
" Ustad alif harus segera di bawa ke rumah sakit kalau tidak bisa bahaya. " Ucap dokter Ridwan.
Tubuh ustad alif pun langsung di gotong ke dalam mobil dan langsung di larikan ke rumah sakit.
" Abi, Zafra mohon izinin Zafra menyusul kak alif ke rumah sakit." Ucap Zafra memohon.
" Biarin mas dia nyusul, nanti aku, Nadifa dan mala yang akan menemani. Biar Haikal tidur di rumah abah. " Ujar om zidan yang nggak tega melihat keponakannya begitu mengkhawatirkan calon suaminya.
Akhirnya abi pun mengizinkan Zafra untuk pergi ke rumah sakit.
Sedangkan di lain tempat kyai Salman kaget mendapat telpon dari Kyai Ibrahim.
" Assalamualaikum. "
" Walaikum salam. " Jawab kyai Salman gugup yang merasa ada firasat buruk.
" Kyai Salman maaf malam-malam telpon. "
" Nggak apa-apa kyai Ibrahim. "
" Begini Kyai Salman besok bisa datang ke sini secepatnya ada sesuatu dengan syifa. "
Deg
" Ada apa dengan syifa pak kyai. "
" Nanti aja saja jelasin kalau kyai sudah berada fi sini. "
" Syifa buat masalah ya pak kyai. "
__ADS_1
" Saya tunggu di sini secepatnya, assalammualaikum. "
" Walaikum salam. "
Setelah menutup telpon dari kyai Ibrahim, kyai salman langsung bilang ke sang istri. Dan menyuruh anaknya memesan tiket penerbangan pertama.
Keluarga ustad Alif langsung datang ke pesantren setelah diberitahukan oleh santri yang datang ke rumahnya. Keluarga ustad Alif marah besar terutama kedua adiknya.
Sampai pesantren kedua adiknya ustad Alif hampir saja ingin memukul syifa saat melihat bukti dan juga saksi. Beruntung keduanya di tahan oleh ustad zaki dan juga umi.
" Baiklah kalau saya nggak boleh menghabisi wanita ini. Izinin saya abah yai untuk melaporkan dia ke pihak yang berwajib." Ucap athar adik ustad alif .
" Apa nggak bisa di bicarakan baik-baik. " Ucap abi lembut walaupun dalam hati abi cukup marah dengan syifa. Karena kelakuannya kemarin mantunya beruntung Gibran cepat mengambil tindakan.
Sekarang calon menantunya hampir saja syifa berhasil menjalankan kelicikannya. Dan sudah pasti betapa hancurnya Zafra kalau itu terjadi. Tapi Abi merasa nggak enak dengan kyai Salman.
" Mau wanita itu habis di tangan saya atau biarkan saya melaporkan kejahatannya." ucap athar berapi-api.
Dan kyai Ibrahim nggak mau Athar sampai mengotori tangannya. walau bagaimanapun Syifa sudah cukup membuat kekacauan yang ada.
Setelah mendapatkan izin dari kyai Ibrahim, maka Abi pun menelpon pihak kepolisian. Tak berapa lama polisi pun datang dan menangkap Syifa dengan bukti-bukti yang ada.
Sedangkan Zafra yang menyusul ustad Alif yang dilarikan ke rumah sakit. Sampai rumah sakit Zafra langsung turun dan berlari ke IGD. Tanpa memperdulikan om, Tante dan sepupunya.
" Ya Allah si Zafra main kabur aja tuh anak." omel Tante Mala.
" udah lah mah, ayo turun!' ajak om Zidan.
Zafra yang sangat mengkhawatirkan ustad Alif langsung berlari tak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Dokter, perawat dan petugas rumah sakit heran cucu pemilik rumah sakit berlari dengan wajah panik. Padahal mereka belum mendengar ada keluarga pesantren yang masuk ke sini. Hanya satu pasien IGD yang di bawa dokter ridwan yang notabene dokter di klinik pesantren. Tapi apa hubungannya dengan cucu pemilik pesantren.
__ADS_1
Sedangkan Zafra yang melihat ustad Yanuar dan dua orang santri sedang duduk di depan ruang IGD.
" Ustad Yanuar gimana keadaan ustad Alif." tanya Zafra.
" Ning Zafra, maaf Ning ustad Alif masih di periksa di dalam." ucap ustad Yanuar sopan.
Zafra pun hanya mondar mandir di depan IGD. sedangkan ustad Yanuar dan kedua santri yang ikut ke rumah sakit membiarkan Zafra mondar-mandir di depan IGD. Mereka tahu kekhawatiran Zafra karena hampir satu pesantren tahu kalau ustad Alif sudah mengkhitbah Zafra. Dan semua tahu kalau setelah Zafra lulus mereka segera menikah.
" Assalamualaikum, ustad Yanuar gimana?." tanya om Zidan.
" Walaikum salam, Masih di periksa Gus."
" oh baiklah."
" Zafra duduk nak, Ustad Alif baik-baik saja percaya sama Tante." ucap Tante Mala yang menghampiri keponakannya.
" Tapi Tante..."
" Percaya sama Tante, sekarang lebih baik kamu duduk dan berdoa untuk ustad Alif."
Akhirnya zafra pun mau mengikuti saran tantenya untuk duduk. Tak lama dokter ridwan keluar dari dalam ruang IGD.
" Kak Ridwan gimana keadaan kak Alif." tanya Zafra.
Dokter Ridwan masih sepupu jauh Zafra, semenjak orang tua dokter meninggal saat itu dokter Ridwan baru lulus SMP. Dokter ridwan memilih mengikuti kakek dan neneknya Zafra di banding oleh kakek dan neneknya sendiri.
" Ustad Alif nggak apa-apa dek? kamu tenang aja. Tapi untuk sementara di rawat dulu di sini." ujar dokter Ridwan sambil mengelus kepala Zafra.
Dokter Ridwan menganggap Zafra dan semua cucunya Kyai Ibrahim adalah adiknya. Dokter Ridwan yang memang hanya anak tunggal jadi dia cukup dekat. Apalagi dengan Iqbal, Khayra, Zafra dan Zahra karena dokter Ridwan sempat kuliah di Australia dan tinggal dengan mereka. Baru dokter Ridwan pindah ke Inggris untuk meneruskan kuliah S2 nya. Dan baru kembali lagi kesini satu tahun yang lalu setelah istrinya meninggal dunia setelah mereka menikah tiga tahun.
__ADS_1
Dan Dokter Ridwan terpaksa kembali ke Indonesia karena Anaknya yang berusia tiga tahun tidak ada yang mengurus. Berapa bulan di sini umi mencoba mendekatkan dokter Ridwan dengan dokter Aulia. Akhirnya mereka menikah tiga bulan yang lalu dan sekarang istrinya sedang hamil lima Minggu