
Setelah cukup lama terdiam akhirnya ustad Alif pun memberanikan diri untuk bicara sama Khayra.
'" Maaf Ning sebelumnya mungkin saya terkesan kurang ajar atau nggak tahu diri".
" Maaf ustad Alif jangan panggil Ning kalau lagi di luar pesantren soalnya Kai sedikit risih, panggil Kai aja jangan ning." potong khayra yang risih kalau harus di panggil Ning.
" Nggak apa-apa saya cuma manggil Kai aja." ucap ustad Alif yang merasa tak enak hati.
" Santai aja Lif, Kai orangnya santai kok jadi panggil nama aja."
" iya bang. tapi Kai juga jangan manggil saya ustad panggil aja Alif."
" Gimana kalau Kai panggil kak Alif karena kan memang lebih tua dari Kai."
" boleh kok."
" Gini kak Alif, mas Gibran sudah cerita ke Kai soal perasaan kak Alif ke Zafra adik Kai. Pada dasarnya Kai nggak bisa melarang seseorang menaruh hati terhadap Zafra. Kai selaku kakaknya Zafra hanya ingin Zafra mendapatkan jodoh yang mencintai dan menyayangi dia, Soleh, dan baik. Kai akan merestui kalau memang kak Alif mau menikahi Zafra. Tapi boleh Kai meminta sesuatu?." ucap Khayra.
" Apa kai?."
" Mungkin ini egois tapi ini juga buat kebaikan Zafra. Bisakah kak Alif menunggu hingga Zafra lulus sekolah." ucap Khayra
Ustad Alif langsung tertunduk lesu
__ADS_1
" Maaf Kai punya alasan meminta itu, Kak Alif boleh menghadap Abi secepatnya meminta Zafra ke Abi sebagai pendamping hidup kak Alif." ustad Alif mengangkat wajahnya melihat khayra.
" Alasan Kai meminta agar kak Alif menunggu Zafra Lulu. Mungkin kak Alif ingat kejadian sebelum Kai menikah dengan ustad Gibran. Berita tak sedap beredar luas di pesantren akibat berita itu Kai pun harus di rawat di rumah sakit. Kai nggak mau kejadian itu menimpah Zafra pasti orang akan membicarakan Zafra karena mengikuti jejak Kai menikah sebelum lulus sekolah. Kalau kejadian itu menimpah Zafra, Kai cuma takut kenapa-kenapa sama zafra. Asal kak Alif tahu dulu saat Tk Zafra tak sengaja mendorong temannya dan temannya itu jatuh. Dan temannya itu mengadu ke orang tuanya dan memarahi Zafra. Entah apa yang ibu anak itu bilang ke Zafra hingga saat itu zafra menjadi anak yang pendiam, suka menyendiri dan tidak mau berteman. Setelah di desak oleh Zahra dan itu pun saat itu zafra sudah kelas dua SD baru kita tahu ternyata ibu itu bilang anak pembawa sial anaknya baru main sama dia langsung terluka dan masih banyak lagi kata-kata si ibu itu bilang Kai juga nggak paham. makanya zafra nggak mau main karena takut temannya terluka kalau berteman dengannya. dan cukup lama mengembalikan rasa percaya diri zafra. saat lulus tk dia juga bilang ke Abi dan umi nggak mau sekolah mau di rumah aja.Nggak mau ketemu banyak orang. itu lah yang menjadi alasan Kai, kalau urusan di terima atau nggak jadi suami Zafra dan menantu Abi dan umi. Kai jamin bakal di terima.' lanjut Khayra.
" Terima kasih Kai."
" Sama-sama kak, kapan mau menemui Abi dan umi."
" secepatnya."
" di tunggu kak."
Ustad Alif bernafas lega bebannya hilang.
Khayra langsung masuk setelah bicara dengan ustad Alif. Kini tinggal mereka berdua saja yang masih berada di sana.
" Bulan depan, pas libur sekolah. Biar zafra nggak syok takut mengganggu ujian kenaikan kelasnya." ucap ustad Alif.
" Bagus setidaknya Zafra kamu ikat dulu biar nggak ada yang rebut orang." ucap ustad Gibran tertawa.
" Oh iya gimana pekerjaan kamu Lif?". tanya ustad Gibran.
" Alhamdulillah baik bang, pengunjung supermarket ramai terus. penjualan juga bagus selama hampir dua bulan ini. Melebihi target penjualan." ucap ustad Alif.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol banyak sampai adik ustad Alif memanggil untuk pulang.
" Ray sudah bobo sayang." tanya ustad Gibran yang baru keluar dari kamar mandi.
" Sudah mas."
" Sini mas taruh di box bayi." Ustad Gibran mengangkat baby Ray untuk di taruh di box bayinya yang di letakan di samping Khayra tidur.
Setelah merapikan kelambu di box bayi supaya baby Ray nggak di gigit nyamuk. Ustad Gibran pun merangkak naik ke atas tempat tidur menyusul sang istri yang sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Ustad Gibran pun Menarik Khayra kedalam pelukannya.
" Kamu pasti capek ya mengurus acara aqiqah buat baby Ray." tanya ustad Gibran sambil tangan kanannya mengelus rambut Khayra. sedangkan tangan kirinya di jadikan bantalan kepala Khayra.
" Nggak terlalu capek kan banyak yang bantu."
" Yang bulan depan Alif mau datang mengkhitbah Zafra, dia nunggu selesai ujian kenaikan kelas karena nggak mau Zafra jadi kepikiran." ucap ustad Gibran.
" Berarti nanti kalau kak Alif datang mengkhitbah Zafra kita nginap di sana ya mas." ucap Khayra
" Iya nanti kita menginap di sana. Udah sekarang kamu tidur." ucap ustad Gibran sambil mencium kening, kedua pipi Khayra dan berakhir di bibir yang menjadi candu untuk ustad Gibran.
" iya mas, I Love you."
__ADS_1
" I love you too."
mereka berdua akhirnya tidur.