
Pagi hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Habis shalat subuh Khayra sudah sibuk di dapur untuk membuatkan sarapan. Walaupun di rumah sudah ada art yang bertugas memasak. Kalau dirinya ada di rumah memasak adalah tugasnya.
Setelah selesai menyiapkan sarapan Khayra segera menyiapkan keperluan sekolah anaknya. Walaupun sudah pasti anak-anaknya sudah menyiapkan keperluannya dari malam.
Khayra selalu menerapkan ke anak-anaknya untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri Termasuk membereskan kamar. Khayra hanya mengizinkan art untuk membantu bukan mengerjakan semuanya.
Setelah mengecek keperluan anak-anaknya baru Khayra kembali ke kamarnya. Dia membereskan keperluan ustad Gibran untuk ke kantor. Barulah dirinya mandi karena hari ini dia akan mengantar kedua anaknya ke sekolah.
Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, Khayra pun bergegas menyuruh sang suami untuk segera mandi.
" Yang mandi dulu gih, Nanti anak -anak telat nungguin kamu "
" Siap Bu bos." Ustad gibran pun menutup laptopnya.
Begitu suaminya masuk ke dalam kamar mandi. Khayra pun langsung turun ke bawah menuju meja makan. Menunggu yang lainnya untuk sarapan.
" Pagi Mom." Sapa Zafran yang langsung mencium pipi Mommy nya.
" Pagi sayang, Adiknya sudah di panggil." Tanya Khayra.
" Fira di sini Mom." Ucap Fira yang baru muncul yang langsung mencium Khayra.
" Deddy juga di sini." Ucap ustad Gibran yang muncul di belakang Fira.
" Pagi sayang." Sapa ustad Gibran mencium puncak kepala Khayra.
" Pagi juga "
" pagi jagoan Deddy." Ustad Gibran mencium pipi sang putra.
" Pagi Ded."
" Pagi princess Deddy yang sudah cantik tapi masih lebih cantikan Mommy." ucap ustad Gibran sambil mencium pipi sang putri.
" Pagi Ded, iya lah cantik kan Mommy kalau Deddy bilang Mommy jelek siap-siap tidur di luar. hahaha.."
__ADS_1
" Nah itu kamu tahu, Mana mungkin Deddy bisa tidur tanpa Mommy kamu "
" Wah ada apa nih pagi-pagi sudah seru aja nih." Ucap opa yang baru bergabung di meja makan bersama Oma.
" Opa kaya nggak tahu aja," Ucap Oma sambil mengambilkan sarapan untuk opa .
Selesai sarapan Khayra mengantar kedua anaknya ke sekolah. Dan ustad Gibran pun langsung berangkat ke kantor.
*****
Sehabis shalat subuh Dania pun segera memasak untuk sarapan. Selesai membuat sarapan Dania pun bergegas untuk mandi. Karena hari ini hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.
Selesai mandi Dania langsung berpakaian rapi. Setelah itu dirinya turun ke bawah menunggu sang suami pulang dari masjid.
Tapi ternyata saat Dania turun ke bawah bertepatan juga dengan Khalid pulang dari masjid.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam.'
" Udah nggak usah gombal, Mendingan kita sarapan .'
" Baiklah sayang '
Mereka pun menikmati sarapan yang Dania buat.
Sementara itu Rayyan berangkat ke sekolah Ternyata sudah banyak santri yang berkumpul di lapangan. Termasuk santri baru maupun santri pindahan.
Semua mata langsung Tertuju ke Rayyan saat Rayyan berjalan menuju lapangan. Bagi santri lama mereka biasa saja tapi bagi santri baru dan pindahan. Mereka semua langsung menatap Rayyan dengan tatapan memuja
Dan Mereka pun mulai bertanya-tanya Siapa kah cowok yang mereka lihat.
" Ya Allah ganteng banget Fix itu jodoh gue." Ucap salah satu Santri.
" Nggak itu jodoh gue." Itu lah yang mereka ributkan.
__ADS_1
" Eh tunggu deh kok dia muncul dari sana sih. Gerbang utamakan di sana jadi dia bukan murid yang cuma bersekolah di sini."
" Iya ya, Kalau santri harusnya dia muncul dari sana. Kalau dia muncul dari situ berarti dia anak ustad atau ustadzah dong."
Itu lah yang mereka bicarakan begitu melihat Rayyan datang.
Karena rasa penasaran mereka sangat tinggi salah satu dari mereka. Mencoba bertanya pada salah satu santri yang sudah lama.
" Kak maaf yang itu siapa ya? Kok munculnya dari sana? Apa anak ustad atau ustadzah?."
" Yang mana?"
" Itu tuh kak."
" Oh itu nama nya Gus Rayyan cucu kyai Azzam." Ucap santri itu santai
Sedangkan para santri yang dari tadi penasaran pun hanya bisa bengong.
" Orang tuanya ngajar apa kak."
" Orang tuanya Gus Rayyan nggak ngajar di pesantren ini. Ayah dan ibunya itu pengusaha dan kalian ada yang tahu keluarga Al Fatir."
" Tahu kak mereka adalah keluarga paling kaya raya dan juga seorang pengusaha sukses."
" Ibu nya Gus Rayyan adalah Khayra Ibrahim anak kedua kyai Ibrahim dan suaminya itu Gibran Al Fatir dan mereka adalah orang tua dari Gus Rayyan. Jadi kalian nggak usah bermimpi bisa mendapatkan dia."
" Berat ya kak."
" Iya, Kalian lihat wanita yang sedang berjalan itu. Namanya Ning Dania dia kakak perempuannya Gus Rayyan."
" Masya Allah Cantiknya."
" Kalian belum lihat ibunya dan juga adik perempuannya sudah otomatis kalian bakal minder."
Dan mereka pun hanya bisa melongo.
__ADS_1
Tak jauh beda santri wanita yang heboh melihat Gus Rayyan. Santri laki-laki juga heboh saat melihat kedatangan Dania. Awalnya mereka berlomba-lomba ingin menjadi kekasih hatinya. Tapi saat tahu Dania adalah cucu pimpinan pesantren. Mereka langsung minder tak percaya diri Apalagi kalau mereka tahu Dania sudah menikah. Sudah di pastikan mereka akan pingsan.