
Hari ini sesuai permintaan Khayra yang ingin ke Asakusa temple mereka pun pergi ke sana. Ustad Gibran mengajak istrinya, baby Rayyan, mama, papa, Dewi dan juga silmi.
Memakai dua mobil kami pun sampai di asakusa temple.
" Kita mau kemana dulu nih?." tanya ustad Gibran sambil mendorong stroller baby Rayyan.
" Kalau kamu tanya mamamu sama mantu papa ini, papa sudah pasti bisa nebak mereka pasti akan memilih berburu makanan." ujar papa.
" Aduh suami siapa sih tau aja. Gimana Kai?."
" Kan menuju temple berderet toko tuh, ya nggak apa-apa kali kalau ada yang menarik mampir. hehehe?." ucap Khayra.
" Yap betul sayang ayo kita capcuss." ucap mama
Kami pun berjalan menuju asakusa temple, dan sampai lah kami di gerbang pertama. Kaminarimon adalah gerbang pertama untuk masuk ke sensoji temple atau asakusa temple.
Di kaminarimon banyak para wisatawan yang mengabadikan momen mereka dengan berfoto. Termasuk juga dengan Khayra dia juga antusias untuk mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama suami, anak dan juga mertuanya tak lupa juga dengan mbak Dewi dan mbak Silmi.
Melewati gerbang Kaminarimon, kami di suguhkan jalan dengan toko dan kios oleh-oleh yang beraneka ragam.
" Sayang kamu mau itu nggak." tanya mama.
" Itu apa mah?."
" Itu namanya Kibi dango, kaya mochi gitu." jelas mama.
" Boleh mah? Tapi nanti kita beli mochi strawberry ya mah. Soalnya Kai penasaran sama rasanya."
" Tenang aja sayang."
Mama pun membeli kibi dango,
" Ini sayang." mama memberikan Khayra satu tusuk Kibi dango.
__ADS_1
" Enak mah, iya kaya mochi." seru Khayra.
" Emang itu mochi sayang." timpal ustad Gibran yang bahagia melihat Khayra senang.
Khayra hanya mengangguk-angguk.
Karena Baby Rayyan haus jadi Khayra mencari tempat yang tak terlalu ramai untuk menyusui Baby Rayyan.
" Mas kita bakal lama ya di sini." Tanya Khayra
" Mas sih terserah kamu tapi kayanya kita bakal sebulan di sini. lusa mas bakal ke kantor yang ada di sini. Kenapa?"
" Nggak apa-apa kalau lama aku mau browsing tempat-tempat yang keren yang patut di kunjungi di jepang." ucap Khayra sambil cengengesan.
" Kalau dekat mas ngizinin kamu pergi tanpa mas tapi nggak boleh sendiri. kalau jauh kamu harus pergi sama mas."
" Oke " jawab Khayra sambil mengacungi jempolnya.
Tak lama mama datang membawa berapa makanan.
" Kalo ini Agemanju "
Khayra pun langsung memakan makanan yang di belikan sama mama. Dan Khayra sangat menyukai jajanan tersebut.
Selesai menyusui Baby Rayyan, kami pun melanjutkan perjalanan menuju sensoji temple nya. Tapi sebelum sampai ke sana Khayra membeli jajanan keinginannya yaitu mochi strawberry.
Khayra sangat bahagia bisa merasakan mochi strawberry karena dia sudah sangat penasaran dengan rasanya. Karena Khayra sering melihat berapa YouTube tentang traveling. Nah kalau para YouTubers sedang traveling ke Jepang mereka pasti makan Mochi strawberry. Maka dari situ waktu ustad Gibran mengajaknya ke Jepang Khayra sudah mengidam-idamkan untuk makan Mochi strawberry.
Setelah itu Khayra juga membeli roti yang juga sangat terkenal yaitu melon pan. Dan Khayra sangat menyukainya.
Kami pun memasuki gerbang ke dua bernama Hozomon. Baru lah kita masuk ke bangunan utama yaitu sensoji temple banyak orang yang datang ke sana untuk berdoa. Ada juga yang datang ke sana untuk di ramal.
Puas mengelilingi sensoji temple atau yang lebih di kenal dengan asakusa temple. Mereka memutuskan untuk makan siang di tempat ramen yang lumayan terkenal di asakusa.
__ADS_1
Selesai makan Kami pun menikmati sebentar suasana daerah asakusa.
" Sayang kamu mau naik becak keliling asakusa." tanya mama
" Nggak usah nah nanti aja kalau Rayyan sudah besar kayanya dia bakal suka deh naik becak."
" Ya udah kalau nggak mau naik becak kita mau kemana? "
" Kita pulang aja mah kasihan Rayyan. Nggak apa-apa kan sayang." ucap ustad Gibran.
" Iya mah kita pulang aja, kasihan Rayyan kalau kelamaan di luar. Lagi pula bukannya Nanti kita mau makan malam sama keluarga besar mama ya. Jadi biar Baby Rayyan istirahat dulu." seru Khayra.
Akhirnya kami pun pulang ke rumah, Sampai rumah Khayra langsung mengelap tubuh Baby Rayyan dan mengantikan bajunya. Setelah itu baru Khayra yang bersih-bersih.
Tok... tok...
" Sayang masih lama nggak soalnya rayyan nangis seperti haus " ucap ustad Gibran dari depan pintu kamar mandi.
Khayra yang sedang mandi langsung buru-buru menyelesaikan mandinya.
ceklek
Ustad Gibran berdiri di depan pintu kamar mandi mencoba memenangkan baby Rayyan yang nangis.
" Aduh anak mommy kenapa sayang? Haus ya?." ucap Khayra sambil mengambil baby Rayyan dalam gendongan ustad Gibran.
Khayra pun langsung membawa baby Rayyan ke tempat tidur. Khayra pun langsung menyusui Baby Rayyan sambil duduk bersandar di kepala tempat tidur. Sedangkan ustad gibran dia memilih duduk di sofa sambil memangku laptopnya. Mungkin ustad Gibran sedang mengecek pekerjaannya.
Setelah Baby Rayyan tertidur Khayra pun meletakkan baby Rayyan di tempat tidur dan dia ikut tidur di samping baby Rayyan. Karena Khayra juga sangat ngantuk setelah tadi habis jalan-jalan. Saat hampir terbuai mimpi Khayra merasakan ada yang memeluknya dari belakang.
Khayra sempat sedikit kaget tiba-tiba di peluk dari belakang tapi saat mencium aroma wangi khas Ustad Gibran. Khayra pun melanjutkan tidurnya dan berharap dia bisa bermimpi yang indah.
Malam harinya Khayra di ajak makan malam bersama keluarga besar dari mama di salah satu restoran. Khayra bersyukur keluarga besar mama cukup baik dan cukup menerima kehadiran Khayra. Apalagi Baby Rayyan jadi bahan perebutan semua orang.
__ADS_1
Keluarga besar mama yang cukup welcome terhadap Khayra. Khayra nggak butuh waktu lama untuk bisa bergabung dengan mereka. Walaupun Khayra nggak bisa bahasa Jepang tak menjadi halangan untuk Khayra bisa akrab dengan mereka. Beruntung mereka sangat fasih berbahasa Indonesia jadi tak menyulitkan bagi Khayra.
Dan Ustad Gibran juga bahagia Khayra cepat akrab dengan keluarga besarnya.