Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
182. Sah


__ADS_3

Sakti berjalan menghampiri sang pengantin yang baru saja melaksanakan ijab qobul. Sakti memeluk adiknya yang kini sudah bukan lagi tanggung jawabnya.


" Selamat ya dek, Ingat sekarang kamu sudah punya suami. Sudah punya tanggung jawab sebagai seorang istri." ucap sakti setelah melepas pelukannya


Kini dia beralih memeluk Khalid.


" Selamat ya adik ipar, Kita memang baru berapa kali bertemu. Dan saya juga tidak pernah ngobrol sama kamu. Tapi saya percaya kamu adalah suami yang baik untuk Dania. Jadi saya minta tolang jaga Dania jangan sakiti Dania. Kalau kamu memang sudah tidak menginginkan Dania kembalikan ke saya baik-baik." Ucap Sakti.


" Terima kasih mas, Insyaallah saya akan menjaga dan mencintai Dania. Dan mas Sakti bisa melakukan apa saja terhadap saya kalau saya sampai menyakiti Dania." ucap Khalid


" Bagus.' Ucap Sakti sambil berlalu ke halaman belakang menyusul yang lainnya.


" Ayo..." Ucap Khalid mengulurkan tangannya untuk digenggam Dania.


Dania ragu menerima uluran tangan dari Khalid. Tapi Dania juga nggak mau Khalid kecewa. Dia pun meraih uluran tangan Khalid, tangannya gemetar saat ini memegang tangan Khalid.


Khalid langsung menggenggam tangan lembut milik Dania. Khalid merasakan tangan Dania dingin dan gemetar. Khalid langsung tersenyum karena dia yakin ini pertama kalinya Dania di genggaman tangannya oleh laki-laki di luar Keluarganya.


Sedangkan Dania nggak usah di tanya dirinya rasanya sudah mau pingsan.


" Sayang kamu mau makan nggak, Abang ambilkan ya." Ucap Khalid.


Wajah Dania langsung merah karena Khalid memanggilnya dengan sebutan sayang.


Dania hanya mengangguk.


Khalid langsung mengajak Dania tempat prasmanan. Khalid mengambil piring begitu juga Dania, tapi Khalid melarangnya.


" Kita makan sepiring berdua aja " ucap Khalid.


" Tapi..."


" Biasakan kalau kita akan selalu makan sepiring berdua." Potong Khalid dan Dania pun pasrah.


Setelah mengambil makanannya Khalid mengajak sang istri untuk duduk sedikit menjauh dari orang-orang.


" Mau makan sendiri atau mau Abang suapin." tanya Khalid.

__ADS_1


" Dania Makan sendiri aja." Ucap Dania malu.


Akhirnya mereka makan sepiring berdua tanpa ada pembicaraan. Setelah selesai makan Dania memberikan segelas air putih ke Khalid.


" terima kasih.' Ucap Khalid saat menerima gelas dari Dania.


Setelah itu Dania dan Khalid pun bergabung dengan yang lainnya.


Malam semakin larut para undangan juga sudah pada pulang. Begitu juga dengan keluarga Khalid serta saudara- saudara Dania juga sudah pamit pulang.


Dania mengajak Khalid untuk beristirahat di kamarnya. mereka menaiki tangga menuju lantai dua, Dania membuka pintu kamarnya. Dan mempersilahkan Khalid untuk masuk.


Khalid pun masuk ke dalam kamar istrinya, Khalid cukup kagum. Kamar istrinya sangat luas, Rapi dan dengan barang-barangnya yang tertata dengan indah.


" Hmmm....Abang mau ke kamar mandi duluan atau Dania." Ucap Dania tertunduk tanpa melihat ke arah Khalid.


" Kamu aja dulu sayang."


Blush lagi-lagi wajah Dania berubah menjadi merah akibat panggilan sayang dari Khalid.


karena malu dan salah tingkah Dania pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Tapi sebelumnya dirinya mengambil baju ganti terlebih dahulu.


Lima belas menit dihabiskan oleh Dania di dalam kamar mandi. Dania pun keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidur dengan hijabnya.


" Bang Dania sudah selesai kalau Abang mau ke kamar mandi."


Khalid yang matanya sedang melihat ponsel mengangkat wajahnya. Khalid melihat Dania sudah dengan pakaian tidurnya. Tapi Khalid mengeryitkan keningnya melihat Dania masih memakai hijabnya.


Khalid pun berjalan menghampiri Dania, sedangkan Dania bingung dan nggak tahu mau ngapain mendadak kakinya kaku. Khalid tiba-tiba sudah berada di hadapan Dania.


" Kenapa hijabnya di pakai kan kita mau tidur?." ucap Khalid pelan.


" Hah...."


" Boleh Abang lepas hijabnya sayang."


Dania bingung mau jawab apa? Tapi tanpa Dania sadari justru dirinya mengangguk.

__ADS_1


Khalid pun membuka hijab Dania, terlihatlah rambut hitam lurus sebahu. Dan Khalid melihat kecantikan Dania tanpa hijab.


" Kamu cantik sayang ." Bisik Khalid di telinga Dania sambil berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Begitu Dania mendengar pintu kamar mandi tertutup. Dania langsung terduduk kakinya langsung lemas. Jantungnya berdetak kencang, tangannya dingin dan gemetar, Wajahnya merah.


Setelah mengumpulkan lagi tenaganya, Dania pun bergegas menuju ranjangnya. Dania pun memainkan ponselnya untuk menghilangkan kegugupannya.


Khalid pun keluar dari kamar mandi, Dan ikut naik ke atas ranjang.


" kita tidur sayang sudah malam." Ucap Khalid sambil mengambil ponsel Dania dan menaruhnya di nakas.


" Hah.." sedangkan Dania seperti orang bodoh yang bengong ponselnya diambil Khalid dan di taruhnya di nakas.


Khalid terkekeh geli melihat tingkah Dania.


" Abang nggak akan minta hak Abang sekarang sayang, Kamu nggak usah tegang begitu.'


" Hah.'


" Boleh Abang cium kamu sayang."


Dania mengangguk.


Wajah Khalid mendekat dan semakin mendekat, Tubuh Dania seakan kaku. Dania langsung melotot matanya begitu bibir Khalid menempel di bibirnya.


Dari yang awalnya hanya menempel, lama-lama Khalid Me***"t bibir merah Dania. Walaupun Dania tidak membalas ciumannya tapi setidaknya Dania tidak menolaknya.


Karena merasakan manisnya bibir Dania, Khalid pun meminta Dania untuk membalas ciumannya.


" Sayang balas jangan diam aja." Ucap Khalid menghentikan ciumannya sejenak.


" Ng...nggak tahu gi .gimana balasnya." Ucap Dania gugup.


Khalid pu. kembali mencium Dania kali ini lebih dalam ciumannya. Cukup lama mereka berciuman sampai akhirnya Khalid pun menghentikannya.


' Sudah yuk kita tidur, Abang udah ngantuk banget." ucap Khalid mengajak Dania merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Khalid tidur memeluk Dania, sedangkan Dania sama sekali tidak bisa memejamkan mata.


__ADS_2