
" jadi mas Gibran gak pernah makan di kantin." tanya khayra.
" nggak mungkin dia ke kantin Kai begitu gabung di perusahaan dia udah bucin sama kamu. dia rela ngajar di pesantren biar bisa dekat dengan keluarga besar kamu.." jelas kak Hilman.
" bisa diem gak sih Lo." ucap ustad Gibran ketus.
sedangkan kak Hilman tertawa karena berhasil membuat ustad Gibran kesal.
" lanjut kak?." ucap Khayra
" sayang." panggil ustad Gibran saat istri sangat antusias ingin tahu cerita kak Hilman.
" lanjut kak jangan pedulikan mas Gibran.". ucap Khayra yang tertarik dengan cerita kak Hilman
" yang kamu tuh ya, jangan salahi mas kalau kamu mas makan di sini." ucap ustad Gibran
" mesum."
Khayra pun melanjutkan makannya dengan lahap begitu juga dengan ustad Gibran dan kak Hilman. selesai makan mereka bertiga pun kembali ke ruangan ustad Gibran. sampai ruangan ustad Gibran Khayra pun langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudhu begitu pula ustad Gibran. mereka berdua melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di kamar pribadi ustad Gibran yang ada di ruangan ustad Gibran.
" mas Kai tidur dulu ya Kai ngantuk." ucap khayra setelah mereka selesai shalat.
" ya udah kamu istirahat aja. mas tinggal lanjutin kerja ya." ucap ustad Gibran pergi meninggalkan kamar itu menuju ruangannya.
Khayra langsung mengambil posisi terenak untuk tidur dan tak menunggu waktu lama khayra pun sudah terlelap.
khayra membuka matanya perlahan dia merasakan badannya susah bergerak siapa lagi kalau bukan ustad Gibran yang ikut tidur sambil memeluk tubuh Khayra.
" mas Gibran kenapa jadi ikut tidur juga sih. oh iya udah jam berapa ya?." gumam Khayra.
khayra Langung melihat jam yang menempel di dinding ternyata sudah hampir jam empat sore. khayra pun bergegas bangun tapi pelukannya ustad Gibran sangat erat jadi khayra susah untuk melepaskan pelukannya ustad Gibran.
" mas, mas Gibran." panggil khayra.
__ADS_1
" ehmmm.."
" mas awas kai mau bangun."
" ehmmm." hanya berdehem tanpa membuka mata.
khayra yang memeng juga sudah kebelet pipis jadi kesal sama suaminya
" mas, bisa lepas gak sih pelukannya Kai mau ke kamar mandi."
" mas masih ngantuk sayang." ucap ustad Gibran nggak mau melepas pelukannya.
" mas kamu benar-benar ya mas, bangun nggak kita belum shalat ashar." ucap khayra kesal.
ustad Gibran seakan nggak dengerin khayra.
" mau bangun atau nanti malam mas tidur di luar." ancam Khayra.
ustad Gibran yang mendengar ancaman khayra langsung melepas pelukannya. sedangkan khayra langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan suaminya.
" mas cepetan ambil wudhu kita shalat berjamaah." ucap Khayra yang masih kesal.
ustad Gibran yang mendengar nada bicara khayra yang sepertinya kesal dengannya tanpa menunggu lama ustad Gibran bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai shalat ustad Gibran melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda karena ikut tidur bersama istrinya. Sedangkan khayra memilih duduk di sofa, khayra lebih memilih menonton Drakor sambil menunggu ustad Gibran selesai bekerja.
" mas masih lama nggak." rengek khayra yang sudah merasa bosan.
" sabar ya sayang masih berapa berkas lagi yang mas harus periksa." jawab ustad gibran tanpa melihat ke khayra.
Akhirnya Khayra pun kembali melanjutkan menonton drakor nya.
Sudah mau magrib tapi ustad Gibran belum juga selesai dengan pekerjaannya. Khayra saat ini sudah benar-benar kesal dengan ustad Gibran kini dia hanya diam sambil memainkan ponselnya. Sampai adzan Maghrib berkumandang ustad Gibran masih saja fokus dengan pekerjaannya. karena sudah magrib khayra pun bangun dari duduknya dia mau ke kamar mandi dan mau shalat magrib.
__ADS_1
" sayang mau kemana?." tanya ustad Gibran yang melihat khayra bangun dari duduknya.
" menurut mas Kai mau kemana? kalau Kai berjalan ke sana baru mas tanya Kai mau kemana?" ucap Khayra sebal.
khayra pun memilih masuk ke dalam kamar mandi, khayra memilih untuk cuci muka. Dia tidak mandi karena khayra tak membawa baju ganti. Setelah cuci muka dan wudhu khayra pun keluar dari kamar mandi dan mendapati ustad Gibran sudah bersiap untuk shalat. ustad Gibran juga sudah mengelar sajadah untuk khayra, ternyata ustad Gibran memilih mengambil wudhu di toilet yang ada di lantai ruangannya berada.
selesai shalat khayra langsung mencium tangan ustad Gibran dan ustad Gibran mencium kening Khayra.
" sini mas bantuin lipat mukenanya, habis ini kita pulang." ucap ustad Gibran.
sedangkan khayra hanya mengangguk saja tanpa ingin berbicara.
" aduh alamat ngambek lagi nih." ucap ustad Gibran dalam hati.
ustad Gibran walaupun fokus dengan pekerjaannya tapi di sekali-kali ustad Gibran memerhatikan khayra. Ustad Gibran melihat khayra bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar pribadinya.
" sayang mau kemana?." tanya ustad Gibran yang melihat khayra bangun dari duduknya.
" menurut mas Kai mau kemana? kalau Kai berjalan ke sana baru mas tanya Kai mau kemana?" ucap Khayra sebel.
ustad Gibran kaget khayra berbicara sedikit ketus padahal tadi dia hanya tanya mau kemana?. Ustad Gibran hanya takut khayra memilih tidur karena sudah waktunya magrib. ustad Gibran malah mendapatkan jawab ketus dari istrinya. Takut istrinya tambah marah ustad Gibran memilih mengambil wudhu di toilet yang ada di luar. ustad Gibran takut Khayra tambah marah karenanya.
" sayang mukenanya taruh di sini aja ya, nanti kalau kamu ke sini udah ada mukena kamu." ucap ustad Gibran sambil berjalan keluar kamar pribadinya.
khayra lagi-lagi hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
ustad Gibran pun segera membereskan meja kerjanya. setelah selesai ustad Gibran mengajak Khayra keluar ruangannya. saat mereka berdua keluar ruangan bertepatan dengan kak hilman juga keluar ruangannya
" kak Hilman belum pulang " tanya Khayra.
" belum Kai, ini baru mau pulang " jawab kak Hilman saat mereka berjalan menuju lift.
" kak Hilman, kalau kak Hilman itu pulang sesuai jam kantor atau sesuai atasan kak Hilman. kaya sekarang kakak pulang karena atasan kakak juga baru pulang." ucap Khayra sedikit menyindir ustad Gibran.
__ADS_1
Sebenarnya khayra kesal karena ustad Gibran tak memikirkan dirinya yang sedang mengandung walaupun seharian ini khayra tak melakukan apa-apa tapi tetap saja tubuhnya teramat lelah. Dan khayra berharap suaminya mengajak pulang khayra sebelum atau pas jam pulang kantor. Tapi kini magrib dia masih berada di kantor.
sedangkan kak Hilman yang di tanya oleh khayra langsung melihat mereka berdua secara bergantian. Kak hilman yakin mereka pasti ada bertengkar sedikit. kak Hilman melihat ke khayra, Khayra sepertinya bersikap cuek terhadap ustad Gibran. sedangkan ustad gibran dari tadi terus saja memperhatikan istrinya