
Pulang dari shalat subuh berjamaah kyai Ibrahim mendapatkan telpon dari kyai Salman.
" Assalamualaikum, kyai Salman. Apa nih pagi-pagi sudah telpon."
" Walaikum salam Kyai Ibrahim, maaf sebenarnya saya mau tanya?."
" Iya tanya apa?."
" Anu... itu....Aduh saya nggak enak ngomongnya."
Sebenarnya kyai Salman malu menelpon kyai Ibrahim apalagi tahu Syifa saat ini kabur dari rumah. Tapi dia yakin pasti Syifa akan nekat pergi ke sana.
" Kyai Salman, ada apa? kayanya khawatir banget." tanya kakek.
" Ini maaf kyai Ibrahim, saya mau merepotkan kyai Ibrahim. Hm. .kalau Syifa ke tempat kyai Ibrahim mohon langsung hubungi saya."
" Memangnya Syifa kemana nggak bilang sama kyai Salman pergi kemana?."
" Dia pergi dari rumah kyai Ibrahim."
" Ya sudah, semoga cepat ketemu nanti kalau ke sini pasti saya langsung hubungi kyai Salman."
" Terima kasih kyai Ibrahim, assalamualaikum."
" Walaikum salam.'
Nenek Khayra yang memang sedang duduk di samping suaminya sebelum mengangkat telpon dari kyai Salman.
" Ada apa bah? kok kyai Salman tumben telpon Abah." tanya neneknya Khayra.
" Itu ummah katanya Syifa anaknya kyai Salman dia kabur dari rumah katanya. Katanya kalau ke sini suruh langsung hubungi kyai Salman."
" Astaghfirullahaladzim, bah untung Kai dan Gibran sudah pergi ke Jepang kalau nggak ummah kebayang kalau sampai si Syifa itu ngerusak rumah tangga cucu ummah bah."
" Sudah kita doakan saja supaya rumah tangga cucu kita baik-baik saja. Ummah nggak ke tempat Azam ."
__ADS_1
" Iya ini mau ke sana bah"
" Acaranya jadi jam berapa ummah."
" Azam bilang sekitar jam sepuluh bah."
" Ya udah mendingan kita ke sana aja." ajak kakek.
Tepat pukul sepuluh pagi rombongan keluarga ustad Alif datang. Abi pun menyambut dengan ramah dan mempersilahkan tamu yang hanya sekitar sepuluh orang untuk masuk.
Umi pun menyuruh mbak maysaroh dan teh Rika untuk menyuguhkan tamu minum dan juga camilan.
" Ayo silahkan di minum dulu minumnya dan juga di cicipi kuenya." ucap umi
" Terima kasih umi yai." ucap ibunya Ustad Alif.
" Ustad Alif ayo di coba brownies nya biar nggak gugup. Itu special loh bikinan calon istri." goda umi.
" Iya umi, " ucap ustad Alif malu di goda calon mertuanya.
" Baik pak kyai Ibrahim dan Gus Azam lebih baik saya langsung aja. sepertinya sudah ada yang nggak sabaran udah senyum-senyum sendiri." sindir uwa Soleh yang Melihat ustad Alif senyum-senyum sendiri.
" Baik silahkan." jawab kakek.
" Bismillahirrahmanirrahim, perkenalkan nama saya Soleh. Saya tetangga sebelah rumah Alif dan Alif dan juga adik-adiknya sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Karena mereka tidak punya sanak saudara baik dari sang ibu maupun dari Alm. ayahnya. Jadi saya di minta saya untuk jadi walinya, Agar dia bisa melamar gadis pujaan hatinya. saya selaku orang yang Alif anggap orang tua ingin menyampaikan bahwa ananda Alif ingin melamar putri Gus Azam yang bernama Hana Zafra Maulida untuk jadi pendamping hidupnya. Bagaimana pak kyai dan Gus Azam."
" Maaf sebelumnya saya tahu ustad Alif adalah laki-laki yang baik, Soleh dan bertanggung jawab. Tapi maaf sekali lagi walaupun saya abi nya tapi saya nggak berhak menjawab biarlah yang bersangkutan yang jawab." ucap Abi.
" Nadifa, boleh Abi minta tolong panggilkan Zafra."
" Iya Abi."
Di dalam kamar Zahra terus saja menggoda kembarnya.
" Asik yang di lamar ustad Alif, ciee..cie."
__ADS_1
" Zahra bisa diem nggak sih nggak tahu apa orang gugup begini." omel Zafra.
" Galak amat Bu, awas nanti kak Alif kabur Loh ngelihat Lo suka marah-marah."
Zafra hanya memutar mata malas, sedangkan Zahra puas melihat kembarannya kesal
" Zafra di suruh Abi keluar."
" Aduh nad, gue gugup banget."
" Udah tenang aja, ayo." Nadifa pun menggandeng tangan zafra.
Nadifa tersenyum saat menggandeng tangan zafra tangannya dingin banget
" Tarik nafas buang perlahan, biar lo nggak gugup "
Zafra pun di suruh duduk di samping Abi. sedangkan ustad Alif yang terpesona melihat Zafra yang sangat cantik mengenakan gamis warna peach.
" ehmm.." Abi berdehem menyadarkan ustad Alif yang dari tadi memandang Zafra terus.
" Ustad Alif sekarang sudah ada Zafra silahkan di utarakan langsung niat ustad Alif ke Zafra."
" Bismillahirrahmanirrahim, Dek Zafra kedatangan saya ke sini bersama orang tua, saya ingin melamar dek zafra. Dek Zafra tenang aja saya nggak meminta untuk kita menikah sekarang. Saya tahu Dek Zafra masih sekolah saya akan menunggu sampai dek Zafra lulus sekolah. Baru saya akan menikahi Dek Zafra. Bagaimana." tanya ustad Alif sedikit gugup takut Zafra menolaknya.
" Silahkan nak di jawab umi dan Abi akan mendukung semua keputusan kamu."
Zafra berdiam cukup lama dia memandang uminya seolah meminta jawaban uminya. Umi yang tahu anaknya meminta pendapatnya umi langsung memberikan anggukan.
" Bismillahirrahmanirrahim, Sebelumnya terima kasih atas kedatangan keluarga ustad Alif. Tapi maaf Sebelumnya kalau memang ustad Alif mau menunggu Zafra Sampai lulus sekolah. Zafra menerima lamaran ustad Alif."
Semua langsung mengucapkan Alhamdulillah atas jawaban yang di berikan oleh Zafra begitu juga Khayra, ustad Gibran dan kedua orang tua ustad Gibran yang menyaksikan melalui Videocall.
Ibu ustad Alif memakaikan cincin dan juga gelang ke Zafra sebagai tanda kalau dirinya sudah di lamar oleh ustad Alif.
Ustad Alif sangat bahagia karena zafra mau menerima lamarannya.
__ADS_1