Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
187.


__ADS_3

Rumah opa Hiro pagi ini sangat ramai karena kedatangan keluarga besar al-Fatir. Dan mereka sedang menikmati sarapan mereka pagi ini.


Selesai sarapan mereka semua berkumpul melepas rindu. Sedangkan anak-anak sudah bermain di halaman belakang.


" Nak kamu sudah bilang ke Sakti kita di sini." Ucap mama.


" Belum mah, sengaja nggak bilang nanti sore khayra Sama mas Gibran mau ke sana mau sidak apartemen anak bujang." jawab Khayra.


" Pasti dia ngomel kalian nggak bilang kalau ada di sini. padahal setiap hari pasti dia telpon kamu Kai." ucap mama.


Khayra hanya nyengir saja.


" Kamu Gita sudah telpon Maura kalau kita di sini." Maura anaknya kak Gita sama dia juga tinggal di Amerika.


" Sudah mah, nanti pulang kerja dia ke sini."


" Satu cucuku malah di bawa kabur suaminya jadi tetap nggak komplit deh personilnya." ucap mama


" Belum pulang Dania." tanya opa Hiro


" Dania nyusul mah, lagi di perjalanan neneknya Khalid sudah lebih baik. Mungkin memang sudah nggak sabar pengin ketemu cucu mantu." ucap Khayra.


" Serius kamu Kai."


" Serius mah, Dua hari lagi kan ulang tahun pernikahan mama dan papa. Mas Gibran minta Khalid bawa Dania dulu ke sini nanti mau balik lagi ke Kairo terserah nanti malam mereka sampai "


Wajah mama mertuanya Khayra langsung berseri bahagia.


" Terima kasih ya kalian sangat ngertiin mama."


" Mas Gibran tahu kenapa mama ngajakin ke sini karena sahabat mama nggak bisa datang ke ulang tahun pernikahan mama karena sakit. Makanya mama kesini kan."


Sang mama mertua punya sahabat dekat yang memang saat ini tinggal di Amerika. Dan kebetulan suaminya itu sahabat papa juga. bahkan tanggal pernikahan mereka juga sama hanya sahabat mereka lebih dulu menikah baru dua tahun berikutnya mama dan papa.


Dan mereka selalu merayakan ulang tahun pernikahan bersama. Harusnya giliran di tempat mama dan papa. Tapi tiba-tiba sahabat mama sakit dan tidak bisa pergi jauh. Makanya mama langsung meminta semuanya untuk berangkat ke Amerika.


***


Siangnya Khayra pun pergi bersama Keiko saja. Mereka diantar oleh supir ke sana dan di sepanjang perjalanan mereka asik ngobrol.


Sampai restoran ternyata masih ramai padahal jam makan siang sudah selesai.


" Masih ramai juga." ucap Khayra sambil pandangannya menyisiri seluruh restoran milik Keiko.


" Kalau jam segini biasanya anak kampus Kai yang pada makan."


" Oh iya."

__ADS_1


Tak lama khayra mendengar ada yang memanggil dan suaranya amat Khayra kenal.


" Mommy " Panggil Sakti yang saat itu sedang makan bersama teman-temannya.


Khayra mencari sumber suara yang memanggil ternyata sang putra yang memanggil.


Sakti menghampiri Mommy nya lalu memeluknya.


" Assalamualaikum Mom, kapan sampai?.'


" Walaikum salam, semalam sampai baru nanti sore mau ke apartemen kamu sama Deddy. Eh malah ketemu di sini."


" Mommy sama Deddy juga."


" Nggak, sama Oma, opa, om dan Tante kamu juga adik-adik kamu. Dania sama Khalid nanti malam sampai "


" Terus nggak ada yang ngasih tahu Sakti gitu."


" Udah nggak usah protes Tante kamu berdiri disini nggak di sapa. Di kira Tante ini patung kali " omel Keiko.


" Hehehe... Maaf Tan." ucap Sakti mencium tangan tantenya.


" Mom, Tan ..aku kenalin ke teman-teman aku." Ajak Sakti menghampiri teman-temannya.


"Semuanya kenalin ini Mommy aku dan yang ini Tante aku." Ucap Sakti memperkenalkan Mommy dan tantenya.


" Mom...Tan... kenalin ini namanya Fernando, Haris, Kevin, Anthony, Luna, Monica dan Gabby."


" Hallo juga." sapa Khayra dan Keiko.


" Ya sudah kalian lanjutin aja makannya, Kami permisi dulu." ucap Khayra.


" Nggak gabung aja Tan." ucap Fernando.


" Mommy mau kemana emang perasaan baru datang." tanya Sakti.


" Mau ke ruangan Tante kamu."


" Oh iya kalian makan aja sepuasnya dan kalian nggak usah bayar." ucap Khayra ke teman-temannya Sakti.


" Serius Tante gratis." Ucap Kevin.


" Iya kata owner nya gratis." tunjuk Khayra ke Keiko.


Keiko hanya mengangguk.


" Terima kasih Tan." ucap mereka semua.

__ADS_1


" Kalau gitu kami permisi." pamit Khayra dan Keiko.


" Mas Sakti kalau sudah pulang kuliah langsung ke rumah opa Hiro." ucap Khayra sebelum benar-benar pergi ke ruangan Keiko.


***


" Sakti itu Mommy kamu?." Tanya Gabby.


" Iya "


" Serius, Mommy kamu masih muda begitu, cantik, lembut, baik lagi."


" Iya awet muda ya." timpal luna


" Memang masih muda kali, anak kandungnya baru kelas dua SMP."


" Maksudnya." ucap Gabby.


" Aku cuma anak angkat mereka, saat orang tuaku meninggal aku sama adik aku diangkat jadi anaknya."


" Tapi kaya bukan anak angkat dari cara interaksi Mommy kamu dengan kamu." ucap Luna.


" Mommy sama Deddy nggak pernah membedakan antara aku dan anak kandungnya."


" Orang tua kamu pasti luar biasa."


Sakti hanya mengangguk.


***


Di dalam ruangan Keiko, Khayra duduk di kursi di hadapan Keiko.


" Kai kamu tadi lihat perempuan yang pakai baju biru " ucap Keiko.


" Iya.."


" Perempuan itu hampir membuat Sakti celaka."


" Apa... terus Sakti kenapa masih berteman dengan dia."


" Sengaja karena anak kamu mau mencari tahu apa motif wanita itu "


" Astaghfirullahaladzim, Jadi belum tahu kenapa wanita itu jahat sama sakti gitu."


" Iya..."


" Memang apa yang wanita itu lakuin sampai bisa mencoba mencelakai Sakti."

__ADS_1


Keiko pun menceritakan kejadian itu kepada Khayra. Khayra langsung marah dan mau menghampiri wanita itu tapi di tahan oleh Keiko.


__ADS_2