Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
269. END


__ADS_3

Acara resepsi Zafira dan Bagas berlangsung dengan mewah dan megah. Banyak tamu undangan yang hadir baik itu para pengusaha, Ulama, para dokter, Para pengajar, Karyawan, Sahabat, Teman dan masih banyak lagi.


Apalagi Zafira adalah cucu kandung satu-satunya keluarga al-Fatir dari ustad Gibran. Walaupun sebelumnya ustad Gibran dan khayra sudah pernah membuat pesta pernikahan untuk Dania dan Sakti.


Tapi Kali ini beda karena baik keluarga ustad Gibran maupun keluarga Khayra. Begitu ingin ikut berpartisipasi dalam acara ini. Apalagi yang belum menikah tinggal anak cowok yaitu Rayyan dan Zafran yang sudah pasti. Nantinya pihak perempuan lah yang akan repot mengurusnya.


Tapi ustad Gibran dan juga khayra juga tak henti-hentinya berdoa semoga secepatnya Rayyan dan Zafran cepat mendapatkan jodohnya.


Acara resepsi berlangsung cukup lama karena undangan yang banyak. Hingga larut malam acara baru selesai.


****


Keesokan harinya semua keluarga sarapan bersama sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. Tak kecuali pengantin baru karena mereka juga akan ikut pulang.


Dan baru besok mereka akan pergi berbulan madu ke labuan bajo.


Menjelang siang barulah mereka sampai di rumah. Dan mereka langsung menuju kamar masing-masing.


" Mas Bagas jangan salah kamar nanti masuknya ke kamar biasa lagi." Ledek Zafran.


" Kalau itu nggak akan Fran soalnya udah kaya magnet Fran kalau nggak sesuai langsung ketarik." balas Bagas.


" Sekarang bawaannya mau nempel terus ya mas." Ucap Zafran


" Yoi Fran makanya nikah."


" Sombong, Baru jadi suami sehari aja sok pamer." Celetuk Rayyan yang kebetulan lewat mau ke kamarnya.


" Nggak apa-apa sombong yang penting sekarang udah nggak takut dosa kalau mau peluk-peluk Princess." Balas Bagas padahal yang di ajak ngomong Sudah masuk kamar.


" Udah masuk sana mas nanti princess kelamaan nunggu nggak dapat jatah loh." Ucap Zafran yang juga pergi ke kamarnya.


Akhirnya Bagas pun masuk ke kamar Zafira.


Ceklek...


Bagas pun masuk ke dalam kamar Zafira, Ini kali pertamanya dia masuk. Padahal dia sudah sering menginap di sini tapi sama sekali dia tidak pernah masuk ke kamar perempuan. Hanya kamar Sakti, Rayyan dan Zafran saja.


Bagas masuk dan melihat istrinya sedang tertidur di kasur. Padahal belum lama Zafira masuk kamar tapi sudah tertidur saja.


Bagas pun menutup pintu kamar Zafira pelan agar tak membangunkan istrinya. Dan Bagas pun berjalan mendekat dan ikut naik ke ranjang dan ikut bergabung dengan Zafira.

__ADS_1


Bagas tiduran di samping Zafira dan langsung memeluk tubuh istrinya. Setelah itu Bagas mencium leher Zafira, Wanita itu terganggu karena tidurnya di usik.


" Mas bagas rese banget sih, Fira ngantuk tahu." rengek Zafira tapi tetap memejamkan matanya.


" Biarin lagian kamu suami di anggurin malah di tinggal tidur." Ucap Bagas yang masih terus menciumi leher Zafira.


Karena kesal tidurnya di ganggu Zafira pun yang tadinya tidur membelakangi Bagas. Langsung berbalik menghadap Bagas dan kini dia yang gantian memeluk Bagas.


" Yang jangan begini." Bisik Bagas.


Tapi Zafira diam saja.


" Yang ...."


" Mas Bagas bisa diam nggak sih Fira benar-benar masih ngantuk." ucap zafira sebal.


" Iya...iya maaf tapi kalau kamu begini aku nggak tahan kalau nggak nerkam kamu sekarang sayang." Ucap Bagas lirih karena menahan hasratnya.


Bagas memang belum unboxing Zafira sudah menahan hasratnya sudah dari semalam. Sebenarnya bisa saja Bagas meminta haknya pada malam pertama semalam. Tapi melihat wajah lelah Zafira Bagas pun tak tega. Jadi Bagas berencana akan meminta haknya pas honeymoon nanti.


" Apaan sih mas please Fira ngantuk banget biarin Fira tidur ya ." Ucap Zafira memohon.


saat adzan Dzuhur berkumandang Zafira pun baru bangun. Membuka matanya dan langsung bangun dan duduk. Bagas yang melihat istrinya bangun hanya tersenyum.


" Sudah sayang tidurnya sudah puas." Ucap Bagas yang ternyata mengagetkan Zafira.


" Astaghfirullahaladzim, Mas Bagas ngapain di sini." Ucap Zafira panik yang langsung mengambil bedcover untuk menutupi kepalanya yang tidak tertutup hijab.


" Ngapain kamu kaya gitu yang jangan bilang kamu lupa kamu sudah menikah." Ucap Bagas sambil turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Sesaat Zafira pun langsung menepuk jidatnya bagaimana dia bisa lupa. Dan melihat Bagas langsung pergi begitu saja masuk ke kamar mandi. Zafira pun ketakutan kalau Bagas marah kepadanya.


" Mas Bagas pasti marah deh." Ucap Zafira sambil turun dari ranjang dan menuju ke arah kamar mandi.


Sudah berada di depan kamar mandi Zafira langsung mengetuk pintu kamar mandi.


Tok...tok ..tok...


" Mas Bagas buka pintunya." Teriak Zafira.


Bagas yang sedang membersihkan diri pun terganggu karena Zafira terus saja mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek...


Bagas pun membuka pintu sedikit karena saat ini dirinya tak memakai apapun


" Apa sayang kenapa teriak -teriak sih?." ucap Bagas.


" Hehehe mas Bagas marah ya." Tanya Zafira.


" Nggak sayang mana bisa mas Bagas sama kamu. Udah dulu mas Bagas mau lanjut bersih-bersih mau shalat Dzuhur takut di tunggu Deddy sama opa. Atau kamu mau ikut masuk juga dengan senang hati kalau gitu." Goda Bagas.


" Ih nggak..nggak Fira nanti aja." Ucap Zafira salah tingkah.


" Ya sudah." Bagas pun menutup pintu dan Bagas tertawa di dalam kamar mandi melihat wajah panik istrinya.


****


Kini semua sudah berkumpul untuk makan siang. Zafira yang sudah di ajarkan oleh Mommy nya bagaimana mengurus suami.


Seperti saat ini Zafira mengambilkan makan Bagas terlebih dahulu. Seperti Mommy dan Oma nya yang pasti akan mengambilkan makan untuk opa dan Deddy terlebih dahulu.


Sedangkan Khayra yang melihat perlakuan terhadap Bagas. Khayra sangat senang karena putri bungsunya memuliakan Bagas sebagai suaminya.


Khayra dan ustad Gibran benar-benar Merasa lega karena putri bungsunya sudah menemukan pendamping hidupnya. Sedangkan untuk Rayyan dan Zafran Khayra dan ustad Gibran tidak terlalu khawatir karena mereka itu cowok. Jadi ustad Gibran dan Khayra percaya mereka berdua akan memilih pendamping hidup mereka yang baik.




☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️



Sampai sini dulu ya kita lanjut dengan cerita anak-anak dari ustad Gibran dan juga khayra.



Cerita selanjutnya tentang Bagas dan Zafira di tunggu ya...



Terima kasih karena sudah membaca karya author yang masih banyak kekurangan 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2