Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
185. Sakti 1


__ADS_3

Sampai apartemen sakti, Monica memaksa mengantar sampai depan pintu unit apartemennya. Bahkan Monica memaksa masuk kedalam apartemennya.


Sakti yang sudah terpengaruh obat yang Monica kasih sudah tidak ingat apa-apa.


Sedangkan Monica merasa menang karena berhasil menjerat Sakti.


Monica membawa sakti ke kamarnya, Sedangkan sakti yang sudah merasa kepanasan langsung membuka bajunya. Monica pun mengambil kesempatan dia pun membuka gaunnya dan naik ke ranjang sakti.


Dia memulai rencananya mengambil gambar Seolah-olah Mereka sedang tidur bareng.


" Akhirnya aku bisa dapatin kamu, dan aku bisa jadi orang kaya dan aku bisa menguasai harta keluarga Kamu. " Monica berbicara sendiri.


" Panas ..panas ." teriak sakti.


" Kayanya memang sakti harus nidurin aku supaya semakin kuat aku bisa mengusai harta kamu. Hahaha."


" Ayo honey kita bersenang-senang aku akan puasin kamu."


Monica mencoba untuk mencumbu Sakti tapi tiba-tiba Lampu padam.


Beberapa orang masuk dan membius Monica setelah Monica sudah di bawa pergi lampu pun kembali menyala.


Dan sudah ada dokter yang langsung menyuntikkan obat penawar ke tubuh sakti.


" Bilang sama Jack tinggalin saja dia dimana saja. Kita buat di hancur perlahan karena sudah mencoba mengganggu cucu saya. Dan kamu Haris bersikap biasa saja dengan perempuan itu. Tapi kamu terus menjaga agar dia tidak mendekati sakti kembali." Ucap opa Hiro.


" Baik tuan Hiro saya akan menjaga sakti dan terus mengawasi Monica." ucap Haris.


Haris adalah anak buah opa Hiro yang di biayai kuliahnya sekaligus menjaga sakti di kampus.


Haris yang tidak melihat keberadaan Sakti di pestanya Fernando langsung mencari keberadaannya. Setelah bertanya kepada berapa teman akhirnya Haris mengetahui bahwa sakti pergi ke toilet.


Saat akan menuju toilet haris melihat Monica menunggu di depan toilet pria. Tak lama sakti keluar dengan kondisi yang tidak baik dan di bawa oleh Monica. Haris pun langsung mengikuti karena curiga, Apalagi Haris mendapatkan pesan dari rekannya. karena dia melihat sakti seperti terpengaruh obat perangsang.


Haris pun langsung menelpon opa Hiro dan menceritakan kecurigaannya. Beruntung opa Hiro dan Oma Amel sedang menginap di apartemen cucu perempuannya.


Opa Hiro pun langsung menghubungi anak buahnya dan juga langsung memeriksa CCTV di apartemen sakti. Dan benar saja Monica mengantar sakti dan memaksa untuk masuk.


Opa Hiro pun langsung menyuruh anak buahnya madamkan lampu di apartemen sakti. dan membawa Monica keluar dari sana , dan beruntungnya anak buah opa Hiro cepat dan menggagalkan rencana Monica.

__ADS_1


" tuan Hiro saya sudah menyuntikkan obat penawarnya."


" Baiklah dokter kamu bisa kembali dan terima kasih karena sudah mau membantu."


" Saya yang berterima kasih sama tuan Hiro yang membiayai sekolah saya. Sehingga saya bisa membanggakan dan memberikan kehidupan yang layak untuk kedua orang tua saya. kalau begitu saya permisi dulu mau kembali ke rumah sakit."


" Haris kamu sementara di sini dulu jaga sakti jangan bilang kalau saya mengetahuinya."


" Baik tuan."


" Billy kamu urus keluarga perempuan itu."


" Baik tuan."


Opa Hiro pun langsung kembali ke apartemen cucu perempuannya.


*******


Monica mulai tersadar dan ternyata dia sudah berada di sebuah hotel. Monica mencoba untuk mengingat apa yang terjadi. Tapi Monica tak mengingat kenapa bisa berada di sini.


Dirinya hanya mengingat kalau dia berada di apartemen sakti.


" Kenapa aku bisa ada di sini." ucap Monica pada diri sendiri.


" Akhirnya ketemu juga."


Monica membuka ponselnya mencari keberadaan foto yang tadi dia ambil.


" Aman.." Ucap Monica saat melihat fotonya masih ada.


" Eh.. Tapi kenapa wajah sakti jadi buram begini." Ucap Monica saat melihat fotonya lebih jelas ternyata wajah sakti buram.


" Tapi nggak apa-apa setidaknya bisa di jadikan bukti." Monica tertawa.


Setelah itu Monica pun segera meninggalkan tempat itu dan bergegas pulang.


******


Pukul tujuh pagi sakti bangun dari tidurnya, Dan kaget melihat Haris tidur di sofa yang ada di kamarnya.

__ADS_1


" Haris bangun." Sakti membangunkan Haris.


Haris yang tidurnya merasa terusik akhirnya membuka matanya.


" Pagi sak."


" Pagi juga, Kok Lo ada di sini." Tanya sakti.


" Nanti gue ceritain sekarang gue butuh ke kamar mandi."


" Udah sana."


" Gue pakai kamar mandi di luar aja. Oh iya lupa pinjam baju dong "


Sakti pun membuka lemarinya dan memberikan bajunya ke Haris. Setelah menerima bajunya Haris pun keluar kamar sakti.


Dan sakti pun juga masuk ke kamar mandi. Setelah mandi sakti pun keluar kamar ternyata Haris sedang membuat sarapan.


" Sorry bro, Gue lapar jadi ngambil bahan makanan Lo yang ada di kulkas."


" Iya nggak apa-apa."


" Lo duduk dulu udah gue bikin kopi tuh." ucap Haris dan lanjut membuat sarapan.


" Sarapan sudah jadi silahkan bro." ucap Haris memberikan piring ke sakti.


" Thanks."


" Lo kok bisa di sini sih ris."


Haris pun menceritakan bagaimana dia bisa di apartemennya.


" Astaghfirullahaladzim, Kok Monica tega ya ngelakuin itu."


" Gue minta Lo pura-pura nggak tahu aja, soalnya gue mau menyelidiki latar belakang kenapa Monica melakukan itu."


" Gue nggak nyangka Ris."


" Sama makanya gue cari tahu dulu motifnya. Takutnya ada orang yang mau jatuhin nama besar keluarga Lo melalui Monica."

__ADS_1


" Gue terima kasih banget sama Lo Udah nolongin gue "


" Santai saja kali."


__ADS_2