
mereka pun mencari tempat yang masih kosong sebagian tempat sudah di isi. walaupun lesehan tapi sudah banyak yang mendudukinya. sampai mereka melihat orang yang mereka kenal sedang makan dan orang itu makan sedikit mojok.
" assalamualaikum, wah kayanya pacaran terus nih." ucap ustad Gibran menghampiri mereka.
ustad Zaki dan Tante Aisyah terkejut dengan ke datangan keponakannya.
" Kai kapan datang?." tanya Tante Aisyah ketika khayra dan yang lainnya duduk.
" tadi sekitar jam sepuluh pagi." jawab khayra.
" jadikan ngadain empat bulanan di pesantren." tanya Tante Aisyah lagi.
" jadi dong Tan."
" ibu-ibu bapak-bapak maaf sebelumnya Zahra sama Zafra boleh duluan makan." tanya Zahra.
" nih keponakan Tante urusan makan aja nomor satu." ucap Tante Aisyah.
" hahaha itu sudah pasti, om Zaki istrinya bilang Zahra urusan makan nomor satu kita dirinya nggak aja." ucap Zahra ke ustad Zaki.
sedangkan ustad Zaki hanya tertawa karena Zahra sama Tante Aisyah istrinya itu sebelas dua belas kalau urusan makan nomor satu.
" ih... jangan samain Tante Ais sama kamu."
" ya jelas bedalah kalau Zahra kan baik hati dan tidak sombong."
" pede tingkat tinggi dia."
mereka semua pun tertawa.
" sudah ayo kita makan jangan ngomong mulu." ucap ustad Zaki.
mereka pun menikmati malam sambil mengobrol karena malam semakin larut dan khayra juga kondisinya sedang hamil jadi mereka memutuskan untuk pulang.
sampai rumah mereka pu. langsung masuk ke kamar masing-masing. setelah bersih-bersih dan Menganti pakaiannya , ustad Gibran dan khayra pun naik ke kasur.
" selamat tidur anak Abi, mau Abi bacain surat apa?." tanya ustad Gibran pada bayi di perut khayra.
" surat Yusuf boleh Abi." ucap Khayra menirukan suara anak kecil.
" baiklah Abi akan bacain surat Yusuf." ucap ustad Gibran.
" Abi bacain surat Yusuf setelah itu kamu tidur ya." ucap ustad Gibran
ustad Gibran langsung membacakan surat Yusuf sambil tangannya mengelus perut khayra. khayra yang senang karena hampir setiap malam ustad Gibran tak pernah absen selalu membacakan surat-surat Al-Qur'an dan selalu mengelus lembut perut khayra.
" ya Allah terima kasih karena engkau menjadikan mas Gibran sebagai pendamping hidup hamba, lelaki baik, Soleh dan bertanggung jawab. semoga kami terus bersama selamanya." gumam Khayra dalam hati sambil tersenyum memandangi wajah ustad Gibran.
__ADS_1
" sayang ayo tidur." ucap ustad Gibran mencium kening Khayra yang seketika membuyarkan lamunannya.
" ayo mas, baby mau di peluk Abi katanya."
" yakin cuma baby nya, mommy nya nggak?" ledek ustad Gibran.
cup..
khayra mengecup sekilas bibir ustad Gibran.
" itu sudah pasti." ucap Khayra sambil wajahnya menyelusup ke dada bidang ustad Gibran.
" kok cuma sebentar sayang." ucap ustad Gibran.
khayra yang mengerti keinginan suaminya. dia langsung mencium kembali suaminya, ustad Gibran yang mendapat ciuman kembali dari sang istri nggak mau membuang kesempatan. ustad Gibran langsung me****t bibir khayra. ciuman mereka makin dalam tangan ustad Gibran pun sudah tidak bisa di kondisikan.
" mas Kai pengen." ucap Kai dengan suara beratnya.
ustad Gibran heran karena sang istri meminta duluan biasanya dirinya yang selalu mengajaknya bercinta.
" dengan senang hati sayang." ucap ustad Gibran langsung menjalankan aksinya.
dua pasang sejoli yang sebentar lagi akan menjadi orang tua sedang bergulat melakukan olahraga malam. ustad Gibran yang tahu kalau istrinya sedang lelah dia tak mau sang istri kecapean maka dia hanya melakukan satu ronde saja.
" makasih ya sayang, ayo kita bersih-bersih." ucap ustad Gibran setelah ustad Gibran selesai pelepasannya.
" kenapa?." tanya ustad Gibran yang melihat khayra terus menatapnya.
" mas yakin udah biasanya mas nggak akan bisa kalau cuma sekali." ucap Khayra.
cup
" mas tahu kamu sama baby kita lelah jadi mas nggak mau kalian kenapa-kenapa."
" ayo mas gedong kita bersih-bersih sama-sama." ucap ustad Gibran yang mengendong tubuh Khayra.
*********
" sayang bangun yuk sudah subuh." ucap ustad Gibran membangunkan Khayra.
Khayra yang merasa tidurnya terusik langsung membuka matanya.
" ayo bangun kita shalat berjamaah." ucap ustad Gibran lagi.
" mas nggak shalat berjamaah di masjid." tanya Khayra yang bangun dari tidurnya tapi masih duduk di tempat tidur.
" mas mau shalat berjamaah sama istri mas yang paling cantik." ucap ustad Gibran.
__ADS_1
" ya udah tunggu Kai dulu ya." ucap Khayra yang turun dari tempat tidur berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
di dalam kamar mandi ternyata ustad Gibran sudah menyiapkan air hangat untuk khayra. khayra pun langsung mandi dia nggak mau ustad Gibran menunggu lama dan dia juga nggak mau telat shalat subuh.
mereka pun shalat berjamaah setelah shalat ustad Gibran dan khayra pun memilih mengaji bersama. setelah mengaji bersama ustad Gibran dan khayra pun turun ke bawah. khayra memilih membantu umi di dapur sedangkan ustad gibran memilih untuk duduk di teras.
" umi masak apa?." tanya Khayra yang melihat uminya sudah sibuk di dapur.
" umi masak sayur bayam, perkedel kentang sama tempe orek. kenapa apa ada yang Kai inginkan." tanya umi.
" tapi ada kerupuk udang kan umi." tanya Khayra.
" ada umi sudah goreng kok kerupuk udang kesukaan putri cantik umi." ucap umi.
" makasih umi Kai mau bikinin mas Gibran kopi dulu." ucap khayra.
" sekalian nak sepertinya Abi kamu sudah pulang dari masjid "
" iya umi."
" dan jangan lupa itu ada singkong goreng nanti sekalian bawa sama kopinya."
khayra pun membuatkan dua gelas kopi, setelah jadi khayra pun membawa kopi dan juga singkong goreng ke teras rumah.
" Abi, mas ini kopi sama singkong gorengnya." ucap Khayra sembari menaruh kopi dan piring berisikan singkong goreng ke meja.
" makasih nak."
" makasih sayang."
" sama-sama, Kai masuk dulu mau lanjut bantuin umi."
setelah masakan matang dan sudah tertata di meja makan Khayra memanggil Abi dan suaminya untuk sarapan. sedangkan umi memanggil anak kembarnya.
mereka sarapan dengan tenang karena memang sudah kebiasaan kalau sedang makan tak boleh ada yang bicara.
" oh iya, untuk acara empat bulanan besok umi jadi ngadain acaranya jam sepuluh pagi jadi sebelum Dzuhur sudah selesai, jadi Gibran kamu jangan lupa bilangin mama dan papa kamu." ucap umi ketika mereka selesai makan.
" iya umi nanti gibran bilangin. ada lagi yang bisa Gibran bantu untuk besok umi.' tanya ustad Gibran.
" nggak ada lagi nak semua sudah beres."
" makasih umi.'
akhirnya yang di tunggu pun tiba-tiba, hari ini pengajian empat bulanan khayra. banyak tamu yang datang termasuk keluarga ustad Gibran.
khayra senang acara berjalan dengan lancar dan banyak yang mendoakan Khayra agar lancar sampai lahiran nanti.
__ADS_1