
" assalamualaikum dokter Amira." Sapa khayra dan ustad Gibran ketika masuk ruangan dokter Amira.
" Walaikum salam, ayo silahkan duduk.." ucap dokter Amira.
" Terima kasih dok."
" Gimana ada keluhan nggak." Tanya dokter Amira.
" Alhamdulillah Nggak ada dok." Jawab khayra.
" Ya udah kita periksa dulu yuk." Ajak dokter Amira.
Khayra pun naik keatas tempat tidur untuk di periksa dokter amira. Dokter amira mulai mengolesi gel ke sebuah alat yang akan di tempelkan ke perut Khayra.
Ustad Gibran dan khayra melihat calon anak mereka dilayar monitor mereka sangat bahagia. Ustad Gibran tersenyum bahagia sekali-kali mencium tangan khayra.
" Alhamdulillah semuanya baik, detak jantungnya juga bagus, kalian masih nggak mau mengetahui jenis kelaminnya." tanya dokter amira.
" nggak usah dokter, biar menjadi surprise buat kita." ucap Khayra.
pemeriksaan pun berakhir khayra pun merapikan kembali pakaiannya setelah itu turun dari tempat tidur di bantu oleh ustad Gibran.
" ya sudah Bu Khayra dan pak Gibran sampai ketemu nanti di ruangan persalinan. " ucap dokter amira saat kami pamit pulang.
" makasih dok, semoga saya di berikan kelancaran dan melahirkan buah hati kami." ucap Khayra.
" amin"
" kalau gitu kita pamit ya dok, assalamualaikum."
" walaikum salam."
ustad Gibran dan khayra pun berjalan keluar dari rumah sakit. tak lama mang Agus menghampiri mereka di lobby rumah sakit. ustad Gibran selalu membantu khayra naik ke dalam mobil.
" sayang habis ini mau kemana?." tanya ustad Gibran.
" mas boleh gak, kita mampir mall beli gelato Kai mau gelato Sama sekalian Kai kemarin lupa beli pompa asi mas.."
" ya udah. mang Agus kita mampir ke mall dulu ya." ucap ustad Gibran.
mereka pun masuk kedalam mall ustad Gibran langsung membawa khayra ke cafe yang menjual gelato.
" sayang mau gelato rasa apa?." tanya ustad Gibran.
__ADS_1
" salted caramel, pitacio, Sama coklat. sama mau air mineral."
" mau gelato medium cap rasanya salted caramel, pitacio Sama coklat, terus air mineral satu, chicken curry puff satu sama ice cappucino satu."
" totalnya seratus lima belas ribu."
ustad Gibran memberikan kartunya.
" silahkan PINnya pak." ustad Gibran pun memasuki pin kartunya." maaf ini kartunya, nanti pesanannya akan diantar ke meja."
ustad Gibran dan khayra pun langsung duduk di bangku pojok. tak lama pesanan mereka datang, mereka pun langsung menikmati pesanan mereka. setelah itu khayra mengajak ustad Gibran ke baby shop mencari pompa asi tapi merembet membeli yang lain.
mereka baru sampai rumah menjelang magrib, ustad Gibran dan khayra langsung menuju kamarnya untuk bersih-bersih dan melaksanakan shalat magrib berjamaah. dan seperti biasa sehabis shalat magrib mereka berdua selalu mengaji bersama sampai adzan isya.
setelah menunaikan shalat isya ustad Gibran dan khayra pun turun kebawah menuju meja makan. Di sana ternyata sudah ada mama dan papa yang menunggu untuk makan bersama.dan seperti biasa khayra akan mengambilkan makanan untuk ustad Gibran. dan setelah itu barulah dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
" gimana Kai semua baik-baik saja kan?." tanya mama.
" Alhamdulillah, baik-baik saja. tinggal nunggu mereka lahir dan melihat dunia." ucap Khayra.
' kamu harus sering-sering jalan biar jalan lahirnya kebuka. " ujar mama.
" iya mah dokter juga bilang kaya gitu."
" Alhamdulillah, sudah mah sudah siap semuanya." ucap Khayra
" ya sudah kalian istirahatlah." ucap mama menyuruh kami istirahat
mama memang paling pengertian dengan kondisi khayra yang sedang hamil besar jadi gampang kelelahan.
" kalau gitu gibran mau ajak Kai dulu ke kamar." ucap ustad Gibran sambil menuntun khayra menuju kamarnya.
Di dalam kamar ustad Gibran dan khayra sedang duduk menyender di atas tempat tidur. Sebelumnya mereka sudah bersih-bersih dan memakai baju tidur mereka. Karena masih setengah sembilan malam ustad Gibran dan khayra memilih menonton tv.
" sayang ada yang mau mas omongin." ucap ustad Gibran sambil mengelus rambut Khayra yang kepalanya sedang menyender di dada bidang ustad Gibran.
" Emang mas mau ngomong apa?." tanya Khayra yang matanya tetap memandang televisi.
" Gini tadi ustad Alif datang ke kantor mas."
" Ngapain ustad Alif ke kantor mas." potong khayra yang langsung menatap ustad Gibran.
" Ustad Alif datang ke kantor mas, mau curhat sekalian minta pendapat dan juga solusi. Ustad Alif tuh lagi menaruh hati pada seorang gadis. Ustad Alif sudah shalat istikharah, dan gadis itulah yang selalu ada dalam mimpinya." jelas ustad Gibran.
__ADS_1
" Kenapa nggak langsung di lamar aja kan sudah ada jawabannya." ucap Khayra memandang ustad Gibran.
" Masalahnya gadis itu masih sekolah."
" ya terus kenapa memangnya kalau masih sekolah. Kamu aja nikahin Kai saat Kai masih SMA dan masih SMA pula Kai di bikin tekdung sama kamu." ucap Khayra sedangkan ustad gibran hanya terkekeh.
" Tapi kamu suka kan sayang aku buat tekdung sebentar lagi brojol." ucap ustad Gibran menggoda khayra.
" kata siapa Kai mau aja yang mesum, buasnya minta ampun nggak bisa nahan." ucap Khayra sebal.
" hahaha.... mana bisa tahan kalau dihadapan mas ada wanita cantik dan seksi."
" oh jadi gitu mas, kamu nggak bisa nahan kalau di depan kamu itu ada wanita cantik dan seksi gitu." ucap Khayra menatap tajam ke ustad Gibran sedangkan ustad gibran hanya bisa menelan ludahnya sendiri.
" Liatin aja kalau mas Gibran macam-macam Kai colok mata mas biar nggak bisa lagi lihat cewek-cewek dan seksi. Dan Kai juga bakal potong punya mas biar tahu rasa." ucap Khayra yang membuat ustad bergidik ngeri mendengar ancaman khayra.
" ya Allah sayang kamu tega banget sih. Kalau punya aku di potong nggak bisa lagi ngasih adik buat baby yang sebentar lagi mau launching." ucap ustad Gibran mencium kening Khayra.
" biarin aja." ucap Khayra sebal
" udah ah jangan cemberut gitu, lagian kan kita lagi bahas ustad Alif kenapa jadi kita yang bertengkar."
" lagian mas duluan yang mulai bikin Kai kesal." ucap Khayra yang masih cemberut.
" oke...oke mas minta maaf." ucap ustad Gibran mencium bibir khayra.
" oh iya sayang kamu tahu siapa yang sedang ustad Alif suka."
" ya mana Kai tahu"
" Sepertinya kisah kamu bakal terulang lagi." ucap ustad Gibran sambil terkekeh.
" maksudnya." tanya Khayra binggung.
" iya kisah kamu menikah saat masih SMA, bakal terjadi juga oleh adik kamu. jadi umi dan Abi kan melihat lagi putrinya sold out sebelum waktunya."
khayra mengernyit dahinya heran dengan ucapan suaminya yang khayra anggap amat bertele-tele. ingin rasanya tak menanggapi suami tapi dia juga kepo siapakah orangnya.
**************
Terima kasih karena sidang membaca karya author yang masih banyak kekurangan.
karena banyak yang meminta Double up jadi hari ini Double up ya
__ADS_1