Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
168. keinginan Rayyan


__ADS_3

Khayra dan keluarga masih berada di pesantren dan rencananya setelah tujuh hari baru Khayra pulang ke rumah.


Dan untuk anak-anak mereka juga berangkat ke sekolah dari pesantren. Sedangkan ustad Gibran memilih untuk cuti karena tamu terus saja berdatangan untuk melayat.


" Nak untuk nanti malam kue sama minumannya sudah siap." Tanya umi.


" Alhamdulillah sudah umi sudah siap, untuk kue seperti biasa nanti sore diantaranya. Untuk minuman masih cukup umi cuma tadi kak Michi bilang mas Iqbal pesan teh kotak gitu umi." Jawab Zahra.


" Ya sudah."


" Oh iya umi untuk acara tujuh hari mau bikin apa? " Tanya Khayra.


" Nanti kita bicarakan dulu sama om dan Tante kamu."


" Iya umi."


*****


Khayra baru selesai shalat Ashar di kamarnya, Tiba-tiba pintu kamar di ketuk .


Tok...tok ..


" Iya masuk aja." kata Khayra.


" Mommy lagi apa? " Pintu di buka dan nonggol lah kepala rayyan.


" Kenapa mas Rayyan? " tanya Khayra.


Rayyan pun masuk ke dalam kamar Mommy nya dan tak lupa menutup kembali pintunya.


" Mom mas Rayyan mau ngomong sama Mommy."


" Iya bukannya ini kamu lagi ngomong sama Mommy."


" Mom kan sebentar lagi mas Rayyan lulus SD dan masuk SMP."


" Iya." jawab Khayra sambil menatap anaknya


" Boleh nggak kalau nanti Rayyan nggak mau sekolah di tempat waktu mas Sakti dan Kak Dania sekolah waktu SMP " ucap Rayyan sedikit takut.


" Terus kamu mau sekolah dimana?." Tanya Khayra.


" Kalau boleh Rayyan mau sekolah di pesantren ini aja. Tapi Rayyan mau ikut mondok biar bisa ikut kegiatan pesantren selain sekolah."


" Masya Allah nak, Kalau Mommy sih nggak masalah toh di sini juga ada kakek sama nenek kamu."


" Deddy."


" Pasti boleh percaya sama Mommy nanti kita bilang ke Deddy."


" Makasih ya mom." Rayyan pun memeluk Khayra


Ceklek


" Aduh kenapa pada pelukan gitu, Wah Deddy nggak di ajakin nih. Ah deddy juga mau." Ucap ustad Gibran yang ikut memeluk Khayra dan Rayyan.

__ADS_1


" Aku juga ikutan." Ucap Zafran yang juga tiba-tiba masuk.


Mereka berempat pun berpelukkan.


" Mom.....eh." Zafira masuk ke kamar Mommy nya saat akan memanggil sang Mommy ucapannya terhenti saat melihat orang tua dan kakaknya berpelukan.


" Kalian lagi ngapain." tanya Zafira.


" Yah kasihan deh nggak di sayang kita lagi berpelukan karena kita anak ke sayangan Mommy sama Deddy " Ledek Zafran.


" Hua....jahat Fira juga mau.'


" stop, Sudah nggak ada tempat lagi.' Ucap Zafran yang melihat Zafira ingin ikut memeluk Mommy dan Deddy nya.


" Ih ...mas Zafran jahat banget sih." Ucap Zafira sambil cemberut.


" Sini..sini sama Deddy."


Zafira pun langsung memeluk Deddy nya.


" Ini kenapa Jadi semua ke sini sih.?" tanya Zahra.


" Tadi Zafran Ke sini mau bilang sama Mommy mau ikut main bola sama para santri." ucap Zafran.


" Fira mau minta uang sama Mommy mau beli Cilok di kantin pesantren." ucap si bungsu Zafira.


" Emang uang jajan sekolah kamu habis dek." Tanya Rayyan.


" Nggak tadi masih ada tapi Zafira sudah masukin ke celengan." Zafira pasti akan membawa celengan nya kalau lagi pergi menginap.


" Kok ngapain ini kan kamar Deddy juga jadi terserah Deddy dong.' ucap ustad Gibran.


" Iya...iya Fira lupa. terus mas Rayyan ngapain ke sini."


' Mas Rayyan lagi bilang ke Mommy soal sekolah yang mas Rayyan ingin kan." jelas Khayra.


" Memang kamu mau sekolah SMP di mana boy." Tanya ustad Gibran.


" Rayyan mau sekolah sekalian mondok di sini boleh ya Ded."


' Ya boleh lah justru bagus. Nanti kamu bilang ke kakek kalau mau sekolah di sini."


" Terima kasih Ded, "


" Ayo Zafran kita main bola.' ajak Rayyan.


" Ayo."


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Tiba-tiba Zafira menyodorkan tangannya.


" Ini mau apa coba." ucap ustad Gibran.

__ADS_1


" Aduh Deddy jangan pura-pura lupa deh kan Fira udah bilang Fira mau jajan di kantin pesantren."


" terus."


" Kok terus sih Deddy, Ya Fira minta uang...money buat bisa beli si cilok."


Ustad Gibran pun memberikan uang ke Zafira.


" Nah ini baru Deddy Fira." ucap Zafira begitu mendapatkan uang buat jajan.


" Kalau begitu Fira yang cantik jelita ini mau jajan dulu. Dan jangan kangen ya assalamualaikum." baru berapa langkah dia kembali lagi.


" Oh iya lupa, Sekarang silahkan Deddy kuasai Mommy tapi nanti kalau Fira pulang awas peluk-peluk Mommy pulang. bye ... assalamualaikum."


" Walaikum salam." Ustad Gibran dan Khayra selalu terhibur dengan tingkah si bungsu.


Ustad Gibran bangun dari duduknya dan menutup pintu karena tadi Zafira tidak menutup kembali pintunya lalu di kunci.


" Kok di kunci mas." tanya Khayra.


" Biar nggak ada yang ganggu. Kita olahraga sebentar dulu yuk." ajak ustad Gibran.


" Dasar suka cari kesempatan deh."


" Ayolah sayang dosa loh nolak suami.'


" Selalu mengeluarkan senjatanya mana ada Yang mau dosa."


" Nah gitu dong kan mau di kasih yang enak-enak."


*****


Malam harinya usai acara tahlilan semua kumpul di rumah Abi. Abi mau membicarakan acara tujuh harian kakek dan nenek.


" Untuk acara tujuh harian mau pakai nasi box atau prasmanan." Tanya Abi.


" Bi Gibran sama mama dan papa sudah pesan nasi box dan kue nya sekitar seribu box, cukup nggak." ucap ustad Gibran.


" Arga udah pesan makan ringan kaya kacang dan keripik gitu om " ucap Agra suaminya Nadifa.


" Oke untuk minuman biar Abi aja."


" Nanti biar aku pesan untuk prasmanan takut yang datang banyak jadi santri bisa makan prasmanan aja. Gimana?." ucap om Zidan.


" Iya boleh itu cari makanan yang kalau nggak habis bisa di hangatkan untuk besoknya." ucap Tante Mala.


" Iya betul, biar nanti mas Zaki yang beli buah nya." ucap Tante Zahra.


" Ya udah kalau begitu ada lagi tambahan."


" Ada bi Iqbal sama mertua Iqbal sudah pesan suvenir gitu isinya Yasin, tasbih dan sejadah." ucap mas Iqbal.


" Ada lagi. kalau nggak ada lebih baik kita istirahat aja."


Mereka pun pamit pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2