
Berapa bulan berlalu kehamilan Dania sudah memasuki bulan ke tujuh. Dan selama kehamilan Dania tidak merasakan apa-apa semuanya biasa saja.
Bahkan kuliahnya juga nggak terganggu hanya awal-awal ustad Gibran, Khayra, Oma dan opa nya mewanti-wanti pihak kampus agar Dania di bebasin untuk tidak mengikuti kegiatan ospek.
Mereka nggak mau ada apa-apa dengan calon anaknya Dania. Pihak kampus juga nggak mau mengambil resiko kalau ada apa-apa dengan calon cicit pemilik kampus.
Banyak yang bertanya-tanya baik para mahasiswa senior maupun mahasiswa baru karena Dania tidak ikut dalam kegiatan ospek. Banyak orang memandang Dania tidak suka awalnya Dania risih. Tapi jihan selalu meminta Dania untuk tidak mempedulikan mereka.
Sampai akhirnya mereka tahu kalau Dania dan Jihan anak angkat pemilik kampus. Walaupun hanya anak angkat tapi semua orang tahu siapa keluarga Al Fatir.
Walaupun hanya anak angkat tapi kalau ada yang mencoba mengganggu mereka jangan salahkan orang tua angkatnya dan juga Oma dan opa nya yang turun tangan.
****
Seperti biasa Dania dan Jihan berangkat ke kampus bersama. Mereka pergi dengan mobil Dania dan Jihan yang bertugas untuk menjadi supirnya.
Begitu sampai kampus mereka berdua berjalan menuju ke kelas mereka karena sepuluh menit lagi mata kuliah akan segera di mulai.
Sampai kelas mereka berdua langsung bergabung dengan teman-temannya yang lain.
" Ayo bumil silahkan duduk, kasihan keponakan gue pasti kecapekan karena terguncang." Ucap Ridho salah satu teman Dania dan Jihan.
" Terima kasih Ridho memang the best." Ucap Dania sambil duduk di bangku yang tadi di persilahkan oleh Ridho.
" Siap dulu Ridho."
huuuuuu
Ridho mendapat sorakan dari teman-temannya.
" Oh iya aku mau ngundang kalian besok di acara tujuh bulanan."
" Siap..." Jawab mereka .
Tak lama dosen pun datang dan mereka kembali ke bangku masing-masing.
Dania dan Jihan mendengarkan dosen dengan serius. Mereka berdua bertekad untuk lulus dengan nilai tertinggi supaya membanggakan kedua orang tua angkatnya.
__ADS_1
Akhirnya pelajaran pun selesai dosen pun sudah meninggalkan kelas.
" Habis ini kita mau kemana?." Tanya Alya.
" Kalau aku sama Dania sudah pasti pulang soalnya Mommy sudah wanti-wanti Selesai kuliah pulang.' Kata Jihan.
" Baiklah kalau gitu, kalau yang lain gimana?."
" Gimana kalau ke rumah gue aja kemarin nyokap sama bokap gue pulang kampung dan bawa oleh-oleh." ucap Tika.
" Boleh..." Jawab yang lain.
" Ya udah aku sama Jihan duluan ya jangan lupa besok."
" Oke..."
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam."
***
Sejak pagi Khayra sudah sampai rumah sangat anak dan sudah mulai mengurus semua kesiapan untuk acara tujuh bulanan.
Walaupun sudah ada yang mengurus entah kenapa Khayra masih saja turun tangan.
" Mom good bag yang buat para santri sudah di bawa semua ke masjid." Kata Jihan yang menghampiri Khayra yang sedang sibuk mengatur makanan.
" Terima kasih sayang." ucap Khayra
" Oh iya nanti kalau teman-teman kuliah kalian datang, Kamu urus mereka ya soalnya Mommy bakal sibuk dengan tamu-tamu Mommy."
" Siap Mom, Ada yang perlu Jihan bantuin Mom." tanya Jihan.
" Kayanya sudah nggak ada deh."
" Oh ya udah Jihan mau ke Dania dulu."
__ADS_1
" Iya sayang."
Habis Dzuhur acara pengajian pun di mulai acara di bagi menjadi tiga bagian. Di rumah Dania, di masjid pesantren khusus untuk para santri dan di panti asuhan cahaya kasih.
Sengaja Khayra menyiapkan semua itu karena Khayra berpikir semakin banyak yang mendoakan calon cucunya semakin baik.
Orang tua Khalid yang tidak bisa datang mereka hanya melakukan Videocall saja. Mereka baru akan ke sini saat Dania akan melahirkan.
" Sayang kan sudah acara tujuh bulanannya berarti sudah boleh belanja keperluan bayinya. Mommy mau mulai mendekor kamar bayinya. Kalian mau pakai kamar mana untuk baby nya." Tanya Khayra setelah selesai acara pengajian.
" Di samping kamar kita aja Mom, Rencananya mau di bobok biar nyambung gitu."
" Oke, untuk detailnya mau kaya gimana tinggal kamu bilang ke kakek zaki.' ucap Khayra.
" Tapi bingung Mom kan belum tahu jenis kelaminnya apa?." Ucap Dania.
" Kan kalian berdua yang nggak pengen tahu jenis kelaminnya biar surprise saat melahirkan nanti."
" Udah kamu tenang aja pilih warna yang natural aja mumpung di bayarin sama Mommy kamu." Ucap kakek Zidan.
" Siapa bilang aku yang bayarin?." kata Khayra.
" Lah terus siapa yang bayarin." Kata kakek Zidan bingung.
" Ya ATM berjalan aku lah yang bayarin semuanya." Ucap Khayra sambil menunjuk ke sang suami. " Iya kan yang kamu yang bayarin semuanya, Buat cucu kita loh yang."
" Atur aja yang terpenting nanti saat lahiran ibu dan anak selamat dan sehat Wal Afiat." Seru ustad Gibran.
" Emang ya suami aku the best." Ucap Khayra.
" Tapi biasanya ada imbalannya loh Kai." Ucap om Zidan.
" Udah kebaca itu mah Om, Tinggal aku siapin tenaga aja."
" Iya lah masa nggak di kasih bonus sih." Kata ustad Gibran.
Dan semua yang ada dia sana tertawa.
__ADS_1