
pukul delapan malam khayra baru balik lagi ke rumah.
" assalamualaikum." ucapku ketika masuk rumah.
" walaikum salam." jawab mereka karena sedang berada di ruang tv.
" baru pulang kamu Kai." tanya Abi.
" iya bi."
" sekarang kamu bersih-bersih dulu terus makan malam " ucap umi.
" Kai sudah makan di dapur pesantren umi."
" ya sudah."
" kai ke kamar dulu ya umi."
aku pun masuk ke kamar untuk mandi dan ganti baju. setelah itu aku pun kembali turun menuju dapur mau ngambil minum dan juga cake yang di kasih ustad Gibran. khayra pun langsung membuka kulkas ternyata cake nya tidak ada.
" umi, lihat cake Kai nggak." teriak Kai menghampiri umi di ruang tv
" Kai jangan teriak-teriak." tegur Abi.
" maaf Abi." " umi lihat cake aku nggak?" tanya khayra.
" cake yang di box kak." bukan umi tapi Zahra yang jawab.
" iya."
" tadi aku sama zafra yang makan." ucap Zahra tanya dosa.
" kenapa di makan sih dek? kenapa nggak tanya kakak dulu sih? ih nyebelin." kesal khayra.-
" maaf kak biasanya kakak nggak marah kita makan cake kakak." ucap Zahra takut-takut.
" tapi ini beda Zahra harusnya tuh kamu tanya kakak dulu jangan main makan aja nggak sopan tahu." ucap khayra dengan nada tinggi.
" maaf kak." jawab mereka serempak
__ADS_1
" sudah ya kak, adik nya sudah minta maaf mereka nggak tahu biasanya kak kamu nggak pernah marah.?" ucap umi lembut.
" tapi umi."
" sudah nanti Abi beliin lagi." potong Abi.
" bukan begitu Abi tapi cake itu di kasih buat kai ." ucap khayra.
" besok Abi beliin lagi cake yang sama."
" tapi Abi."
" Kai."
" ih..." kai pun langsung pergi ke kamar. dia kesal karena cake dari ustad Gibran di makan
nggak lama pintu kamar kai di ketuk oleh umi.
" nak buka pintunya." ucap umi di depan pintu.
" kai ngantuk umi." jawab kai dari dalam dia masih kesal sama kedua adiknya.
" kak Kai marah ya mi." ucap zafra yang merasa bersalah.
" nggak kakak kamu cuma kesel aja. biarin aja dulu nanti kalau keselnya hilang dia biasa lagi." ucap umi.
zafra dan Zahra hanya mengangguk.
di dalam kamar kai yang sedang kesal pun memilih untuk membaca novel. tak lama ustad Gibran video call.
" assalamualaikum." muncul wajah tampan ustad Gibran di layar ponsel kai
" walaikum salam."
" kenapa."
kai hanya menggeleng.
" sudah selesai tugasnya?."
__ADS_1
" sudah."
" sudah makan."
" sudah, ustad sendiri."
" tadi perasaan manggilnya aku kamu deh."
" tadi kan ada teman-teman kai. ustad lagi apa?."
" lagi mandangin kamu."
kai pun langsung tertawa mendengar ustad Gibran yang kaku bisa menggombal.
" kenapa ketawa."
" ustad nggak pantes ngegombal tahu."
" masa."
Aku hanya mengangguk.
" cake nya sudah di makan."
" maaf, cake nya di makan sama zafra dan Zahra."
" ya udah nggak apa-apa, besok mau di beliin apa?'
aku menggeleng.
" mau cake box lagi."
" nggak usah. kai nggak mau apa-apa kok."
" ya sudah tidur gih sana nanti telat bangun buat tahajud loh."
" iya. assalamualaikum."
" walaikum salam."
__ADS_1
selesai video call Kai terus saja tersenyum bahagia. karena tak mau nanti telat bangun untuk tahajud kai pun memilih untuk tidur.