Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
178. mengkhitbah


__ADS_3

Dania benar-benar nggak bisa tidur , Hatinya nggak tenang. Dania terus bolak balik di atas tempat tidur. Dia begitu bingung dan juga gugup, Walaupun semuanya menyambut positif akan lamaran ustad Khalid. Dan bohong kalau Dania tidak senang di lamar oleh ustad Khalid tapi dia juga bingung.


Dania pun mencoba untuk shalat istikharah terlebih dahulu sebelum memantapkan ke putusannya. Dirinya berharap semoga Allah menjawab semua keraguannya.


*****


Pukul sepuluh pagi ustad Khalid datang bersama dengan Kakek, Nenek, Tante Zafra, Om Alif dan anaknya serta ustad agung dan Ustad Ridho ke rumah orang tua angkat Dania.


Mereka semua saat ini berkumpul di ruang keluarga, Dania yang duduk di samping sang Mommy begitu Gugup dan keringat dingin membasahi telapak tangannya. Untungnya Mommy tahu kegugupan yang Dania Rasakan. Mommy pun terus menggenggam tangan Dania seakan mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih sebelum buat Gus Gibran dan keluarga. Yang sudah menyambut kami, Kedatangan kami ke sini sebenarnya ingin mengantarkan Nak Khalid. Dia ingin menyampaikan sesuatu kepada Gus Gibran dan keluarga. Ayo Khalid." Ucap ustad Agung.


" Bismillahirrahmanirrahim, Sebelumnya mohon maaf kalau kedatangan saya dan yang lainnya mengganggu Keluarga Gus Gibran. Dan kedatangan saya kesini sebenarnya punya niatan baik yaitu. saya mau mengkhitbah Dania untuk menjadi istri saya, pendamping hidup saya, menjadi makmum saya dan menjadi ibu dari anak-anak saya." Khalid mencoba menatap ustad Gibran, opa nya Dania dan juga Satu orang pria seumuran ustad Gibran yaitu Mas Radit suaminya kakaknya ustad Gibran.


" Mungkin saya terlalu cepat karena Dania sendiri masih sekolah. Tapi saya juga nggak mau terus saja memupuk dosa karena terus-terusan memandangi Dania. Kalau di tanya sejak kapan saya mencintai Dania. Sejak pertama kali say dan keluarga saya datang ke pesantren saat kyai Ibrahim dan istrinya meninggal. Dan hampir setahun ini saya mencoba untuk menunggu Dania lulus. Tapi karena hampir setiap kali bertamu saya malah merasa kian menumpuk dosa."


" Maaf kalau orang tua saya tidak ikut mendampingi dan saat lamaran resminya baru mereka akan datang." Ucap Khalid.


" Terima kasih ustad Khalid karena sudah jatuh hati kepada putri saya. Sebenarnya bukan saya yang berhak menerima kedatangan ustad Khalid. Karena saya hanya orang tua angkat Dan yang lebih berhak adalah kakaknya tapi karena Saat ini Sakti sedang kuliah di luar negeri. Tapi saya sudah cerita niat ustad Khalid datang ke sini." ucap Ustad Gibran.


" Dan kalau untuk jawaban atas Khitbahnya ustad Khalid sepenuhnya Saya serahkan ke Dania sendiri. Ayo Dania berikan jawaban kamu nak."

__ADS_1


Dania melihat ke Mommy dan Deddy nya, Setelah mendapat anggukan dari Mommy dan Deddy nya. Dania pun membuka suaranya untuk menjawab keputusannya.


" Bismillahirrahmanirrahim, Sebelumnya terima kasih karena Ustad Khalid sudah menaruh hati terhadap saya. Tapi jujur ini terlalu cepat buat Saya, Mohon maaf sebelumnya Kapan orang tua ustad Khalid datang." Tanya Dania


" Kemungkinan lusa Meraka baru tiba."


" Kalau boleh Dania akan menjawabnya nanti begitu ada kedua orang tua ustad Khalid. Dania punya alasan kenapa tidak saat ini memberikan jawabannya. Jujur baru semalam Dania shalat istikharah. Dan Alhamdulillah Allah langsung memberikan jawabannya. Tapi izinkan Dania untuk melakukan shalat istikharah lagi. Agar Dania bisa lebih memantapkan hati Dania." Ucap Dania. sopan.


" Bagaimana nak Khalid?." Tanya Abi.


" Insyaallah saya nggak keberatan dan Hari Rabu saya akan datang lagi dengan kedua orang tua saya. Semoga Jawabannya nanti terbaik buat saya. " ucap Khalid.


Akhirnya mereka pun menyantap makanan yang sudah di sediakan. Setelah makan dan ngobrol sebentar sedangkan Khalid, ustad Ridho dan ustad agung pamit pulang.


Untuk Abi, umi, Zafra dan keluarganya tetap tinggal di rumah Khayra. Karena setelah ini mereka akan pergi ke acara syukuran tujuh bulanan sepupunya ustad Gibran.


Dalam perjalanan pulang ustad Agung dan ustad Ridho terus menyemangati Khalid.


Sampai rumah Khalid langsung bergegas menelpon kedua orang tuanya agar segera datang ke Indonesia.


" Assalamualaikum."

__ADS_1


" Walaikum salam Abi."


" Bagaimana nak apa jawaban dari Dania?." Tanya Rasyid, Abinya Khalid.


" Dania belum ngasih jawabannya Abi tapi insyaallah dia akan menjawab saat nanti Khalid datang bersama orang tua Khalid bi. Abi sama umi jadi datang kan kesini."


" Insyaallah nak besok kami akan berangkat, Jadi kamu atur saja hari apa kita akan ke rumah Dania. Biar nanti umi kamu bisa menyiapkan keperluan untuk melamar."


" Khalid sudah bilang hari Rabu bi."


" Baiklah, Percayalah nak dia minta waktu untuk menjawab bukan karena dia ingin menolak tapi dia ingin memantapkan hatinya."


" Iya Abi, Dania juga bilang seperti itu dia sudah melakukan shalat istikharah dan sudah mendapatkan Jawabannya. Tapi Karena baru sekali dia melakukannya jadi dia belum yakin bi."


" Ya sudah kalau mau berangkat Abi akan kabari."


" Iya bi salam buat umi dan semuanya. Assalamualaikum."


" Iya nanti Abi akan sampaikan, Walaikum salam."


Setelah menelpon Abinya Khalid pun memilih untuk beristirahat. Karena Dari semalam dirinya tidak tidur dengan nyenyak Khalid Takut kalau di tolak oleh Dania.

__ADS_1


__ADS_2