Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
90.


__ADS_3

Zahra pun naik ke atas untuk memanggil sang kembaran.


Tok...tok ...


ceklek


" Ada apa Ra?." tanya Zafra


" Di tunggu umi sama Abi buat makan malam."


" ya udah ayo."


Mereka berdua pun turun ke lantai bawah dan langsung duduk di meja makan. mereka pun menikmati makan malam tanpa ada yang berbicara.


" Zafra Abi tunggu kami di ruang keluarga." ucap Abi selesai makan.


" Umi Abi kenapa? perasaan zafra nggak punya salah." Tanya Zafra ke uminya.


" Pokoknya ada berita yang bikin kamu senang." sahut Zahra.


Kini Zahra, umi dan Zafra duduk di ruang keluarga bersama Abi.


" Aduh Abi ada apa sih bikin takut aja." gumam Zafra dalam hati


" Zafra gini nak, Ustad Alif tadi kesini dia meminta kamu untuk menjadi pendamping hidupnya. Ka..."


" Abi tapi Zafra kan masih sekolah." potong Zafra.


" Abi, umi dan ustad Alif tahu kamu masih sekolah, Kami nggak meminta kami untuk menikah sekarang. Ustad Alif baru akan menghalalkan kamu setelah kamu lulus kalau kamu menerimanya. Lusa ustad Alif dan keluarganya akan datang kesini untuk melamar kamu. Tapi menurut Kamu Zafra kamu mau menerima ustad Alif atau nggak."


Zafra diam sejenak tapi hatinya bahagia mendengar ustad Alif melamarnya. Akhirnya kegundahan selama ini dia rasakan semenjak obrolan dengan sang kakak yang memberitahukan bahwa ustad Alif sedang menaruh hati pada seorang gadis dan ternyata gadis itu adalah dirinya.


Abi yang melihat binar bahagia Dimata Zafra dirinya juga bahagia. Walaupun dia akan melepas lagi anak perempuannya tapi dia bahagia setidaknya anak perempuannya berada di orang yang tepat lelaki yang Soleh dan bertanggung jawab.


Begitu juga umi, dia sangat bahagia melihat Zafra bisa menemukan pendamping hidup yang, baik, Soleh dan bertanggung jawab.


" Gimana Zafra?." tanya Abi.


" Iya bi."


" Iya apa nak?."

__ADS_1


" Iya zafra mau."


" Kamu yakin nggak mau shalat istikharah dulu." Goda Abi yang memang sudah tahu anaknya juga menaruh hati kepada ustad Alif.


Zafra menarik napas


" Bi kalau boleh jujur Zafra sudah berapa kali shalat istikharah dan jawaban dari istikharah Zafra ya ustad Alif bi." jawab Zafra sambil menunduk malu.


" Ya sudah...."


Omongan Abi terhenti kala ada panggilan telepon masuk. ternyata dari sang anak Khayra dia pun langsung menggeser tombol hijau dan tak lupa di loudspeaker.


" Assalamualaikum nak."


" Walaikum salam Abi, Abi lagi apa?."


" Abi lagi ngobrol sama umi dan adik-adik kamu. kenapa nak?"


" Hallo kakak." celoteh zafra dan Zahra.


" Ustad Alif sudah ke rumah bi "


" Alhamdulillah sudah Nak, dan lusa ustad Alif akan datang ke rumah bersama keluarganya." jelas Abi.


" Kakak mau kemana? apa karena perempuan itu kakak takut kalau kemari dia bakal bikin ulah dan merusak rumah tangga kakak " ucap Zahra.


" Salah satunya itu Kakak nggak mau rumah tangga kakak bermasalah karena dia. Karena kakak melihat dia tipe wanita yang harus memiliki semua yang dia inginkan apapun caranya. Kakak nggak mau soudzon tapi Kakak cuma mau menjaga milik kakak aja."


" Betul kak, tadi juga dia kesini lagi tapi cuma ketemu sama teh Rika, ke rumah kakek dan nenek tapi cuma ketemu sama mbak Euis doang. Kayanya dia belum menyerah kak." ucap Zahra.


" Sudah nak, nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa datang Abi sama umi paham kamu khawatir anak kyai Salman merusak rumah tangga kamu. Memang lebih baik menghindari."


" Iya Abi, Itu yang Kai dan mas Gibran pikirkan, Kai dan mas Gibran melihat Syifa itu tipe wanita yang nekat Mas Gibran takut wanita itu tahu dimana kantor mas Gibran terus mengacau di sana mas Gibran cuma malas menghadapi wanita tersebut dan mas Gibran juga takut dia ke rumah mengancam Kai dan juga Rayyn. Jadi mas Gibran untuk sementara mengajak Kai dan Rayyan untuk menyusul mama sama papa ke jepang. Dan rencananya besok malam kami akan berangkatnya."


" Maaf Abi kalau Gibran pamit sama Abi dan umi hanya lewat telpon. Tapi sungguh Gibran hanya ingin rumah tangga Gibran sama Kai tentram selamanya. Gibran melihat anaknya kyai Salman wanita yang keras kepala, dan wanita yang ambisius. Jadi Gibran memilih untuk membawa keluarga kecil Gibran pergi jauh dulu sampai benar-benar wanita itu tak mengganggu lagi. karena firasat Gibran dia akan meneror Gibran dan keluarga kecil Gibran. Jadi mohon maaf Abi dan umi anak dan cucu umi dan Abi Gibran bawa dulu ke Jepang." ucap ustad Gibran.


" Iya nak, Abi dan umi mengerti ketakutan kamu. Pergilah nak toh di sana juga ada orang tua Gibran juga. Kita di sini tidak keberatan kami paham kekhawatiran kalian. Gibran Abi sama umi titip anak dan cucu kami ya."


" Abi tenang aja tanpa Abi suruh Gibran akan menjaga Kai dan Rayyan."


" Kalian berangkat jam berapa?." tanya umi yang berusaha menahan tangisnya.

__ADS_1


" Tengah malam umi, mungkin jam tujuh atau habis isya kita sudah harus berangkat ke bandara karena jaraknya kan lumayan jauh."


" Ya udah besok umi bikinin Rendang, kentang Mustafa, empal, sama teri Medan pakai kacang."


" Umi memang nggak ke rumah sakit."


" Umi memang cuti seminggu nak, Rencananya mau mengajak pergi kalian tapi ya sudah lah.'


" Maaf ya umi."


" nggak apa-apa nak yang terpenting rumah tangga kalian, ada lagi yang kamu mau nak. biar sekalian umi bikinin."


" Bikini bawang goreng juga umi."


" Iya nanti umi bikinin. ya sudah sudah malam anak kamu juga sudah nangis itu. assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Kami pun mengakhiri telpon karena Rayyan menangis karena sudah ngantuk.


" Sini Daddy, " ustad Gibran pun memberikan Rayhan ke khayra untuk di susui.


" Aduh anak mommy sudah mau tidur ya. yuk mommy kelonin dulu."


" Habis Ray Daddy ya mommy di kelonin." ucap ustad Gibran yang duduk di sebelah Khayra.


" Daddy nya iri sama Ray sayang. biarin aja ya Deddy nggak usah di kelonin."


" Enak aja, Mommy pilih kasih." ucap ustad Gibran sambil mencium Khayra dan juga Rayyan.


" Kamu nggak apa-apa kan nggak menyaksikan Lamaran zafra dengan ustad Alif." tanya ustad Gibran


" Nggak apa-apa kok, nanti aku tinggal minta Zahra untuk Videocall jadi kita bisa menyaksikan langsung walaupun beda tempat. Jadi Daddy tenang aja, mommy nggak masalah yang terpenting rumah tangga kita tentram dan bahagia. Lagian nggak apa-apa semenjak lahiran kan aku belum pernah pergi kemana-mana. Anggap aja ini hiburan buat aku agar nggak stres setelah melahirkan."


" Siapa tahu dengan ke Jepang Rayyan dapat adik." ucap ustad Gibran.


" Mas, Rayyan masih bayi udah mikirin adik buat Ray aja."


" hahaha... sudah sini baby Ray Daddy taruh di box nya." ucap ustad Gibran.


Ustad Gibran pun menaruh baby Rayyan ke box bayi. setelah itu Ustad Gibran kembali naik ketempat tidur lagi. ikut berbaring di sebelah Khayra.

__ADS_1


" Sayang, mas pingin." bisik ustad Gibran.


Khayra hanya bisa mengangguk menyetujui permintaan suaminya. sedangkan ustad Gibran yang sudah mendapatkan lampu hijau langsung segera mengesekusi Khayra karena dia takut Rayyan bangun.


__ADS_2