
Setelah kemoterapi keadaan mbak sari benar-benar tidak baik. Dan Sari pun Harus di larikan ke ruang ICU, Dokter imam juga sudah memberitahukan dokter Fachri kemungkinan terburuknya dan meminta dokter Fachri untuk ikhlas.
Dokter Fachri sedang menemani sang istri yang sedang terbaring lemah.
" Mas..." Panggil sari lemah.
" Iya, ada apa? ada yang sakit." Tanya dokter Fachri.
" Mas, Sari sudah nggak sanggup Sari capek Mau istirahat panjang."
" Mas boleh nggak sebelum Sari pergi, Sari ada permintaan Sari harap mas mau mengabulkannya. Jadi sari akan tenang perginya."
" Kamu ngomong apa sih, kamu harus kuat ada Chantika yang sedang nunggu kamu."
" Mas Sari udah nggak kuat."
" Kamu harus berjuang sari demi Chantika."
" Mas, Maafin aku Karena aku hamil jadi mas terpaksa nikah dengan aku dan harus meninggalkan kekasih mas. Sedangkan laki-laki itu memilih pergi dan tak mau bertanggung jawab."
" Sudahlah Sar, jangan lagi di ungkit mas ikhlas kok menikah dengan kamu. Dan mas menyayangi Chantika sepertinya anak kandung mas sendiri."
" Mas sebelum Sari pergi Sari pingin mas menikahi Zahra. Karena Sari percaya Zahra bisa menjaga dan menyayangi kamu dan Chantika."
" Jangan gila kamu Sari, Zahra itu siapa dek. Zahra bukan orang sembarangan." ucap dokter Fachri kesal.
" Sudah sekarang kamu nggak usah mikirin apa-apa fokus kesembuhan kamu aja." Ucap Dokter Fachri sambil berlalu pergi.
*****
" Sus, maaf bisa minta tolong panggilkan dokter Khadijah saya mau bertemu dengannya." ucap Sari.
" Maaf Bu, ini kan hari Minggu Jadi dokter Khadijah nggak datang ke rumah sakit." jelas suster.
" Terima kasih."
__ADS_1
Siang harinya dokter Imam datang senggaja untuk memeriksa kondisi Sari.
" Dok, Saya tahu usia saya nggak akan lama lagi. Saya boleh minta tolong." ucap sari.
" Katakanlah mau minta tolong apa? kalau Memang bisa saya Bantu." ucap dokter Imam iba.
" Sebelum saya pergi saya ingin menyaksikan mas Fachri menikahi Zahra. Karena saya yakin Zahra bisa menjaga dan menyayangi mas Fachri dan Chantika anak saya. Saya mohon bantu saya dok mewujudkannya."
" Maafkan saya tapi saya nggak bisa bantu kamu kalau untuk yang itu. Walaupun Zahra keponakan saya tapi orang tuanya lah yang berhak." Jelas dokter Imam yang iba dengan kondisi Sari saat ini.
" Saya tahu dok, Saya cuma minta tolong pertemukan saya dengan kedua orang tua Zahra secepatnya karena saya sudah nggak sanggup." ucap Sari memohon.
" Baiklah saya coba telpon dulu."
Dokter Imam pun menelpon Abi dan mengatakan kalau Sari ingin bertemu dengan dirinya dan juga istri. Dan mereka janji akan datang sekarang menemui Sari setelah Dokter imam mengatakan keadaan yang sebenarnya kepada sepupunya itu.
" Sari saya sudah bicara dengan Abi nya Zahra dan mereka bersedia datang sekarang."
" Terima kasih dong." ucap Sari sedikit bahagia.
Satu jam kemudian Abi Azam dan umi Khadijah pun sampai di rumah sakit. Dan Langsung menemui Sari diantar oleh dokter Imam.
" Assalamualaikum, Sari ini orang tua Zahra sudah datang." ucap dokter Imam menghampiri brankar Sari.
" Walaikum salam, Terima kasih ibu sama bapaknya Zahra sudah mau datang."
" Sama-sama Sari, Kata dokter Imam ada yang ingin kamu sampaikan."
" Iya, Saya punya permintaan semoga kalian dapat mengabulkannya." Sari menatap kedua orang tua Zahra dengan tatapan memohon.
" Apa itu sari kalau kami bisa kami pasti akan mengabulkannya."
" Mungkin ini konyol tapi Waktu saya sudah tidak banyak. Saya mau Zahra dan mas Fachri menikah sebelum saya pergi."
Umi dan Abi kaget dengan omongan Sari.
__ADS_1
" Saya melihat Chantika sangat lengket dengan Zahra. Dan saya percaya Zahra bisa menjadi ibu yang baik untuk Chantika."
" Kalau alasan kamu Chantika tanpa harus Zahra menikahi suami kamu. Zahra pasti akan menyayangi Chantika." potong umi.
" Tidak Bu, Entah kenapa saya bisa melihat bahwa mas Fachri menyukai Zahra. "
" Bagaimana bisa kamu tahu dokter Fachri menyukai anak saya." Tanya umi.
" Mungkin mas Fachri belum menyadarinya tapi dari matanya saya bisa melihat ada cinta saat mas Fachri menatap Zahra. Dan sorot mata itu yang tidak pernah saya dapati selama kami menikah." ujar Sari sedih.
" Mas Fachri adalah anak angkat papa saya. Mas Fachri seorang anak yatim-piatu yang di sekolahkan oleh papa sampai menjadi dokter. Kami cukup dekat tapi sebagai kakak adik, kami cukup kompak. Tapi setelah menikah hubungan kami justru berjarak."
" Dulu mas Fachri sangat mencintai seorang wanita temannya saat saat dan mereka berpacaran. Begitu juga dengan saya, Saya sangat mencintai seorang lelaki dan kami pun berpacaran. Sayang pacaran saya dengan pacaran saya sungguh tidak sehat. Saya sering melakukan hubungan suami istri dengan pacar saya. Dan suatu hari ternyata saya hamil, saya pun meminta pertanggungjawabannya tapi laki-laki itu dan orang tuanya menolak untuk bertanggung jawab. Dan membuat Ayah saya terkena serangan jantung." Sari berhenti sejenak menghapus air matanya.
" Saat itu saya cukup syok dan merasa bersalah. Saya takut kehilangan ayah saya karena saya hanya punya ayah dan mas Fachri saja. Sebelum ayah meninggal beliau meminta Mas Fachri untuk menikahi saya. Karena merasa berhutang Budi mas Fachri pun menyetujui. Kami pun menikah dihadapan jenazah ayah saya. Dan saat ini saya ingin mas Fachri menemukan kebahagiaannya dan saya percaya Zahra adalah kebahagiaannya. Saya mohon..." Ucap sari terus memohon kepada orang tua Zahra.
Kedua orang tua Zahra pun iba melihatnya Tapi mereka juga nggak mau gegabah mengambil keputusan. Karena Zahra adalah anak gadisnya yang paling kecil dan mereka bertanggung jawab atas kebahagiaannya kelak.
" Maaf nak Sari kami belum bisa menjawabnya sekarang kami perlue diskusikan ini dulu ke keluarga besar." ucap Abi.
" Saya mohon pak, saya sudah nggak kuat orang tua saya sudah datang mau menjemput." Ucap Sari sangat berharap keluarga Zahra mau memenuhi keinginannya.
" Kami harus diskusikan dulu ke Zahra dan keluarga besar saya. Besok istri saya yang akan memberitahu nak Sari."
" Terima kasih saya tunggu."
Abi dan umi pun pulang tapi sebelumnya mereka berdiskusi dulu dengan dokter Imam. Dan akhirnya dokter imam pun ikut ke pesantren.
Abi pun mengumpulkan semua keluarganya di rumah orang tuanya. Dan Alhamdulillah semuanya dapat hadir.
Setelah semua kumpul Abi pun langsung menjelaskan tentang permintaan Sari.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Di tunggu ya hari ini Double up lagi....
__ADS_1