Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
224. mencari tahu


__ADS_3

Ustadzah Jasmine yang khawatir dengan kondisi ning Luna yang semakin memucat. Dan Kalau menyuruh Gus Rayyan akan menambah masalah beruntung ustazah Jasmine melihat keberadaan Gus aji kakak dari ning Luna.


Ustadzah Jasmine segera menyuruh Gus aji untuk membawa ning Luna ke klinik. Aji pun langsung membawa adiknya ke klinik pesantren.


" Eh itu mau di bawa kemana?." tunjuk ustadzah Susan yang melihat Luna di gendong oleh aji


" Biar Ning Luna di tanganin dulu luka nya." ucap ustadzah Jasmine.


" Nggak bisa gitu dong, Rino aja yang babak belur masih di sini." Protes ustadzah Jasmine.


" Terus anda mau nya apa? Mau nunggu Ning Luna makin parah karena darah yang terus mengalir dari lukanya? Apa nunggu Ning Luna sekarat dulu gitu." Ucap ustadzah Jasmine geram dan menatap tajam ustadzah Susan.


Ustadzah Jasmine adalah ustadzah senior sudah mengajar di pesantren Al hikmah dari Khayra masih sekolah bahkan sebelum Khayra pindah ke pesantren.


Kini Rayyan, Bagas, Rino, Rina , Teman SE Genk Rina dan juga dua teman Rayyan mereka semua di sidang oleh ustad Agung.


" Ayo siapa duluan yang mau bercerita?." Tanya ustad Agung.


" Dia duluan ustad kalau dia nggak memukul Luna dan menyebabkan Luna terluka kita nggak akan mencari masalah. " Jawab Bagas.


" Benar begitu Rina." Tanya ustad Agung ke Rina.


" Bu...bukan begitu ustad dia nggak tahu kejadian awalnya Luna duluan yang mendorong saya terus mukul saya jadi replek saya mendorong Luna dan Luna terjatuh keningnya kena batu."


" Bohong kamu, Kamu yang nampar Luna jangan membalikkan fakta kamu." Ucap Rayyan kesal.


" Apa emang Gus lihat saya nampar Luna?." kata Rina.


" Lihat saya melihat itu."


" Kenapa Gus ada di area Asrama putri?." Tanya Rina seolah mencari kesalahan Rayyan.


" Saya dan Teman saya sedang jalan di dekat pintu samping asrama putri. Terus saya mengintip karena mendengar keributan dan saya melihat kamu menampar Luna makanya saya langsung masuk dan menolong Luna." Ujar Rayyan.


" Saya cuma mendorong ya bukan menampar dia aja yang letoy langsung jatuh " Ucap Rina tak mau kalah.


Karena terjadi perdebatan panjang Akhirnya ustad Agung mengambil tindakan menskorsing kami selama seminggu.


POV end


" Terus kamu di skorsing gitu." tanya Khayra.


Rayyan mengangguk


" Terus kenapa kok kamu kesal banget sih." tanya Khayra lagi.

__ADS_1


" Rayyan kesal sama ustadzah Susan sudah tahu Luna terluka tapi seakan nggak peduli dan yang membuat Rayyan tambah kesal dia bilang ngapain sih segitu pedulinya sama tuh bocah. Harusnya tuh di dorong dari lantai atas biar mampus. Ustadzah Susan ngomong begitu loh Mom walaupun suaranya pelan tapi Rayyan bisa mendengar."


" Kenapa ustadzah Susan benci dengan Luna ya? " Ucap Khayra yang nggak mengerti apa dengan semua ini.


" Rayyan nggak tahu tapi Rayyan merasa ustadzah Susan memiliki hubungan antara Rino dan Rina mungkin mereka bersaudara. Tapi yang membuat Rayyan janggal kenapa terkesan ustadzah Susan ingin menyingkirkan Luna."


" Coba nanti Mommy akan cari tahu." Ucap Khayra menenangkan putranya.


" Sudah sekarang balik ke kamar kamu sudah malam." Ucap ustad Gibran menyuruh putranya kembali ke kamar.


" Nggak ah Rayyan mau tidur di sini aja masih mau meluk Mommy." Ucap Rayyan.


Ustad Gibran langsung membulatkan matanya mendengar putranya ingin tidur bersamanya


" Mas Rayyan kamu tuh sudah besar masa masih mau tidur sama Mommy nya " ucap ustad Gibran kesal dengan sang putra.


" Yang lihat tuh."


" Deddy pelit banget sih pinjam sebentar Mommy nya. Takut banget tidur nggak di peluk sama Mommy." Jawab Rayyan.


Khayra hanya bisa tertawa melihat suaminya kesal karena anaknya tak kunjung kembali ke kamarnya.


" Ayo nak pindah ke kamar kamu Nanti kelewat Shalat malam nya loh " Khayra mengusap lembut kepala putranya untuk pindah ke kamarnya sendiri.


Rayyan pun langsung bangun dari tidurnya.


" Selamat malam Mom." Rayyan mencium pipi Mommy nya dan beranjak turun dari ranjang


" Terima kasih Deddy sudah pinjam Mommy nya." ucap Rayyan yang langsung keluar kamar.


Melihat anaknya sudah keluar kamar ustad Gibran langsung mengunci pintu kamarnya. Khayra yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


" Yang kok aku jadi kepikiran Luna ya." Ucap Khayra yang saat ini sedang dalam dekapan ustad Gibran.


" Coba kamu tanya Abi atau Khalid deh."


" Iya yang sekalian lihat kondisi Luna "


" Sudah yuk tidur kamu pasti capek tadi ngikutin anak-anak keliling mall "


*****


Keesokan harinya Khayra pun pergi ke rumah orang tua sekalian menengok Luna juga sang cucu.


Kali ini Khayra tak menyetir sendiri dia minta di antar oleh supir. Sampai di pesantren Al hikmah khayra pun langsung masuk ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


" Assalamualaikum..."


" walaikum salam...Mari masuk umi kai." Ucap salah satu santri yang sedang bertugas memberikan rumah orang tuanya.


" Nggak ada orang ya mbak di rumah."


" Nggak ada umi Kai."


" Oh Ya sudah, Yang ini tolong taruh kulkas. Dan yang ini untuk kali makan ya. Kalau begitu saya permisi dulu mau ke kantor pesantren. Assalamualaikum." Pamit Khayra.


" Walaikum salam."


Keluar dari rumah orang tuanya Khayra memilih untuk mampir ke rumah Dania dulu sebentar. Memberikan rendang yang dia bawa.


" Assalamualaikum..."


" Walaikum salam."


" Mari masuk besan.." Ajak uminya Khalid yang kebetulan sedang mengobrol dengan suaminya.


" Iya terima kasih, Baby Sakha mana?."


" Di kamar sedang di kasih ASI. Langsung ke kamar aja Kai. "


" Iya Tante. Oh iya ini Kai bawain rendang kebetulan mama mertua memang bikin buat cucunya soalnya Dania paling suka sama rendang." ucap Khayra.


" Oh iya terimakasih."


" Ya udah Tante ,om Kai nemuin Dania dulu."


Khayra pun langsung menuju kamar Dania.


Ceklek....


" Mommy." ucap Dania begitu melihat Mommy nya masuk ke kamarnya.


" Tidur ya cucu Mommy."


" Iya Mom, Mommy sendiri." Tanya Dania.


" Iya Mommy ke sini mau antar rendang bikinan Oma kamu, sekalian lihat kondisi Luna sama Mommy ingin bertanya ke kakek kamu." jelas Khayra.


" Soal Rayyan sama Bagas yang di skorsing ya Mom."


" Iya kamu tahu ceritanya."

__ADS_1


" Belum tahu Mom, Cuma tadi saat menjemur baby Sakha ketemu Bagas. Dania tanya kenapa nggak sekolah di bilang kalau sedang di skorsing sama Rayyan juga. Tadinya Dania mau tanya kenapa bisa di skorsing tapi baby Sakha kasih sudah terlalu lama berjemur. Memang kenapa sih Mom."


Khayra pun menceritakan semuanya kepada Dania.


__ADS_2