
Keluarga Khalid sampai di Indonesia dan mereka menginap di hotel. Khalid Tidak bisa menjemput karena dirinya harus merekap nilai untuk raport.
Dan setelah semuanya beres Khalid pun langsung menemui keluarganya di hotel. Setelah melepas kangen .
" Umi Khalid harus beli apa aja buat bawaan ke rumah Dania." Tanya Khalid
" Beli Gelang, Kalung, Kue sama buah aja dek, Ya kan nggak tahu kalau tiba-tiba kamu di tolak." Ucap Arsyila kakak perempuannya Khalid.
" Astaghfirullahaladzim kak jangan gitu dong." Ucap Khalid kesal.
" Sudah, Ayo Khalid temani umi ke mall."
Khalid pun menemani umi dan kakaknya ke mall untuk membeli barang yang akan di bawa ke rumah Dania.
Setelah mendapatkan barang yang di perlukan untuk acara lamaran besok. Mereka pun kembali ke hotel tempat mereka menginap menyiapkan keperluan untuk besok.
******
Sedangkan sore Harinya Dania dan Rayyan di antar oleh Nenek dan Kakeknya. Nenek dan kakeknya akan menginap di rumah Khayra.
Dan malam ini suasana di rumah orang tua ustad Gibran ramai. Walaupun tambahannya hanya anaknya mas Iqbal serta anak bungsunya kak Gita yaitu Miko.
Padahal Miko, Rayyan, Faris yang satu tipe sama-sama kaku, Dingin dan datar lebih memilih untuk bermain PS di kamar Rayyan. Zafran pun memilih ikut dengan mereka. Zafran itu perpaduan antara Rayyan dan juga Zafira.
Walaupun begitu rumah cukup berisik karena ada dua bocah yang sangat cerewet. Siapa lagi kalau bukan Zafira dan juga Zifa anaknya mas Iqbal dan Michiko yang bungsu.
Karena waktu semakin malam semuanya memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing.
Sedangkan Khayra akan pergi ke kamar Dania. Tapi sebelumnya dia mengantarkan kopi terlebih dahulu untuk suaminya. Ustad Gibran masih Harus mengerjakan pekerjaannya karena besok sudah di pastikan di tidak akan ke kantor.
Tok...tok...tok
" Masuk aja nggak di kunci " Suara Dania dari dalam kamar.
Khayra pun membuka pintu kamar Dania
__ADS_1
" Mommy ganggu?." Tanya Khayra sebelum melangkah masuk kedalam kamar Dania.
" Nggak Mom,"
Khayra pun menghampiri putrinya dan duduk di ranjang berhadapan dengan Dania.
" Bagaimana sudah ada keputusan?." Tanya Khayra.
" Insyaallah sudah Mom. Ustad Khalid laki-laki Soleh insyaallah bisa membimbing Dania dan juga imam yang baik untuk Dania." Ucap Dania sambil tersenyum ke Khayra.
" Tapi Mom, Dania bingung bilangnya kalau Dania masih ingin jadi dokter."
" Bicarakan besok begitu kamu menerima Khitbahnya Khalid. Bilang kalau kamu masih ingin melanjutkan kuliah dan ingin menjadi seorang dokter."
" Iya Mom, Tapi nanti Mommy bantuin ngomong ya."
" Iya sayang, Mommy tinggal ya jangan tidur malam-malam."
" Iya mom."
******
Zafra dan keluarganya, Zahra dan keluarganya, Tante Aisyah dan Keluarganya, Om zidan dan keluarganya serta Nadifa dan keluarganya.
pukul sepuluh pagi rombongan keluarga Khalid pun tiba-tiba. Kami pun menyambut dan mempersilahkan tamu untuk duduk. Dan mereka pun berbincang sebentar.
" Baiklah kita mulai saja Sebelumnya saya berterima kasih karena sudah di terima baik oleh Nak Gibran dan keluarga. Kedatangan kami kesini melanjutkan atas kedatangan putra saya berapa hari yang lalu. Dan sekarang saya Secara resmi Saya ingin mengkhitbah Ananda Dania untuk anak saya Khalid. Apakah Ananda mau menerima lamaran Khalid." Ucap Rasyid.
" Saya juga berterima kasih om Rasyid sudah mau datang ke sini. Tapi untuk itu sendiri saya serahkan ke Dania sendiri. Apakah dia mau menerima lamaran nak Khalid? Ayo Dania di jawab?." ucap Ustad Gibran.
Khayra mengelus punggung Dania supaya anaknya bisa lebih tenang dan tidak gugup.
" Bismillahirrahmanirrahim, Sebelum Dania menjawab boleh Dania bertanya sama ustad Khalid." Ucap Dania sedikit bergetar karena gugup.
" Silahkan dek Dania mau tanya apa."
__ADS_1
" Apakah saya masih boleh kuliah dan mengejar cita-cita Saya untuk menjadi dokter. "
" Insyaallah saya mengizinkan untuk kamu melanjutkan kuliah dan juga mengizinkan kamu untuk menjadi seorang dokter. Saya nggak mau dengan menikah dengan saya justru menghambat cita-cita kamu."
" Terima kasih." Ada kelegaan di hati Dania.
" Terus jawaban apa?." tanya ustad Gibran.
" Iya Dania menerima Lamaran ustad Khalid."
" Alhamdulillah." ucap semua yang ada di sana.
Khalid bernafas lega karena Dania menerima lamarannya.
" Tapi maaf sebelumnya ada yang mau saya bicarakan." Ucap Rasyid.
" silahkan om."
" Sebelumnya terima kasih karena Dania sudah mau menerima lamaran anak om. Tapi untuk bicara soal pernikahan, Saya boleh minta untuk acara pernikahannya bisa di percepat. Selain saya tidak bisa lama-lama di sini, Dan Ada sesuatu yang mengharuskan saya kembali secepatnya.
Umi Saya neneknya Khalid Tadi pagi saya mendapatkan telpon. Kalau beliau dilarikan ke rumah sakit dan harus masuk ICU." Ucap Rasyid sedih.
" Bagaimana Dania apakah kamu bersedia menikah dengan Khalid besok." Ucap ustad Gibran yang langsung membuat semua keluarganya kaget.
" Kita nggak mungkin menahan om Rasyid lebih lama. Gibran rasa besok adalah waktu yang tepat. Yang terpenting kan akad nikah nya lagi pula Dania masih sekolah dan nggak mungkin kita mengadakan resepsi." Ujar ustad Gibran yang tahu semua keluarganya kaget dengan ke putusannya.
" Walaupun hanya akad nikah tapi kita harus menyiapkan semuanya. Lagi pula wali nikah Dania sendiri ada di luar negeri." Protes khayra.
" Ya sudah bagaimana kalau besok malah cukup kan buat nyiapin semuanya. Dan untuk Sakti, Habis ini saya langsung telpon Sakti untuk pulang ke sini saat ini juga. Sudah bereskan." ucap ustad Gibran
Khayra pun tidak bisa protes pada suaminya.
' Dania kamu mau kan menikah dengan Khalid besok." tanya ustad Gibran.
" Iya Ded."
__ADS_1
" Oh iya untuk surat-surat ke KUA biar orang saya yang akan ngurus. Dan kamu Khalid setelah menikah besok ikutlah pulang dengan Keluarga kamu dan ajak Juga Dania ke sana. Siapa tahu dengan kehadiran Dania nanti yang sudah jadi istri kamu. Bisa membuat Nenek kamu sembuh. Kalau untuk sekolah Dania hanya tinggal ambil Raport hari Sabtu kan Jadi kamu bisa bebas membawanya."
Akhirnya di Putuskan kalau besok malam Acara akad nikah Dania dan Khalid diadakan.