Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
262. masalah Chantika


__ADS_3

Permasalahan keluarga kandung sang keponakan yaitu Chantika membuat dokter Fachri pergi menemui ustad Gibran di perusahaannya untuk meminta bantuannya.


Setelah memarkirkan mobilnya dokter Fachri pun langsung pergi menuju lobby.


" Selamat siang."


" Siang pak, ada bisa kami bantu." Tanya resepsionis di perusahaan ustad Gibran.


" Pak Gibran nya ada "


" Maaf sebelumnya sudah buat janji." Tanya resepsionis itu lagi dengan sopan


" Sudah mbak saya iparnya pak Gibran."


" Oh pak Fachri bukan "


" Iya betul mbak."


" Silahkan langsung ke ruangan pak Gibran saja sudah di tunggu oleh beliau. Bapak bisa langsung pakai lift yang di sana lift khusus direktur." tunjuk resepsionis itu.


" Oh iya Terima kasih mbak "


Dokter Fachri pun langsung berjalan menuju lift yang di maksud tadi. Dokter Fachri pun menekan tombol tak lama pintu lift pun terbuka. Dan dokter Fachri pun menekan tombol lantai dimana ruangan ustad Gibran berada.


Sampai lantai yang di tuju dokter Fachri pun keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan ustad Gibran. Tapi saat akan menuju ruangan ustad Gibran, dokter Fachri bertemu dengan kak Hilman.


" Eh Fachri mau ketemu Gibran."


" Iya kak."


" Ayo kakak antar."


Dokter Fachri pun di antar oleh kak Hilman ke ruangan ustad Gibran.


Ceklek


Kak Hilman pun langsung membuka pintu ruangan ustad Gibran.


" Bro ada Fachri." ucap kak Hilman.


Ustad Gibran yang sedang memeriksa berkas sontak langsung menatap kak Hilman. Dan ustad Gibran melihat dokter Fachri yang berdiri di belakang kak Hilman.

__ADS_1


" Ayo ri duduk." Ajak ustad Gibran yang menyuruh duduk di sofa.


Akhirnya mereka pun duduk di sofa


" Abang lagi sibuk nggak?." Tanya dokter Fachri.


" Tergantung kalau kamu kesini cuma mau ngobrol jelas Abang sibuk. Tapi karena Abang tahu kamu ke sini pasti ada keperluan yang mendesak kerjaan Abang masih bisa di tinggal dulu." ucap ustad Gibran.


" Ya udah bang Fachri Langsung aja biar nggak menganggu kerjaan Abang."


" Ada masalah apa ri ? Apa jangan-jangan masalah Chantika." tebak ustad Gibran.


" Iya bang."


" Apa ada sangkut pautnya dengan yang kemarin."


Dokter Fachri mengangguk.


" Untuk orang itu kamu nggak usah khawatir dia nggak mungkin macam-macam karena kalau dia macam-macam kakak kamu akan memutuskan kerjasamanya."


" Kalau soal itu Fachri nggak khawatir bang yang Fachri khawatir kan itu adiknya Jordan."


" Sebenarnya ada masalah apa sih dengan mereka."


" Kenapa mereka nggak sama-sama mengurus peninggalan Jordan." potong ustad Gibran.


" Justru itu bang sifat Sandra dan suaminya itu tipe orang yang senang berfoya-foya. Makin lama semua peninggalan Jordan otomatis habis karena sifatnya itu. Dan sekarang perusahaannya terancam bangkrut."


" Chantika baru semalam cerita kalau sebulan yang lalu tantenya menyuruh Chantika untuk minta ke Abang untuk menyuntikkan dana ke perusahaannya tapi Chantika nggak mau karena menurut Chantika mau sebesar apa pun dana yang di berikan akan habis dalam sekejap."


" Terus mereka pasti marahi keponakan Abang karena nggak mau bantuin dia."


" Iya bang karena Chantika nggak mau bantuin dia makannya Chantika mau di jodohkan dengan pria tersebut."


" Astaga, itu orang otaknya dimana ya? nggak punya hati banget sih. Kita nggak nggak ada hubungan darah aja nggak akan tega, ini astaghfirullahaladzim." ucap ustad Gibran geram.


" Iya bang aku sama Zahra aja kesal bang, Dan yang lebih membuat aku dan Zahra kesal dan marah."


" Apa?."


" Dia tega mengusir kedua anaknya Jordan dari rumah itu."

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim Mereka kan masih kecil."


" Iya bang masih di bawah umur, Beruntung Gilbert cukup tanggap dia nggak lupa membawa barang-barang berharga milik mereka berdua. Dan ponsel mereka untung nggak diambil bang. Mereka langsung menghubungi Juna adik laki-laki nya Jordan. Dan Juna minta mereka menemui Chantika karena memang sudah malam. Juna juga nelpon Chantika untuk mencari tempat tinggal untuk mereka sebelum Juna membawa mereka untuk tinggal bersamanya."


" Sekarang mereka di rumah kalian."


" Iya bang."


" Terus rencananya mau nyari tempat tinggal dimana?." tanya ustad Gibran.


" Aku sama Zahra takut bang kalau mereka tinggal sendiri jadi aku sama Zahra memutuskan untuk mereka tetap tinggal dengan kami."


" Itu lebih baik tapi kalau memang butuh tempat tinggal bisa tinggal di apartemen kakak kamu di sana penjagaan cukup ketat."


" Iya bang."


" Sekolah mereka."


" Kata Juna mereka untuk tidak bersekolah dulu."


" Bilang Juna kalau perlu bantuan Abang siap bantu. Dan untuk Chantika Abang akan kasih dia berapa orang body guard yang akan menjaga Chantika dari jauh."


" Nggak berlebihan bang."


" Nggak dari pada terjadi sesuatu sama keponakan abang."


" Aku ikut Abang aja."


" Baiklah untuk adiknya Jordan itu jadi urusan Abang dan untuk aset semua milik Jordan Abang pastikan akan kembali ke Chantika dan kedua adiknya."


" Fachri ke sini memang mau minta bantuan untuk membuat adiknya Jordan nggak akan macam-macam dengan Chantika."


" Santai aja ri .?"


" Kalau gitu Fachri pamit ya bang.'


" Iya hati-hati ya ri."


" Iya bang assalamualaikum."


" Walaikum salam." Dokter Fachri pun diantar ke luar .

__ADS_1


Sepeninggalan iparnya ustad Gibran pun langsung meminta kak Hilman untuk menambah body guard untuk menjaga Chantika. Karena sebelumnya ustad Gibran sudah meminta anak dari orang kepercayaannya yang kebetulan juga bersahabat dengan Chantika untuk menjaga Chantika.


Sampai rumah ustad Gibran juga bercerita tentang masalah Chantika ke istri, Rayyan dan juga ke dua orang tuanya.


__ADS_2