Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
117. Rayyan punya adik


__ADS_3

Khayra baru bergabung di meja makan setelah Rayyan di jaga teh Rika. Baru saja duduk tiba-tiba Khayra merasa perutnya sangat mual. Saat Mbak Imah menaruh ikan goreng di meja makan.


Karena sudah tidak tahan ingin muntah Khayra segera berlari ke kamar mandi.


Hoek...Hoek..


Ustad Gibran yang mendengar Khayra muntah-muntah Segera menyusulnya ke kamar mandi. Dan benar saja ustad Gibran sedang melihat Khayra muntah-muntah. Ustad Gibran pun segera menghampiri dan memijat tengkuknya.


" Kamu kenapa sayang?"


" Nggak apa-apa kok mas."


Khayra pun segera berkumur dan membasuh muka. Setelah itu Khayra pun kembali ke meja makan. Tapi saat sampai meja makan Khayra yang mual mencium bau ikan langsung minta di singkirkan.


" Nak kamu nggak apa-apa ? ' tanya umi.


" nggak apa-apa kok umi, umi ikannya bisa di singkirkan gak soalnya Kai mual nyium bau ikan."


Umi pun membawa ikannya ke dapur, Baru lah Khayra bisa duduk dengan tenang.


" Nak kayanya kamu hamil deh." ucap umi saat kembali duduk


Semua orang yang berada di meja makan kaget terutama ustad Gibran.


" Kayanya umi, Soalnya Kai juga lupa kapan terakhir datang bulan."


" Sayang kamu beneran hamil." ucap ustad Gibran sambil memeluk Khayra yang berada di sampingnya.


" Belum tahu mas tadinya Kai mau periksa pakai testpack dulu. Tapi karena semua sudah tahu lebih baik periksa aja ke rumah sakit biar lebih jelas."


" Ya udah sayang nanti habis sarapan kita ke rumah sakit."


" Nanti aja mas jam sepuluhan, sekalian ajak Rayyan jalan-jalan."


" Zahra ikut ya kak."


" Mas Iqbal juga dek siap kok mas jadi supir."


" Iya, Zafra sama Alif nggak mau ikut juga."


" mau kak." jawab Zafra.

__ADS_1


" Kalian mau kemana emangnya." tanya Abi


" Kai mau ngajak ke kebun binatangnya bi."


" Gimana kalau kita ikut juga mi? Mumpung formasi lengkap." ujar Abi.


" Boleh."


Akhirnya pukul sepuluh mereka pun pergi ke kebun binatang dengan menggunakan dua mobil. Tapi sebelumnya mereka mampir dulu ke rumah sakit untuk periksa Khayra. Sampai di rumah sakit Khayra dan ustad Gibran di temani oleh umi pergi ke dokter kandungan. beruntungnya rumah sakitnya punya sang kakek jadi Khayra tak perlu antri lagi.


" Assalamualaikum dokter rindi."


" Walaikum salam dokter Khodijah, mari silahkan masuk."


Umi, khayra dan ustad Gibran pun masuk ke dalam ruangan dokter rindi.


" Oh ini ya yang mau di periksa."


" Iya dok, Saya Khayra."


" Oh baiklah, Mbak Khayra sudah di cek lewat testpack belum."


" Terus mbak Khayra kapan terakhir datang bulan."


" Itu dia dok saya lupa kapan terakhir Kayanya sudah lama deh."


" Ya udah kita USG aja ya."


Akhirnya khayra pun di USG untuk mengetahui hamil atau tidaknya khayra dan juga untuk mengetahui berapa usia kandungannya saat ini kalau benar-benar Khayra hamil.


Dokter rindi pun melakukan USG pada perut Khayra.


" Selamat ya mbak Khayra dan mas nya. Mbak Khayra saat ini benar sedang hamil. di sini terdapat titik hitam Tunggu dulu tapi ada dua titik hitam di sana. Jadi sudah di pastikan Mbak Khayra hamil anak kembar."


Khayra Langsung menatap monitor dengan terharu, Khayra tak menyangka akan hamil anak kembar.


Sedangkan ustad Gibran yang mendengar kalau Khayra hamil anak kembar.


" Makasih sayang.' ucap ustad Gibran sambil mencium tangan Khayra.


" Untuk usia kandungannya sudah memasuki bulan ke sembilan. Dan kondisi kandungan baik tak ada masalah."

__ADS_1


Khayra pun selesai di periksa kini kembali duduk di meja kerjanya dokter rindi.


" Mbak Khayra ada Keluhan nggak."


" Nggak ada sih dok cuma semalam sama tadi pagi aja muntah-muntah."


" Ya sudah kalau begitu saya tuliskan resep vitamin ya mbak."


" Makasih dok, assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Setelah menebus resep vitamin ustad Gibran, Khayra dan umi kembali menuju mobil.


" Gimana nak apa kata dokter?." tanya Abi ketika mereka sampai dekat mobil.


" Alhamdulillah Abi akan nambah cucu."


" Alhamdulillah ya Allah, makasih nak." ucap Abi sambil memeluk Khayra.


Kakak, adik dan adik iparnya memberikan ucapan selamat ke ustad Gibran dan Khayra.


" Oh iya Iqbal, Zafra, Zahra dan Alif berarti nanti kalian langsung aja ke kebun binatangnya nanti ketemuan di sana soalnya kita mau mampir dulu ke supermarket beli susu formula buat Rayyan."


" Kita ikut aja umi. sekalian beli jajanan." ucap Zahra dan dianggukin dengan yang lain.


Akhirnya mereka pun mampir ke supermarket milik Khayra. Dan beruntung supermarket tersebut milik Khayra. jadi Khayra bisa minta tolong bagian dapur supermarket Agar dia bisa merebus botol susu yang akan di gunakan oleh Rayyan.


Setelah apa yang di butuhkan untuk dibawa ke kebun binatang. Mereka pun meninggalkan supermarket menuju ke kebun binatang.


" Mi, Nanti kalau Rayuan nggak cocok sama susunya gimana mi."


" Ya tinggal di ganti nak."


Tak lama Rayyan yang duduk di depan dipangkuan Abi minta susu. Khayra pun mengambil Rayuan dan di dudukkan di sampingnya. Sedangkan umi membuatkan susu untuk Rayyan. Alhamdulillah Rayyan tak menolak meminum susu formula.


Sampai kebun binatang sudah waktunya shalat Dzuhur. Khayra dan umi berganti shalat agar ada yang menjaga Rayyan.


Dan Kami pun Masuk kedalam kebun binatang, Mereka menikmati bermacam jenis binatang. Rayuan yang pertama kali pergi ke kebun binatang . Rayyan sangat senang terus saja berceloteh sambil menunjuk-nujuk binatang yang ada.


Menjelang magrib mereka sudah sampai di pesantren.

__ADS_1


__ADS_2