
Setelah ustad Alif di larikan ke rumah sakit dan pak kyai Ibrahim juga sudah menelpon kyai Salman untuk segera hadir. Dan pak kyai juga sudah memanggil keluarga ustad Alif.
Sedangkan Syifa yang sudah tak berkutik di gelandang ke aula pertemuan. Apalagi saat berjalan dari gudang kosong di parkiran sampai ke aula pertemuan. Banyak santri yang melihatnya rupanya berita langsung cepat menyebar dan para santri langsung berhamburan keluar.
Mereka memandangi Syifa dengan tatapan menjijikkan. Karena mereka sebenarnya lumayan geram dengan kehadirannya yang selalu berkeliaran di lingkungan pesantren. Apalagi selalu saja dia mencari tahu tentang ustad Gibran. Tapi kalau kita jawab nggak tahu, pasti dia akan memaki santri.
Syifa dipersilahkan duduk, sambil menunggu pihak keluarga ustad Alif datang.
" Assalamualaikum." keluarga ustad Alif masuk ke dalam aula
" walaikum salam." jawab semua yang ada di sana.
" Oh ini wanita murahan yang menjebak kak Alif." ucap athar marah dan berjalan menghampiri Syifa.
Gus zaki langsung menahan Athar adik laki-laki ustad Alif agar mendekat ke Syifa. Baru saja Athar di tahan Gus zaki, Shema adik perempuan ustad Alif berlari menghampiri Syifa.
Plak...
" Sebegitunya gak laku Lo, sehingga melakukan hal yang menjijikkan kaya gitu. Anak kyai tapi kelakuan sampah." maki Shema.
" Shema, Athar." panggil kyai Ibrahim lembut.
" Maaf Abah yai." ucap Athar dan Shema.
Shema langsung di peluk sama umi menjauh dari Syifa.
" Cuih..Tadi aja sok berani sekarang aja menciut, gue nggak takut ya sama Lo. Bahkan yang ada disini nggak ada yang berani sama gue. Apalagi Kakek tua ini dia takut sama gue makanya dia nggak bisa ngusir gue dari sini. hahaha." teriak Syifa sambil menunjuk kyai Ibrahim.
Hampir saja semua tersulut emosi dengan omongan Syifa. Beruntung kyai Ibrahim menyuruh mereka untuk tetap tenang.
Tapi berbeda dengan Syifa dia makin jumawa karena mereka langsung diam saat kyai Ibrahim menyuruh mereka tenang. Syifa berkeyakinan kyai Ibrahim akan melepaskan dia karena nggak berani dengan Abi nya.
__ADS_1
Kyai Ibrahim menghampiri keluarga ustad Alif.
" Saya akan mengembalikan kepada keluarga ustad Alif maunya bagaimana? dan saya juga sudah menelpon keluarganya untuk datang kesini secepatnya. karena mereka jauh kemungkinan besok baru sampai. Jadi besok kita.."
" Baiklah kalau saya nggak boleh menghabisi wanita ini. Izinin saya abah yai untuk melaporkan dia ke pihak yang berwajib." Ucap athar adiknya ustad Alif tegas matanya menyorot tajam ke Syifa.
" Apa nggak bisa di bicarakan baik-baik. " Ucap abi lembut walaupun dalam hati abi cukup marah dengan syifa. Karena kelakuannya kemarin mantunya beruntung Gibran cepat mengambil tindakan.
Sekarang calon menantunya hampir saja syifa berhasil menjalankan kelicikannya. Dan sudah pasti betapa hancurnya Zafra kalau itu terjadi. Tapi Abi merasa nggak enak dengan kyai Salman.
" Mau wanita itu habis di tangan saya atau biarkan saya melaporkan kejahatannya." ucap athar berapi-api.
" Silahkan nak kalau memang itu yang terbaik silahkan telpon polisi." ucap Kyai Ibrahim yang tahu sifat Athar yang nekat apalagi menyangkut keluarganya.
Dan kyai Ibrahim nggak mau Athar sampai mengotori tangannya. walau bagaimanapun Syifa sudah cukup membuat kekacauan yang ada.
Setelah mendapatkan izin dari kyai Ibrahim, maka Abi pun menelpon pihak kepolisian. Tak berapa lama polisi pun datang dan menangkap Syifa dengan bukti-bukti yang ada.
" Lepasin..." teriaknya.
Abi, ustad agung, Athar dan berapa saksi yang melihat kejadian itu pergi ke kantor polisi. Sedangkan ibu dan adik perempuan ustad Alif diantar oleh Gus Zaki ke rumah sakit.
Dua perawat mendorong drankar ustad Alif menuju ruang rawat VIP. Zafra langsung menghampiri drankar ustad Alif . Air mata zafra terus mengalir melihat kekasih hatinya tak berdaya.
Nadifa yang melihat sepupunya cukup bersedih menarik Zafra dalam pelukannya. dan berjalan mengikuti drankar ustad Alif.
Sampai di ruang rawat Zafra duduk di samping drankar ustad Alif. Hati Zafra cukup terluka melihat ustad Alif lemah dan tak berdaya.
Tak lama ibu dan adiknya ustad Alif datang. Zafra mencium tangan calon mertuanya dan mempersilakan ibunya ustad Alif untuk duduk di bangku yang tadi Zafra duduki.
'" Ya Allah nak, kenapa bisa jadi begini?." ucap ibu ustad alif sambil memegang wajah ustad Alif.
__ADS_1
" Ustad Alif nggak apa-apa Bu Nuri, memang di buat tidur untuk menghilangkan obat yang ada di dalam tubuhnya. setelah berapa jam ustad Alif juga akan bangun. Jadi ibu tenang aja." ucap om Zidan.
" Syukurlah Gus kalau nggak ada apa-apa." terlihat kelegaan dalam diri Bu Nuri saat tahu anaknya nggak kenapa-kenapa.
" Athar mana Bu?." tanya om Zidan.
" Athar, sama mas Azam , ustad Agung dan santri yang memergoki tadi pergi ke kantor polisi. Athar memutuskan untuk melaporkan ke polisi.' ucap Gus Zaki.
Om Zidan hanya mengangguk saja.
" Zafra kita pulang dulu ya, kan sudah ada ibu dan shema di sini. besok kita kesini lagi." ucap Tante Mala.
'" Iya nak pulanglah dulu, umi pasti khawatir. Besok nggak apa-apa ke sini lagi. sebentar lagi juga Athar datang." ucap Bu Nuri lembut.
" Baiklah tapi sebelumnya om Zaki bisa antar Zafra dulu ke depan sebentar."
Gus Zaki pun mengangguk.
Akhirnya Gus zaki mengantar Zafra keluar.
" Kita mau kemana fra." tanya Gus zaki.
" ke minimarket depan om, membelikan Minum dan juga berapa barang."
mereka pun memasuki minimarket dua puluh empat jam milik om Zidan dan kakaknya. Zafra pun langsung mengambilkan tissu, tissu basah, peralatan mandi, handuk, air mineral, minuman dan juga cemilan takut mereka iseng mau ngemil. Setelah membayar ke kasir mereka pun kembali ke ruangan ustad Alif
" ibu, shema. Zafra udah beliin minuman dan makanan kalau nanti malam takut lapar. Sekarang Zafra pulang dulu besok Zafra ke sini lagi." pamit Zafra mencium tangan Bu Nuri.
" Shena nanti kalau kak Alif sudah sadar langsung chat aku ya." ucap Zafra.
" Iya nanti aku chat."
__ADS_1