi nggak muncul-muncul."
" Tadi mas di panggil papa dulu sebentar terus bikinin kamu hot coklat, ya udah mana yang mau mas bantuin."
" Makasih mas udah buatin Kai hot coklat, ini bantuin Kai." ucap Khayra sambil memberikan tugas Yang akan ustad Gibran bantuin.
Akhirnya Khayra mengerjakan tugas di bantu oleh ustad Gibran.
Keesokan harinya Khayra di antar ustad Gibran ke kampus. Ustad Gibran menurunkan Khayra di depan kampus karena dirinya sudah janjian dengan ketiga temannya.
__ADS_1
Sedangkan ustad Gibran langsung menuju hotel tempat keluarga Khayra menginap. Ustad Gibran lebih dulu mengantar Abi, umi, kakek, nenek dan Bu Nuri ke rumahnya sekalian menjemput Rayyan dan juga Dewi.
Kali ini tujuan mereka adalah ke temple asakusa. Mereka ingin melihat tempat tersebut yang memang cukup terkenal. Sebelum besok siang mereka pergi ke niseko terlebih dahulu baru. Ustad Gibran sengaja pergi ke niseko karena undangan adik mamanya untuk membawa keluarga Khayra ke sana. setelah itu baru ustad Gibran mengajak mereka ke Osaka.