Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
174. Rayyan dan Dania pindah


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Besok Dania dan Rayyan akan pindah ke rumah sang kakek. Sakti juga sudah berangkat ke Amerika sebulan yang lalu. Dan hampir setiap hari sakti menelpon Mommy dan Deddy nya tentang kegiatannya setiap hari.


" Mas Rayyan sudah di siapin barang-barang yang akan di bawa." Khayra masuk ke kamar putranya dan duduk di ranjang sembari memperhatikan anaknya memasukan buku-bukunya yang akan di bawa.


" Sudah Mom tuh.' tunjuk Rayyan ke koper di dekat lemari pakaiannya.


" Bawa buku penting aja mas."


" Iya Mom ini buku yang Ray beli tapi belum sempat di baca. "


" Ya sudah kalau sudah selesai langsung tidur." Khayra memeluk putranya sebelum keluar kamar.


" Mom."


" Iya kenapa?." Masih memeluk Rayyan.


" Mommy nggak apa-apa kan Ray sekolah di pesantren."


" Kenapa memangnya? Mommy sama Deddy akan selalu mendukung apapun selama itu baik." jelas Khayra.


" Mommy jangan Khawatir Ray nanti akan tetap bantuin Deddy di perusahaan kok."


" Mommy percaya kok, Karena kamu cetakan Deddy kamu banget. Sekarang kamu fokus sekolah aja, oke."


" Iya Mom."


" Mommy keluar ya, Jangan tidur malam-malam."


" Iya Mom."


Khayra keluar dari kamar putranya dan kembali ke kamarnya.


" Sudah malam mas masih aja di depan laptop." Ucap Khayra begitu masuk kamar dan melihat suaminya duduk di ranjang sambil memangku laptopnya.


" Habisnya mau tidur gulingnya masih jalan-jalan."

__ADS_1


" Sudah ayo tidur aku sudah ngantuk." ucap Khayra langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Yang kok di tinggal tidur sih, Mas nungguin kamu loh."


" Mas kan tadi mau tidur nunggu gulingnya datang, Nah ini gulingnya udah ada." ucap Khayra dengan matanya yang sudah tertutup.


" Yang, Kasih mas amunisi dulu biar bisa tidur pulas."


Khayra pura-pura tidur pulas.


" Nggak usah pura-pura tidur yang, Kasih mas satu ronde yang." bujuk ustad Gibran


" Yakin bisa satu ronde, emang bisa.'


" Bisa yang."


Khayra pun pasrah karena percuma juga dia nolak toh memang itu sudah kewajibannya.


Setelah mendapatkan lampu hijau ustad Gibran pun langsung menyerang Khayra.


********


Lumayan macet saat masuk ke dalam halaman pesantren. Beruntung para petugas keamanan langsung mengenali mobil ustad Gibran. Dan langsung memberikan jalan dan itu menjadi pusat perhatian bagi para orang tua yang baru memasukkan anaknya ke sini.


Begitu turun dari mobil segerombolan bocah laki-laki menghampiri Khayra dan keluarganya siapa lagi kalau bukan para keponakannya dan satu sepupu khayra.


Adam anaknya Tante Aisyah harusnya anak-anak memanggilnya om. Tapi langsung di tolak oleh Adam dia lebih suka di panggil mas. Adam hanya beda berapa bulan dengan Rayyan. dan Adam saat ini naik kelas 6 SD.


Yusuf anaknya Zafra duduk di kelas 3 dia seumuran dengan Faris anaknya mas Iqbal. Si kembar Fadlan dan Fadli anaknya Zahra yang baru masuk SD.


Mereka pun langsung mencium tangan om dan tantenya juga kakak sepupunya.


" Akhirnya Mas Rayyan sama mas Zafran datang juga. Kita mau ngajakin main bola." ujar Fadlan.


" Dari pada main bola dan sudah panas juga lebih baik sekarang masuk aunty beliin kalian MC Donald." ucap Khayra menatap para keponakannya.


" Asik..." Sorak mereka.

__ADS_1


" Fadli atau Fadlan panggil kak Chantika sama Yara putri bungsu Zahra. terus mas Adam panggil juga Retha biar makan bareng-bareng." Ucap khayra menyuruh mereka memanggil kakak dan adiknya.


" Iya aunty " ucap Adam dan berlalu pergi dengan Fadli.


" Sudah ayo masuk." Ucap ustad Gibran Setelah membantu kedua anaknya menurunkan barang-barangnya.


Dan mereka pun bersama-sama memasuki rumah Abinya.


Ternyata kebersamaan mereka tak luput dari penglihatan orang-orang yang mengantar anak mereka.


" Mereka siapa? kok masuk ke rumah pimpinan pesantren." tanya si ibu yang baru memasukkan anaknya ke pesantren ini.


" Kalau mau mondok kok masuk ke sana." ucap si ibu lainnya yang juga baru memasukkan anaknya juga.


" Maaf Bu, mereka itu anak, menantu juga cucu-cucunya kyai Azzam." Jawab Santri yang memang sudah nyantri di sini.


Dan mereka pun langsung menatap gadis itu.


" Memang mereka nggak tinggal di sini." Tanya salah satu ibu-ibu yang ada di sana.


" Ning Khayra, Gus Iqbal dan Ning Nadifa mereka nggak tinggal disini. Tapi mereka sering ke sini Karena rumahnya nggak jauh. Nah yang itu tadi Ning khayra dan keluarganya kedua anaknya yang tadi nurunin koper bersama ayahnya. Mereka kan mulai mondok di sini kalau anak tertuanya Ning Khayra kuliah di Amerika." jelas Santri itu.


" Kok kamu tahu." tanya ibu itu lagi.


" Saya sudah empat tahun mondok di sini."


Sedangkan di rumah umi para bocah sedang menikmati MC Donald yang khayra beli. karena keponakannya anaknya Zafra yang bontot yaitu Alifa terus saja bilang minta di belikan MC Donald yang ada hadiahnya. Jadilah sebelum sampai di pesantren Khayra harus mampir terlebih dahulu untuk membeli pesanan keponakannya itu.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Ternyata Tante Aisyah yang datang


" Pantesan si Retha langsung ngacir aja, padahal dia lagi makan bubur sumsum." ucap Tante Aisyah yang datang mencari anaknya. Karena Retha langsung pergi saat Adam sang kakak mengajaknya. Dan bubur sumsum yang baru dia makan satu sendok langsung di tinggal.


" Retha kan mau mainannya umi." jawab Aretha atau bisa di panggil Retha.

__ADS_1


" Sudah cepat makannya, jangan ngobrol aja." ucap Zafra.


Anak-anak pun segera menghabiskan makanannya.


__ADS_2