
Ustad Gibran yang mendapat laporan dari anak buahnya tentang kejadian di cafe. Ustad Gibran pun langsung menghubungi om Juna untuk memberitahu rencananya. Karena ustad Gibran nggak mau sampai terjadi hal yang buruk terjadi dengan keponakan istrinya.
Tapi sebelumnya ustad Gibran sudah bercerita terlebih dahulu ke istri, anak dan juga orang tuanya tentang rencananya dan Alhamdulillah mereka mendukung.
" Hallo Jun, ganggu nggak." Tanya ustad Gibran begitu tersambung
" Nggak santai aja , Ada apa? Apa ada sesuatu yang membahayakan yang terjadi pada Chantika." Tebak Juna
" Yap, Tadi saat Chantika sedang makan di cafe ada orang yang mendekati mobil Chantika dan mencoba melakukan sesuatu ke mobil Chantika. Pas tadi orang aku mengecek mobilnya ternyata selang bensinnya di potong. Mungkin tujuan mereka membuat mobil Chantika mogok terus mereka menculik Chantika. Tapi itu hanya pemikiran aku aja."
" Tapi bisa aja begitu bang."
" Makanya rencananya lusa kan aku mau ke London mau jenguk anak-anak di sana dan aku mau bawa sekalian Chantika dan kedua adiknya Gilbert dan Serena. Nanti baru kami antar ke belanda tapi kalau kamu mau jemput mereka juga kan dekat tinggal ke Paris terus naik kereta ke London."
" Itu bagus bang aku juga baru mau menelpon orang untuk mengurus tiket untuk Gilbert dan Serena. Tapi kalau memang rencana Abang seperti itu malah aku lebih gampang jemput mereka."
" Ya sudah kalau kamu nggak keberatan aku bakal urus keberangkatan mereka."
" Tapi apa Sandra nggak akan tahu bang."
" Tenang aja adik kamu nggak akan tahu biar kami yang urus. Lagi pula kami pakai jet pribadi jadi jalurnya kan beda sama komersial."
__ADS_1
" Ya udah bang aku tunggu kabarnya aja."
" Ya sudah sudah dulu ya."
" Iya bang."
Sambungan telpon pun berakhir.
Setelah menelpon om Juna ustad Gibran langsung meminta kak Hilman untuk mengurus keberangkatan Chantika dan kedua adiknya ke London bersamanya.
Setelah itu ustad Gibran baru menghubungi dokter Fachri dan juga Zahra tentang rencananya. Dan meminta Chantika dan juga kedua adiknya untuk bersiap-siap.
Sesuai dengan rencana hari ini ustad Gibran dan juga khayra akan berangkat untuk menjenguk anaknya yang sedang menuntut ilmu di London.
Dan untuk keberangkatan mereka memang ustad Gibran merencanakan berangkat malam hari. Bukan tanpa alasan memang ustad Gibran sengaja
untuk mengelabuhi orang-orang suruhan Tante Sandra.
Ustad Gibran dan khayra akan menunggu Chantika dan kedua adiknya di bandara.
Ternyata saat ustad Gibran dan khayra sampai di bandar Chantika dan kedua adiknya sudah berada di sana.
__ADS_1
Tak lama mereka pun di minta untuk masuk ke dalam pesawat pribadi milik al-Fatir.
Sedangkan di London Luna dan Zafira langsung menyiapkan kamar untuk Chantika. Mereka sudah di telpon oleh ustad Gibran dan khayra bahwa Chantika akan tinggal sementara dengan mereka.
Luna dan Zafira pun menyambut Chantika dengan gembira.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mereka pun sampai London.
Bagas dan Zafran yang menjemput mereka di bandara. Setelah itu mereka pun langsung menuju apartemen tempat tinggal anak-anaknya.
Begitu sampai di apartemen Luna dan Zafira langsung memeluk Chantika. Mereka berdua sangat kangen dengan Chantika.
" Sudah jangan pelukan terus biar Chantika istirahat. " kata Khayra yang menyudahi mereka bertiga berpelukan.
" Fira antar Chan dan Serena ke kamarnya dan Zafran antar Gilbert ke kamar tamu." Ucap Khayra menyuruh kedua anaknya.
Zafira dan Zafran langsung menuruti perintah Mommy nya.
Setelah kedua anaknya mengantar Chantika, Serena dan Gilbert ke kamar masing-masing. Ustad Gibran dan khayra pun masuk ke kamar mereka dan beristirahat.
Selesai makan malam Zafira, Luna, Chantika dan Serena membuat kelompoknya sendiri. Sedangkan Zafran dan Gilbert mereka main PS. Bagas sendiri sibuk dengan laptopnya mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.
__ADS_1
Ustad Gibran dan khayra sendiri memilih untuk duduk di balkon apartemen. Mereka berdua duduk di balkon sambil ustad Gibran menelpon orang-orangnya tentang situasi di Indonesia.