
begitu sampai di rumah sakit Abi langsung mengendong Kai ke IGD rumah sakit setelah di tangani oleh dokter Kai pun langsung di pindahkan di ruang rawat.
" bi lebih baik Abi telpon Abah bi pasti Abah khawatir." ucap umi.
" oh iya mi, kenapa Abi sampai lupa."
Abi pun langsung menelpon Abah.
" assalamualaikum bah."
" walaikum salam zam, gimana cucu Abah gam?."
" Kai harus di rawat bah, Kai tifus bah."
" astaghfirullah, ya sudah kamu sama Dijah juga harus jaga kesehatan besok Abah Sama ummah jenguk ke rumah sakit. assalamualaikum."
" walaikum salam."
" mi, Abi keluar dulu ya beli makanan kita belum makan malam loh mi."
" iya bi, sama umi boleh minta tolong mampir ke minimarket beli tissue dan tissue basah bi."
" iya mi, kalau gitu Abi tinggal dulu ya. assalamualaikum."
" walaikum salam bi."
tiba-tiba handphone Kai yang berada di dalam tas umi berdering. ternyata ustad Gibran yang telpon.
" assalamualaikum nak Gibran ini umi."
" walaikum salam umi. Kai nya ada."
" Kai sedang istirahat nak, Kai saat ini sedang di rawat di rumah sakit."
" rumah sakit mana umi biar Gibran ke sana."
suara ustad Gibran terlihat khawatir.
__ADS_1
" rumah sakit al hikmah nak, lebih baik besok aja nak Gibran kemari ini sudah malam."
" ya sudah umi besok Gibran akan ke sana. assalamualaikum."
" walaikum salam."
" siapa yang telpon mi." tanya Abi mengagetkan umi.
" ya Allah Abi bikin kaget aja, ini nak Gibran telpon ke hp Kai."
" oh... umi sudah kasih tahu kondisi kai."
" sudah bi, tadinya nak Gibran mau Langsung ke rumah sakit tapi umi larang umi nyuruh besok aja dia ke sini."
" ya sudah sekarang kita makan dulu."
pukul enam pagi ustad Gibran sudah sampai di rumah sakit.
" permisi sus mau tanya pasien atas nama hafiza khayra lubna di rawat di ruangan apa ya?." tanya ustad Gibran ke resepsionis.
" iya betul sus."
" di ruang VVIP 1 lantai empat mas."
" makasih ya mbak."
ustad Gibran pun langsung menuju ruang VVIP 1.
" assalamualaikum."
" walaikum salam." ustad Gibran masuk ke ruangan Kai.
" masuk nak Gibran." ustad Gibran menyalami kedua orang tua Kai.
" umi, abi ini Gibran bawain sarapan untuk umi dan Abi." ucap ustad Gibran memberikan kantung plastik berisikan makanan.
" terima kasih nak Gibran. jadi ngerepotin."
__ADS_1
" nggak apa-apa umi. gimana keadaan Kai umi."
" Alhamdulillah demamnya sudah turun."
ustad Gibran hanya mengangguk saja. sebenarnya dia sedih melihat wanita yang dia cintai terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
" nak Gibran sudah sarapan. kalau belum mari makan bareng."
" Alhamdulillah sudah umi."
" ya sudah umi sama Abi sarapan dulu ya nak."
" iya umi."
ustad Gibran yang melihat Kai terbangun langsung menghampiri.
" iya Kai, Kai mau apa?" tanya ustad Gibran.
" Kai mau minum."
" ada apa nak? " tanya umi.
' Kai mau minum umi, umi lanjut aja sarapannya biar Gibran yang ambilkan Kai minum."
ustad Gibran pun memberikan kai minum.
" sudah ada lagi." Kai menggeleng.
" ada yang sakit Kai." tanya ustad Gibran lagi.
" gak mas cuma lemes aja."
" ya udah kamu istirahat aja dulu."
agak siang Abah, ummah, om Zidan, Tante Aisyah dan ustad Zaki datang ke rumah sakit untuk jenguk Kai.
tiga hari Kai di rawat di rumah sakit tiga hari juga ustad Gibran selalu menyempatkan datang ke rumah sakit. dan Alhamdulillah hari ini khayra sudah di bolehin pulang.
__ADS_1