
Khayra yang diam-diam mencari tahu informasi tentang ustadzah Susan di bantu oleh Ramon dan juga jeni yang merupakan orang kepercayaan Khayra.
Tidak hanya Ramon dan Jeni yang membantu tapi ternyata Abi juga menyuruh orang untuk mencari tahu apa tujuan ustadzah Susan yang sepertinya tidak menyukai Jihan dan adik-adiknya.
Tujuan Abi agar Abi bisa mengeluarkan ustadzah Susan dengan bukti yang membuat ustadzah Susan tidak bisa mengelak.
Seminggu waktu skorsing Rayyan dan Bagas selesai dan hari ini mereka berdua sudah kembali untuk beraktivitas.
Begitu juga dengan Luna sudah kembali beraktivitas beruntung Luna punya sahabat yang siap menjaga Luna.
Begitu pun Chantika dia bilang akan terus berada di dekat Luna. Khayra sungguh sangat terharu dan Khayra juga akan berjanji membuat ustadzah Susan membayar semua perbuatannya.
Setelah memastikan Luna aman dan sahabatnya siap menjaga begitu juga Abi, Khalid, ustad Zaki, ustadzah Jasmine, ustadzah Mila, dan para ustad dan ustadzah yang memang sangat tidak menyukai sifat ustadzah Susan mereka siap membantu menjaga Luna.
Khayra pun bisa mengerjakan pekerjaannya yang sudah berapa hari ini di tangani oleh jeni.
Dan kini Khayra sudah sampai di supermarket pusat karena dia sudah ada janji juga dengan Alif suami Zafra untuk membahas pembangunan supermarket cabang.
" Assalamualaikum lif." Sapa Khayra bertemu dengan Alif saat akan menuju ke ruangannya.
" Walaikum salam kak, Baru datang?." Tanya Alif.
" Iya lif, nunggu Luna dulu kakak masih berat melepas Luna." Ujar Khayra sambil berjalan ke ruangannya.
Dan Alif juga mengikuti kakak iparnya ke dalam ruangannya.
" Kakak tenang aja pasti akan banyak yang jaga Luna. Alif doakan semoga semuanya cepat berlalu." Ucap Alif.
" Makasih ya lif."
" Sama-sama kak. Oh iya kak mau langsung membahas proyek cabang baru atau mau makan siang dulu " tanya Alif.
__ADS_1
"Shalat dulu deh lif sudah mau adzan Dzuhur terus makan baru setelah itu kita langsung bahas pekerjaan sekalian Ramon sama jeni juga sebentar lagi mau ke sini." jawab Khayra.
" Baiklah, Mau makan di sini atau di luar." Tanya Alif kembali.
" Di sini aja deh lif habis itu bisa langsung membahas pekerjaan."
" Ya udah, Kakak mau makan apa biar langsung Alif pesankan." ucap Alif.
" Soto Betawi aja deh lif kayanya enak deh sama nanti pesankan es jeruk kelapa ya."
" Sip kak, Alif kembali ke ruangan Alif dulu ya kak soalnya mau siap-siap ke masjid ."
" Iya lif."
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
Setelah shalat dan makan siang kami pun berkumpul untuk membahas pekerjaan. Tidak hanya khayra, Alif, Ramon dan juga Jeni. Tapi ada juga berapa pegawai Khayra yang ada di ruangan itu juga.
Dua jam mereka membahas tentang pembukaan cabang baru yang rencananya Khayra akan membuka tiga cabang supermarket baru di luar kota.
Dan kini hanya tinggal Alif, Ramon, Jeni dan dirinya sendiri yang masih berada di ruangannya.
" Maaf bu, ini semua yang di minta oleh ibu." Ucap Ramon sambil memberikan amplop coklat ke Khayra.
Khayra pun langsung mengambil amplop tersebut dan membukanya. Khayra mulai melihat dan membaca semua yang ada di dalam amplop coklat tersebut.
Sedangkan Alif memperhatikan kakak iparnya membaca berkas yang ada di dalam amplop tersebut. Sebenarnya dirinya juga amat penasaran dengan apa yang di baca oleh kakak iparnya.
Alif juga sebenarnya ingin ustadzah Susan di keluarkan dari pesantren karena anaknya juga mengeluh ketidaksukaan mereka dengan ustadzah Susan. Tapi Alif juga percaya mertuanya nggak mungkin memecat ustadzah Susan kalau beliau tidak melakukan kesalahan fatal.
__ADS_1
Karena mertuanya tidak ingin tindakannya memecat ustadzah Susan berdampak buruk bagi nama baik pesantren. Karena orang seperti ustadzah Susan pasti akan membalikan fakta.
" Gimana Bu Kai ada yang kurang?." Tanya Ramon.
" Ini sudah cukup, ini bukan hanya bisa mengeluarkan ustadzah Susan dari pesantren tapi juga bisa menjebloskan dia ke penjara. Bahkan hidupnya juga bakal berantakan." ucap Khayra.
" Baiklah, tapi kalau ibu butuh lebih banyak lagi informasi langsung bilang aja ke saya."
" Sudah pasti Mon, Saya mau minta tolong lagi sama siapa selain kalian berdua."
" Kak boleh Alif lihat." Pinta Alif yang juga sangat penasaran.
Khayra pun memberikan amplop yang tadi di berikan oleh roman ke Alif.
Alif mulai membaca dan dia langsung kaget dan sangat tak menyangka.
" Kak ustad Muhidin itu bukannya alumni pesantren Al hikmah ya." Tanya Alif yang tak percaya kalau suami ustadzah Susan adalah orang yang amat dia kenal begitu sangat baik.
" Iya dia suaminya ustadzah Susan."
" Kak bagaimana bisa?." tanya Alif lagi yang masih tak percaya.
Ustad Muhidin adalah alumni pesantren Al hikmah seangkatan dengan Tante Aisyah dan juga ustad Zaki.
" Ustadzah Susan sangat mencintai ustad Muhidin dan rela melakukan berbagai cara. Sampai dia menjebak ustad Muhidin yang berakhir menjadi istri kedua. Ustad Muhidin yang tahu kalau keluarga ustadzah Susan sungguh tidak baik. Ustad Muhidin meminta ustadzah Susan untuk menjauhi keluarganya. Karena ustadzah Susan takut di tinggalkan oleh ustad Muhidin pun bersandiwara. Ustadzah Susan sama sekali tidak berubah. Beliau menjadi pengajar di pesantren Al hikmah agar suaminya percaya dia sudah berubah menjadi baik. Dan juga untuk membuat Jihan dan adik-adiknya menderita." Jelas Ramon.
" Terus Sekarang kakak mau ngapain." Tanya Alif.
" Kamu lihat saja nanti." Ucap Khayra
Alif sangat kesal karena kakak iparnya membuat dirinya penasaran.
__ADS_1