Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
121.


__ADS_3

Setelah memakai pakaiannya ustad Gibran keluar menemui istrinya.


" Sayang." panggil ustad Gibran begitu keluar dari ruangan pribadi.


Khayra hanya memandang suaminya untuk. tetap diam.


Tak lama Jesika datang bersama office boy.


Tok....tok...


" permisi Bu, " ucap Jesika.


" Mana OB nya Jes."


" ini Bu." ucap Jesika menunjuk kedua lelaki di sebelahnya.


" Kamu tahu kan Jes harus apa?"


" Iya Bu."


" Oh iya di kamar mandi ada baju suami saya yang tadi dia pakai nanti kamu buang jauh-jauh."


" Baik Bu, "


" Jes apakah atasan kamu masih ada pekerjaan."


" Nggak ada Bu"


" Baik lah saya akan bawa atasan kamu pulang."


Ustad Gibran yang dari tadi memperhatikan istrinya merinding ngeri.


" Mas kamu nggak mau pulang, atau memang mau wanita itu nyamperin kamu lagi " ucap Khayra ketus sambil berjalan keluar ruangan ustad Gibran.


Ustad Gibran langsung tersadar dari lamunannya dan bergegas menyusul istrinya


Seluruh karyawan kagum sekaligus ngeri dengan sikap Khayra yang diam tapi mematikan menurut mereka.

__ADS_1


Sementara Imelda setelah dibawa oleh Jesika ternyata di serahkan ke anak buah Denji sepupu ustad Gibran.


Denji yang kebetulan sedang ada perlu dengan ustad Gibran. Tak sengaja bertemu dengan Khayra di lobby. Mereka pun berjalan bersama menuju ruangan ustad Gibran.


Saat mereka akan mendekati ruangan ustad Gibran mereka melihat wanita menerobos masuk ke dalam. Denji yang sudah tahu siapa wanita itu, bergegas ingin masuk ke ruangan ustad Gibran. Tapi di tahan oleh Khayra, Khayra bilang ingin mengikuti terlebih dahulu permainan dari wanita tersebut. Dan Denji pun setuju dengan rencana Khayra Setelah itu baru wanita itu jadi urusannya.


Dan benar saja begitu keluar dari ruangan ustad Gibran, Imelda langsung di bawa ke sebuah bangunan tua.


Imelda yang tangan dan kakinya ikat terus saja berontak minta dilepaskan.


" Kurang ajar lepasin."


" Kalian siapa? Lepasin anj***g."


" Kalian di suruh siapa? Mana bos kalian kurang ajar." teriak Imelda.


Prok...prok...


Imelda langsung diam ketika mendengar orang bertepuk tangan.


" Hai Masih ingat saya." tanya Denji dingin.


" Kata siapa kamu nggak ada urusan sama saya. Kamu ingat saya sudah memperingatkan kamu untuk tidak menganggu keluarga saya. Tapi kamu melanggarnya sekarang nikmati penderitaan kamu." ucap Denji dan pergi.


"Hei... kamu jangan seenaknya ya aku nggak ganggu keluarga kamu."


" Gibran, Kamu sudah mengganggunya."


Imelda seketika terdiam.


" Gibran, bodoh kamu Imel kenapa kamu nggak menyelidiki dulu sih. tamatlah riwayatmu." gumam Imelda dalam hati.


Imelda di bebaskan oleh Denji, Imelda pun bernafas lega. Tapi begitu dia sampai apartemen temannya Imelda di buat kaget. Ternyata barang-barangnya sudah berada di dekat pintu.


" Gisel apa-apa ini, koper aku kok ada di sini."


" Sekarang kamu keluar dari rumah aku, aku nggak mau kena imbasnya."

__ADS_1


" Maksud kamu sel."


" Aku udah bilang sama kamu jangan ganggu Gibran. Cari mangsa yang lain tapi kamu nggak dengerin. Kamu nggak tahu siapa keluarga besar Gibran dan seberapa pengaruhnya keluarganya. Sekali kamu buat kesalahan jangan harap kamu bisa hidup tenang dan aku nggak mau terseret jadi miskin."


" Kamu kenapa bisa ketakutan banget sih,"


" Kamu bilang Jangan takut. Dan kamu lihat ini."


Gisel memperlihatkan berita dimana di situ tertulis Seorang model yang kariernya sedang meredup karena skandal. Kini mencoba merayu dan menjebak seorang pengusaha. Dan di sana terdapat video yang memperlihatkan bagaimana dirinya sengaja merobek bajunya dan membuat cerita kalau dirinya di lecehkan. Imelda juga melihat banyak komentar yang menghujatnya.


" Sekarang kamu keluar dari apartemen aku dan jangan kembali lagi. Dan aku nggak mau kenal lagi sama kamu." ucap Gisel menyeret Imelda keluar dari apartemennya.


Imelda pun pergi dari gedung apartemen Gisel Sahabatnya dari sekolah dulu.


Dan Imelda menyesal dengan ulahnya sendiri. Karena banyak yang menghujat dirinya sepanjang jalan dari dia keluar dari apartemen Gisel. Sampai dirinya ke bandara Imelda akan kembali ke Amerika. Setelah semua hotel nggak ada yang mau menerimanya untuk menginap.


Sementara ustad Gibran yang hanya diam saja melihat Khayra juga diam. Ustad Gibran tak mau bicara lebih dulu karena takut dengan Khayra.


" Mas kamu mau diam aja di dalam mobil, kamu nggak mau nemenin istri kamu makan. Kamu nggak tahu kalau istri dan anak kamu udah kelaparan." Ucap Khayra kesal karena ustad Gibran tidak ikut turun saat mereka sampai di restoran.


" Sayang kamu masih marah soal yang tadi." Ucap ustad Gibran lesu.


" Kata siapa aku marah."


" Jadi kamu nggak marah sama mas ." ucap ustad Gibran berbinar.


" Kai bakal marah kalau mas nggak cepat turun."


Ustad Gibran langsung turun dari mobil dan menyusul Khayra untuk makan siang.


" Hari ini mas nggak balik ke kantor kan. Jadi hari ini mas harus temani kai belanja."


" Bukannya kemarin udah belanja sama Michiko."


" Iya, Tapi Kai mau beliin Hadiah buat Zafra dan Zahra mereka ulang tahun Minggu depan, Kai juga mau ngasih hadiah buat kakek, nenek, umi sama Abi. Sama yang lainnya."


" Baiklah mas akan nemenin kamu kemana aja."

__ADS_1


" Terima kasih suami ku sayang."


__ADS_2