
Hari ini Zafran dan Zafira akan berangkat ke London untuk melanjutkan study nya. Namun mereka bukan hanya berdua saja tapi juga ada Keluarganya yang ikut.
Dan yang ikut ke sana sudah tentu Mommy dan Deddy nya di tambah ke dua keponakannya yang di minta untuk ikut tapi sayang kak Dania dan kak Khalid tidak bisa ikut karena ada sesuatu yang harus kak Khalid urus.
Dan tak ke tinggalan mas Sakti dan kak Amara juga ikut serta. Sedangkan Oma dan opanya tidak ikut. Karena opa dan Oma ada acara sendiri.
" Mas Sakha sama dek Shanum nanti di sana jangan rewel harus nurut, jangan cengeng,." Pesan Dania.
" Iya umi." jawab Sakha.
" Mom titip Sakha dan Shanum ya." ucap Dania.
" Sudah pasti sayang."
Setelah berpamitan mereka pun langsung masuk dan menyisakan Khalid dan Dania saja.
Mereka pun di persilahkan untuk masuk ke dalam pesawat pribadi nya.
Khayra mengajak kedua cucunya untuk beristirahat di kamar.
" ma de au cucu." Ucap Shanum.
" Oh mau susu ya, nih Oma sudah siapin." Khayra pun memberikan botol susu untuk Shanum.
" Mas Sakha mau susu juga nggak." Tanya Khayra.
" Mau Oma mas Sakha ngantuk."
" Emang mas Sakha nggak tidur siang." Tanya Khayra
" Nggak Oma soalnya mas Sakha nggak sabaran naik pesawat." jawab bocah tampan itu
" Nih susu nya mas." khayra memberikan segelas susu hangat untuk Sakha.
" Sudah ya pada bobo ya." Kedua anak itu pun mengangguk.
__ADS_1
Setelah perjalanan yang memakan waktu yang lama akhirnya mereka pun sampai di Heathrow London.
" Ayo sayangnya Oma kita turun ." Ajak khayra ke kedua cucunya.
" Mas Sakha sini Tante Amara tuntun." Sakha pun menghampiri tantenya itu.
Sedangkan Shanum berada di gendongan Khayra.
Setelah menunggu barang-barang mereka, mereka pun ke luar bandara. Mereka di jemput oleh sepupunya ustad Gibran Tammy dan juga suaminya Morota.
" Akhirnya sampai juga ya." Ucap Tammy memeluk Khayra.
" Ini siapa? " Tanya Tammy sambil mencium gemas pipi Shanum.
" Ini anaknya Dania yang nomor dua, Ayo dek Salim sama Oma tammy."
" Aku Anum Oma." Ucap Shanum.
" Hah siapa namanya?." Tanya Tammy yang nggak mengerti.
" Namanya Shanum tam."
" Loh kenapa namanya sama kaya mami." ucap Tammy
Orang tua tammy adalah adik nomor tiga mama tepat di bawah mama. Dan bernama Shanum makanya Tammy kaget namanya sama dengan maminya.
" Wah mami pasti kaget nih cucu buyutnya namanya sama." Ucap Tammy.
" Mas Sakha Salim dulu sama Oma Tammy." Panggil Khayra.
" Namanya siapa?." Tanya Tammy.
" Sakha oma.'
" Gantengnya."
__ADS_1
" Kalau ini siapa Kai?." Tanya Tammy ke Amara.
" Ini istri aku Tante." Bukan Khayra yang jawab tapi Sakti yang jawab.
" Oh istrinya sakti masih muda ya kok mau sih sama sakti." Goda Tammy.
" Ihs...Tante Tammy jelas mau lah sama Sakti." ucap Sakti sedangkan Amara hanya tersenyum saja.
" Hallo saya Tammy tantenya Sakti, Maaf loh lagi kalian nikah Tante nggak bisa datang." Ucap Tante Tammy.
" Iya Tante nggak apa-apa, Salam kenal juga Tante." ucap Amara.
Setelah itu kami pun masuk mobil dan langsung menuju apartemen. Untungnya ustad Gibran sudah membeli apartemen jauh sebelumnya. Karena ustad Gibran selalu membeli properti di negara dimana di sana ada saudara yang tinggal di sana.
Alasannya supaya tidak harus menginap di hotel kalau sedang berkunjung.
Dan seperti saat ini mereka nggak harus pusing untuk memikirkan tempat tinggal lagi.
Tapi sebelumnya mereka mampir ke tempat makan untuk sarapan terlebih dahulu.
Khayra dengan telaten menyuapin cucunya Shanum makan. Sedangkan Sakha dia sudah terbiasa makan sendiri.
Setelah sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen.
Sampai apartemen mereka pun langsung beristirahat. Tante Tammy dan om Morota juga pamit pulang. Dan mereka mengundang untuk makan malam di rumahnya.
" Mom nanti siang kita makan apa? Nggak sebaiknya kita belanja dulu." Ucap Zafira.
" Nanti sore aja fir kita istirahat dulu, buat makan siang kita delivery aja." Jawab Khayra.
" Oh iya Luna sama Bagas besok Sampai jam berapa?." tanya ustad Gibran.
" Mereka sampai siang ded." Jawab Zafran.
" Ya udah biar nanti supir yang jemput."
__ADS_1