
" Sayang bangun yuk sudah mau adzan subuh," ustad Gibran mengusap lembut pipi khayra, membangunkan Khayra yang masih terlelap dalam mimpinya.
Sedangkan khayra yang di bangunkan ustad Gibran hanya menggeliat tanpa membuka mata.
" Yang ayo dong bangun." kini ustad Gibran menciumi seluruh wajah khayra agar khayra cepat bangun.
Ternyata triknya berhasil khayra membuka matanya karena tidurnya terusik.
" Mas...Kai masih ngantuk." ucap khayra dengan suara serak khas bangun tidur.
" Sudah mau adzan subuh sayang, mas mau shalat di masjid."
Khayra yang mendengar suaminya mau shalat di masjid langsung bangun dari tidurnya.
" Terus Kai di tinggal gitu di rumah sendirian." ucap Khayra sambil memanyunkan bibirnya.
" Terserah kamu yang, mau shalat di masjid atau di rumah." tanya ustad Gibran lembut.
" Ikut mas, Kai nggak mau sendirian."
" Ya udah sekarang kamu mandi dulu, mas tungguin."
" Cium dulu Kai belum di cium." ucap Khayra manja.
ustad Gibran terkekeh geli melihat istrinya lebih manja.
cup
Ustad Gibran mencium lembut bibir khayra.
" Sudah mana lagi yang mas mau cium." tanya ustad Gibran.
" Udah, Kai mau mandi? Kai jangan di tinggal." ucap khayra sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Ustad Gibran langsung menyiapkan mukena dan sajadah untuk khayra. Setelah itu dia pun memutuskan untuk mengambil wudhu di kamar sebelah. Saat kembali ke kamar ternyata khayra sudah selesai mandi dan sedang memakai mukenanya.
" Mas darimana?."
" Habis ngambil wudhu di kamar sebelah. sudah siap?."
" Sudah."
" Ayo kita ke masjid "
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung berangkat ke masjid sampai masjid khayra langsung masuk ke dalam khayra langsung berjalan ke depan duduk di samping neneknya.
" Nek," panggil khayra sambil mengelar sajadahnya dan duduk di samping sang nenek.
" Selamat ya sayang, semoga dia sehat sampai lahiran nanti."
" Makasih nek."
" Gimana ada mual Kai."
" Alhamdulillah gak ada nek, nek Kai boleh minta sesuatu gak."
" Mau minta apa sayang.' jawab nenek lembut sambil mengelus kepala khayra.
Sebelum khayra memberitahukan keinginannya kepada neneknya ternyata sudah saatnya shalat berjamaah di mulai.
" Kita shalat dulu Kai, nanti baru bilang mau kamu apa insyaallah nenek pasti kabulkan."
Selesai shalat khayra pun pulang bareng nenek, Tante Ais, adik kembarnya dan juga nadifa.
" Oh iya Kai nenek sampai lupa tadi kamu mau apa?." tanya nenek.
" Mau di bikin bubur kacang hijau sama ketam item buatan nenek nanti sore Kai mau makan itu."
" Ya sudah nanti nenek buatkan ya."
" Amin."
" Selamat ya Kai, gimana mabukan gak."
" Makasih Tante, Alhamdulillah gak."
" Gak mabuk Tante, cuma makannya kak Kai dua kali lipat." celetuk Zahra.
" Ya nggak apa-apa namanya hamil harus makan yang banyak." ucap Tante
" Tuh dek, jadi jangan protes kalau kakak makan banyak."
Akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing, Khayra sampai rumah langsung membuat sarapan. Khayra memasak nasi goreng dengan telur dadar, khayra pun langsung menyiapkan bahan-bahan dan lanjut memasak tak membutuhkan waktu lama akhirnya khayra selesai membuat sarapan.
Selesai menaruh sarapan di meja makan Khayra pun langsung bergegas siap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah rapi memakai seragam sekolah Khayra pun turun ke bawah sambil membawa tas sekolahnya. Tapi sebelum turun khayra menyiapkan baju ustad Gibran untuk mengajar dan untuk ke kantor.
Sambil menunggu sang suami pulang dari masjid Khayra memilih meminum susunya dulu karena ingin sarapan sama suaminya. Sampai hampir jam tujuh suaminya belum juga pulang dari masjid karena kesal khayra langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan hanya minum susu hamil.
__ADS_1
Khayra berjalan ke kelas dengan kesal sampai kelas nada, Gita dan Sarah melihat khayra wajahnya di tekuk. Mereka bertiga saling pandang heran karena kemarin mereka melihat jelas khayra sangat bahagia melihat kedatangan ustad Gibran.
" Assalamualaikum." ucap Khayra datar.
" Walaikum salam."
" Ning kamu kenapa?." tanya nada.
" Nggak apa-apa?." sambil matanya berkaca-kaca.
Mereka bertiga makin bingung dengan Ning khayra yang sudah hampir menangis. Akhirnya mereka pun memilih untuk diam dan tak bertanya lagi.
*****
Ustad Gibran pulang ke rumah sudah jam tujuh dan dia tahu pasti Kai sudah berangkat. Makanya dia langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk bersih-bersih dan bersiap untuk mengajar. Setelah rapi ustad Gibran pun turun ke bawah untuk sarapan. sampai meja makan ustad Gibran melihat ada makanan yang di tutupi pakai tudung saji. dan ustad Gibran tahu kalau khayra tadi membuat sarapan, maka ustad Gibran memutuskan untuk membuat teh manis hangat di dapur.
selesai membuat teh ustad Gibran pun langsung ke meja makan untuk sarapan. saat membuka tudung saji di sana masih ada dua piring nasi goreng utuh. ustad Gibran yang melihat itu sedikit kaget yang pasti dia tahu dua piring nasi goreng itu satu untuk khayra satu lagi untuk dirinya.
" ya Allah, kenapa gak di makan sih Kai sarapannya." gumam ustad Gibran.
" maafin mas ya, pasti kamu nunggu mas mau sarapan bareng." gumam ustad Gibran lagi.
akhirnya ustad Gibran pun memindahkan ke dua piring nasi goreng tersebut ke dalam tempat makan. dia akan makan itu nanti bareng istrinya pas jam istirahat khayra.
jam pelajaran pertama sudah selesai dan kini masuk jam pelajaran yang kedua dan itu artinya jam pelajaran ustad Gibran. khayra yang masih kesal dengan sang suami rasanya ingin bolos pelajarannya tapi itu sangat tidak mungkin. dan dengan terpaksa khayra pun harus tetap berada di kelas.
" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ustad Gibran masuk ke dalam kelas.
" walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh."
pelajaran pun langsung di mulai ustad Gibran langsung menerangkan semua materi yang sedang di pelajari. khayra yang saat ini sedang kesal dengan suaminya hanya bermalas-malasan, khayra hanya mendengar tanpa mau menatap ke depan kelas.
ustad Gibran yang melihat istrinya hanya sibuk dengan buku yang ada di depannya tanpa mau memperhatikan dirinya.
" segitu marahnya kamu sayang sampai nggak mau lihat mas sama sekali." gumam ustad Gibran dalam hati.
ustad Gibran benar-benar gusar melihat khayra marah kalau saja bukan kelas ustad Gibran akan meminta maaf dan juga akan membujuknya. ustad Gibran merasa bersalah karena terlalu asik mengobrol setelah shalat subuh berjamaah tadi. sehingga membuat istrinya menunggu dan tidak sarapan.
pelajaran ustad Gibran telah selesai kini semua Santri bersiap untuk pergi ke kantin.
" Ning khayra mau ikut ke kantin." tanya. nada.
sebenarnya dia malas tapi dia ingat bahwa ada makhluk hidup di perutnya yang harus dia kasih makan juga akhirnya dia menyetujui ajakan nada
__ADS_1
" ikut lah nad." jawab khayra.
tapi baru saja bangun dari duduknya khayra sudah di samperin sama seseorang.