Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
170. ada yang curi pandang


__ADS_3

Tak lama Abi datang bersama dengan mas Iqbal, ustad Alif, dan ustad Gibran.


" Assalamualaikum...."


" Walaikum salam..."


" Mas Azzam.." Rasyid pun bangun dari duduknya dan memeluk anak sahabat ayahnya.


" Rasyid... Apa kabar?." Abi pun membalas pelukan Rasyid.


" Alhamdulillah baik mas, Maaf baru bisa datang."


" Nggak apa-apa, Halo abibah apa kabar?.' sapa Abi ke istrinya Rasyid.


" Alhamdulillah baik dan semakin tua." Ucap abibah tertawa.


" Oh iya kenalin masih ingat anak ku yang pertama?." Tanya Abi memperkenalkan mas Iqbal.


" Iqbal kan, wah sudah punya anak berapa bal?." Tanya Rasyid ke Iqbal.


" Oh iya Abi kenalkan dulu ini namanya Rasyid anak sahabat kakek dan nenek kamu. Mereka tinggal di Kairo, Dan yang itu istrinya namanya abibah. " jelas Abi ke mas Iqbal, ustad Alif dan ustad Gibran.


" Oh iya syid, kenalin mereka berdua menantu saya masih ada satu lagi Tapi masih belum pulang dari rumah sakit."


" Menantumu sakit mas."


" Alhamdulillah dia sehat, Dijah punya penerusnya menantu dan anak kembar aku dokter syid. Dan mereka tadi harus kerja dulu makanya belum pulang."


" Wah kayanya sudah sukses semua, ada yang bakal nerusin kamu mas."


" Mantu ku yang ini namanya Gibran dia suaminya Kai. Dulu pas dekati Kai dia sampai harus jadi ustad disini. Tapi begitu nikah kembali memegang perusahaan orang tuanya. Yang ini Alif suami nya zafra sama sebelum menikah di ustad di pesantren ini. Tapi setelah menikah malah di suruh sama sih Kai buat ngurus supermarketnya." ujar Abi.


" Kalau Iqbal."

__ADS_1


" Dia dari dulu tidak tertarik buat ngurus pesantren. Dia sekarang di suruh pegang perusahaan mertuanya yang ada di sini."


" Nah ini istrinya Iqbal Namanya Michiko." ucap Abi memperkenalkan Michiko yang kebetulan baru muncul dari dalam.


" Wah namanya kaya Jepang gitu." ucap abibah.


" Memang orang Jepang." jawab Abi.


" Ketemu di mana bal?." Tanya Rasyid ke mas Iqbal.


" Kebetulan masih sepupunya suaminya Kai."


" Kalau ini siapa syid." Tanya Abi ke orang-orang yang duduk di dekat Rasyid.


" Ini Adik aku yang bungsu Sabil dan istrinya Siti dan yang perempuan ini Namanya Nisa anak mereka baru kelas dua SMP. Dan yang anak ku yang pertama Arsyila dan suaminya Muhammad. Kalau yang ini si bungsu baru lulus kuliah Namanya Khalid." semuanya pun Saling berkenalan.


" Oh iya mas aku boleh menitipkan Khalid untuk mengajar di sini. Katanya dia mau mencari pengalaman." ucap Rasyid.


Akhirnya mereka mengobrol sampai tak terasa sudah mau mendekati Shalat Ashar. Akhirnya mereka menghentikan obrolan mereka.


Sedangkan Khalid dari tadi terus saja mencoba mencuri pandang ke Dania. Khalid sudah terpesona dengan Dania dari awal pertama tadi. Khalid terpesona dengan sikap ramahnya Dania, Sopan dan tutur katanya yang baik dan senyumnya.


Entah mengapa melihat senyumnya Dania Khalid merasakan jantungnya berdegup kencang.


Acara peringatan tujuh hari meninggalnya pemilik pesantren Al hikmah. Berlangsung dengan lancar, Banyak orang yang hadir dan banyak yang mendoakan kakek dan nenek.


Selesai acara banyak yang langsung pulang tak banyak juga yang tetap menunggu waktunya magrib.


Makanya begitu Adzan Maghrib berkumandang Masjid pesantren penuh bahkan tak menampung kalau harus shalat di dalam masjid. Maka terpaksa sebagian harus shalat di halaman masjid.


Begitu juga dengan keluarga pesantren yang perempuan memilih shalat di rumah masing-masing.


Keluarga Khayra juga yang perempuan memilih shalat di rumah. Karena mushola yang ada di rumah tidak muat jadi lah mereka menggelar karpet di ruang tengah. Maklum selain keluarga anak, mantu dan cucu umi, Ada tambahan personil. Ada Orang tua Michiko, orang tua ustad Gibran, Orang tua Ustad Alif, kakaknya ustad Gibran, adiknya ustad Alif dan juga Tamu yang juga ikut shalat berjamaah di rumah.

__ADS_1


Setelah Shalat magrib mereka lanjut lagi yasinan sampai adzan isya. Begitu juga di masjid para santri juga yasinan sampai waktu isya.


Selesai shalat isya para santri, keluarga pesantren serta tamu yang masih ada. Di persilakan untuk menikmati makan malam yang sudah di sediakan.


Dan Kali ini semuanya berkumpul di rumah orang tua Khayra. Makanya Abi sengaja mengeluarkan semua Sofanya dan di taruh di garasi. Karena sudah pasti akan berkumpul di rumahnya.


Abi dulu memang sengaja membangun rumah yang luas. Karena dulu Abi ingin punya anak banyak Biar ramai katanya. Walaupun ternyata hanya punya empat orang anak, Tapi sekarang malah sudah seperti pasar kalau anak, mantu dan cucu sudah berkumpul.


" Dania kamu mau kemana nak?." tanya Abi saat melihat cucunya berjalan keluar.


" Mau ambil sayur SOP kek untuk Oma."


" Ya sudah nanti tolong panggilkan santri laki-laki untuk membawakan piring-piring kotor."


" Iya kek."


Dania pun pergi dari sana ketempat prasmanan untuk mengambil SOP .


Saat kembali Dania tampak kesusahan membawa dua mangkuk SOP yang masih panas. Sakti yang melihat adiknya kesusahan membawa mangkuk berisi sayur SOP. Segera bangun dari duduknya dan langsung mengambil mangkuk tersebut dari tangan Dania.


" Kenapa nggak minta tolong sih? Ini kan panas. Kalau jatuh kena tangan kena kaki gimana?." Kesal Sakti.


Sedangkan Dania hanya nyengir melihat kakaknya kesal.


Interaksi mereka berdua ternyata lepas dari penglihatan Khalid. Khalid melihat bagaimana Dania begitu akrab dengan laki-laki itu yang memang Sakti belum berkenalan dengan Khalid.


Melihat itu entah kenapa ada perasaan tidak suka yang di rasakan Khalid. Rasanya Khalid seperti tidak rela pujaan hatinya dekat dengan laki-laki lain.


" Astaghfirullahaladzim." Khalid langsung beristighfar karena bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu sedangkan gadis itu bukan siapa-siapanya.


Hari semakin malam Rasyid dan keluarganya pamit akan kembali ke hotel. Begitu juga dengan para besannya juga mereka pamit pulang. Ternyata Khayra dan mas Iqbal juga membawa keluarganya untuk pulang. Karena sudah seminggu mereka menginap. dan sudah seminggu juga ustad Gibran dan mas Iqbal tidak ke kantor.


Dan kini rumah Abi kembali sepi hanya ada Zafra dan suami serta anaknya saja seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2