Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
250. permintaan yang sakit


__ADS_3

Zafran dan Luna sudah berangkat ke kampus, kini tinggal Bagas saja yang tinggal dan menunggu di rumah sakit.


sembari menunggu Zafira bangun bagas pun memilih duduk di sofa dan membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya.


Zafira membuka matanya dan melihat ruangan yang serba putih dan yang pasti itu bukan kamarnya. Zafira pun mencoba mengingat-ingat sampai di mendengar suara.


" Dek kamu sudah bangun?." tanya Bagas begitu melihat Zafira sudah membuka matanya. Bagas pun segera menghampiri


Zafira pun langsung menengok ternyata ada Bagas yang sedang berjalan mendekat.


" Mas Bagas, Fira ada dimana?." Tanya Zafira lemas


" Kamu ada di rumah sakit dek demam tinggi makanya mas Bagas dan mas Zafran membawa kamu ke sini." jawab Bagas.


" Mas Fira haus."


" Tunggu ya." Bagas pun mengambil air minum dan di berikan ke Zafira.


" Sudah dek " Zafira mengangguk.


" Sebentar ya dek mas panggil dokter dulu." Bagas pun menekan tombol.


Tak lama dokter dan suster pun datang


" Selamat siang saya periksa dulu ya." ucap dokter tersebut.


" Iya silahkan dok." jawab Bagas.


Dokter pun memeriksa Zafira.


" Panasnya sudah turun, apa yang nona Zafira rasakan saat ini." tanya dokter.


" Masih pusing dan lemas dok."


" Ada lagi."


Zafira menggeleng.


" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, selamat siang."


" siang juga dok."


Dokter dan suster pergi meninggalkan ruangan rawat Zafira.


" Dek makan dulu ya terus minum obatnya setelah itu kita telpon Mommy." ujar Bagas.


" Tapi Fira nggak nafsu makan mas."

__ADS_1


" Ayo dong fir mas suapin ya, Biar cepat sehat dan cepat pulang. Biar Mommy sama Deddy di sana nggak khawatir."


Dan dengan terpaksa Zafira pun mau makan di suapin oleh Bagas. Zafira hanya mampu menghabiskan setengah saja setelah itu Bagas pun menyuruh Zafira minum obat.


" Mau nelpon Mommy sekarang?." Tanya Bagas begitu zafira selesai meminum obat.


" Boleh mas." jawab Zafira lesu.


Bagas pun langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor Mommy angkatnya.


" Assalamualaikum gas ada apa nggak ada apa-apa kan sama Fira." tanya Khayra begitu wajahnya muncul di layar ponsel Bagas.


" Walaikum salam Mom, Mommy jangan panik begitu bagas nelpon karena Fira mau ngomong sama Mommy." Ujar Bagas dan langsung mengarahkan ponselnya ke Zafira.


" Ya Allah anak Mommy kenapa pucat begitu sih." ucap Khayra begitu ponselnya menampilkan wajah putri bungsunya.


" Namanya juga lagi sakit Mom."


" Sekarang apa yang kamu rasakan sayang "


" Pusing sama lemas aja Mom."


" Sudah makan."


" Sudah di suapin mas Bagas."


" Udah baru aja."


" besok malam Deddy sama Mommy bakal berangkat ke sana ada yang kamu pingin sayang."


" Boleh Mommy."


" Iya apa?."


" Bawain rendang, kering kentang, abon, bawang goreng, Makaroni pedas,"


" Dek jangan makan pedas dulu." potong Bagas.


" Hiiish .... mas Bagas itu kan buat nanti nggak aku makan sekarang." Zafira langsung memanyunkan bibirnya.


Sedangkan Khayra hanya tersenyum aja.


" Mas Bagas diam aja Fira belum selesai pesannya." Bagas pun pasrah.


" Lanjut ya Mommy Mie lidi, Basreng, Baso Aci yang kemasan Mom, seblak pokoknya Mommy bawain yang nggak ada di sini."


" Banyak banget sayang yakin di makan." tanya Khayra.

__ADS_1


" Bukan buat Fira aja Mom, Fira udah janji sama teman kampus buat nyobain makanan dari Indonesia." jelas Zafira.


" Gas kayanya sudah sembuh deh tuh cerewetnya sudah kembali." goda Khayra.


" Iya Mom padahal dari lemes gak ada semangat buat hidup." timpal Bagas yang ikut menggoda Zafira.


" Biarin biar Fira cepat pulang atau mau Fira sakit terus gitu." Zafira ngambek.


" Ya udah jangan ngambek princess Mommy siap nanti Mommy bakal bawain tapi nggak bisa banyak-banyak ya soalnya Mommy sama Deddy nanti naik pesawat komersial."


" Loh memang pesawat pribadi nya kemana?." tanya Zafira.


" Sedang pengecekan rutin. sudah ya Mommy mau ke resto dulu. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


****


Khayra dan ustad Gibran pun berangkat ke London malam hari. Sampai bandara mereka pun cek in terlebih dahulu baru setelah itu mereka berdua mencari musholla untuk shalat isya.


Setelah shalat isya mereka pun pergi makan malam dulu. sambil menunggu panggilan untuk masuk ke dalam pesawat.


Menempuh perjalanan hampir dua puluh jam akhirnya mereka pun sampai di London Heathrow airport. Setelah melewati imigrasi dan juga mengambil koper ustad Gibran dan khayra pun berjalan keluar bandara.


Supir yang sudah menunggu pun langsung menghampiri ustad Gibran dan juga khayra.


" Assalamualaikum tuan, nyonya selamat datang." sapa pak Riki supir kantor yang di tugaskan oleh ustad Gibran untuk menjadi supir untuk anak-anaknya.


" Walaikum salam pak Riki, bagaimana kabarnya." Tanya ustad Gibran sedangkan Khayra hanya tersenyum.


" Alhamdulillah bi tuan, mari tuan mobilnya di sana." tunjuk pak Riki.


ustad Gibran dan khayra pun segera masuk mobil Sedangkan pak Riki memasukan koper ke bagasi.


" Kita langsung ke apartemen tuan."


" Maaf pak Riki, Zafira sudah pulang dari rumah sakit belum." tanya Khayra sopan.


" Belum nyonya tadi saya tanya sama den Zafran katanya besok baru boleh pulang." jawab pak Riki.


" Ded boleh nggak kita ke rumah sakit dulu." pinta Khayra.


" Kamu nggak capek yang." tanya ustad Gibran.


" Cepek tapi Mommy belum tenang kalau belum lihat kondisi princess secara langsung."


" Baiklah pak Riki kita ke rumah sakit dulu."

__ADS_1


" Baik tuan."


__ADS_2