Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
161. ada yang manja


__ADS_3

Operasi anaknya Gina berjalan lancar dan harus di rawat intensif. Keluarga Gina juga sudah cepat Akrab dengan orang-orang yang ada di pesantren. Suaminya Gina, anak dan menantunya mereka memilih untuk membantu di peternakan milik pesantren.


Sedangkan anak dan menantu perempuannya Gina mereka juga ikut membantu di dapur pesantren. Mereka nggak mau membuat Gina malu dan juga itu sebagai ucapan terima kasih karena mereka sudah di tolong.


Sedangkan orang-orang papa mertuanya Khayra terus memantau mamanya Gina berserta anak buahnya. sambil tim pengacara mencari bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh mamanya Gina.


Hanya memakan waktu berapa hari tim pengacara sudah menemukan bukti-bukti kejahatan yang mamanya Gina lakukan dengan mudah. anak buah papa mertuanya berhasil membuat brondong mamanya Gina untuk memberitahu kejahatan yang di lakukan oleh mamanya Gina. Dan brondongnya itu mau memberitahu asal dirinya tidak ikut masuk penjara. setelah sepakat brondongnya itu pun memberitahukan semuanya bahkan dengan bukti-buktinya.


Dan ternyata sudah banyak kejahatan yang di lakukannya dan sudah di pastikan mamanya Gina akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama.


Dan kini mamanya Gina dan anak buahnya sudah di tangkap oleh pihak berwajib.


Gina langsung sujud syukur begitu Khayra memberitahukan bahwa mamanya sudah di tangkap oleh pihak berwajib.


Begitu juga dengan suami dan anak tiri Gina pun melakukan hal yang sama saat Abi memberitahukan berita tersebut Tadi pagi.


" Ning terima kasih banyak kalau nggak ada Ning khayra aku mungkin akan terus hidup ketakutan Ning." ucap Gina yang terus saja berterima kasih dari tadi.


" Oh iya Gin, Aku juga sudah nyuruh suami kamu untuk ke sini dan aku juga nyuruh membawa anak kamu yang pertama Nando ya kalau nggak salah. Kamu pasti kangen ya.'


" Banget Ning." ucap Gina sambil menghapus air matanya.


" Sama-sama Gina, Sudah sekarang kamu dan keluarga bisa hidup tenang. aku nggak bisa lama-lama ya. soalnya harus ke sekolah anak ku yang SD."


" Iya Ning, hati-hati di jalan."


" Assalamualaikum.."


" Walaikum salam."


*********


" Anak-anak sudah pada tidur semua yang." tanya ustad Gibran begitu Khayra masuk kamar sehabis melihat anak-anaknya.


" Sudah, cuma tadi sakti aja Yang belum tidur masih belajar besok dia mau ulangan." jawab Khayra sambil naik ke ranjang ikut gabung dengan suaminya yang saat ini sedang duduk di tempat tidur sambil memangku laptopnya.


" Oke sudah aman." ucap ustad Gibran sambil menutup laptopnya dan menaruhnya di atas nakas.


" Maksudnya ."


" Kamu nggak merasa berapa hari ini kamu sibuk ngurusin orang lain sampai mengabaikan mas." ucap ustad Gibran dengan mode ngambek.

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim." Khayra menepuk jidatnya.


' Ulu... sini sayang aduh nggak mau kalah sama Fira ternyata. Sini-sini peluk mommy.' ucap Khayra terkekeh.


" Mas juga perlu kali di perhatiin."


" Iya...iya malah ini terserah mas."


" Benar ya, pokoknya jangan protes kalau mas minta beronde-ronde." ucap ustad Gibran sambil tersenyum licik.


" Tapi mas jangan bikin Kai sampai begadang loh, besok Kai harus ngurusin anak-anak.'


' Lihat aja nanti."


Khayra pun hanya bisa pasrah, toh nggak apa-apa untuk menyenangkan suami.


Pagi ini mata Khayra benar-benar lima Watt, tapi dia harus tetap bangun untuk mengurus anak-anaknya.


" Mommy sakit, kalau sakit mendingan Mommy istirahat aja di kamar. Biar sakti yang bantuin adik buat siap-siap sekolah." ucap sakti khawatir.


" Nggak sayang Mommy nggak apa-apa kok, cuma Kurang tidur aja."


" Ya udah nanti Mommy tidur lagi aja."


" Sudah Mommy sakti sudah siap."


" Bagus, sekarang kamu tunggu adik-adik kamu di meja makan."


" Gibran mana Kai?." Tanya papa.


" Katanya hari ini dia mau di rumah aja."


" Dia sakit Kai."


" Nggak pah,"


" Kamu juga kelihatan kurang sehat gitu.' Tanya papa lagi


" Iya nak mau mama panggilkan dokter."


" Nggak kok mah cuma kurang tidur aja."

__ADS_1


Karena masih mengantuk Khayra nggak ikut mengantar anaknya ke sekolah. Setelah anak-anak berangkat ke sekolah Khayra pun kembali ke kamar.


" Sini sayang tidur sama mas." Ucap ustad Gibran ketika Khayra masuk kamar.


" Tidur aja ya mas nggak macem-macem Kai beneran lelah."


" Iya sayang kamu tidur aja. Nanti mas mau ngajak kamu pergi. Udah sekarang istirahat aja."


Pukul sepuluh pagi Khayra baru bangun dan langsung mandi. Karena sesuai janjinya ustad Gibran mau mengajak Khayra pergi.


" Sayang sudah siap." Tanya ustad Gibran.


" Udah mas."


" Ayo kita jalan sekarang."


Khayra dan ustad Gibran pun pergi berdua dan Khayra sendiri juga nggak tahu mau di ajak kemana?.


" Mas ini bukannya arah mau ke sekolahan anak-anak." Tanya Khayra yang menyadari kalau jalanan yang sedang di lalui menuju ke sekolah anaknya.


" Iya kita memang mau ngajak mereka pergi."


Dan benar saja anak-anak sudah menunggu, Mereka langsung masuk mobil begitu mobil yang Deddy nya Kendarai berhenti.


" Assalamualaikum Mommy, Debby." Sapa mereka begitu masuk mobil.


" Walaikum salam sayang."


" Mbak Ratih dan Mbak Ami nggak apa-apa kan saya cuma ngajak mbak Dewi aja." ucap ustad Gibran.


" Iya nggak apa-apa pak."


Ustad Gibran hanya mengajak Dewi saja dan tidak mengajak dua pengasuh lainnya. Selain mbak Dewi sudah lama dan anak dari art yang sudah mengabdi di keluarganya dari mama dan papa baru menikah.


Jadi Mbak Dewi sendiri sudah dianggap anak oleh orang tua ustad Gibran. Dan akan menikah dengan pacarnya yang kerja di restoran milik Khayra.


Ustad Gibran sudah janji kalau mbak Dewi menikah dia akan membiayai pernikahan mereka. Asal mbak Dewi nggak berhenti kerja. Untungnya pacarnya mbak Dewi juga hanya seorang anak petani di kampung. Dan dia tinggal di mess yang memang restoran sediakan.


Dan orang tua ustad Gibran menyuruh mbak Dewi dan calon suaminya. untuk menempati paviliun di belakang rumah orang tua ustad Gibran.


Orang tua ustad Gibran memang membuat paviliun berupa rumah petak-petak yang berada di belakang rumah mereka yang di batasi tembok dan hanya pintu kecil sebagai penghubung. Paviliun itu memang dibuat untuk pekerja di rumahnya yang sudah menikah dan pasangannya ikut bekerja di sana.

__ADS_1


Dan hari ini mereka ingin membelikan mbak Dewi perabotan untuk di paviliunnya nanti. Jadi mereka mengajak mbak Dewi untuk memilih sendiri.


__ADS_2