Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek

Bertemu Jodoh Di Pesantren Kakek
215. cucu laki-laki


__ADS_3

Sampai di rumah sakit ternyata dokter rindi dan berapa perawat sudah menunggu.


Dania pun di bawa ke IGD untuk di periksa terlebih dahulu. sedangkan Khayra memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu Khayra pun menyusul anak dan menantunya tapi sebelumnya Khayra memberi kabar suami, Sakti dan juga keluarga besar Al Fatir.


Saat akan ke IGD Khayra ketemu dengan sang adik yaitu Zahra yang sudah mendapat kabar bahwa keponakannya akan melahirkan.


" Kak Kai." Panggil Zahra.


Khayra pun menghentikan langkahnya saat mendengar ada yang memanggil.


" Kak gimana Dania?." Tanya Zahra begitu sudah berada di depan sang kakak.


" Kakak belum tahu ini kakak mau ke sana."


" Ya udah yuk." Ajak Zahra.


Sampai di IGD ternyata Dania sudah pembukaan delapan, Dania pun di pindahkan ke ruangan bersalin.


" Mommy, Dania takut Mom." Ucap Dania yang semakin mengeratkan genggaman tangannya.


" Jangan takut sayang Mommy yakin kamu pasti bisa." kata Khayra lembut.


" Tapi Dania takut kalau Dania nggak sanggup Mom."


" Hush... Nggak boleh ngomong begitu memang kamu nggak mau lihat dan merawat anak kamu. Mommy yakin kamu akan melahirkan buah hati kamu dengan lancar ibu dan bayi nya selamat."


" Tapi Mommy temani Dania kan."


" Khalid yang akan menemani kamu, Agar Khalid juga tahu betapa besarnya perjuangan kamu melahirkan buah cinta kalian. Mommy akan menunggu di luar dan akan terus mendoakan kamu." ucap Khayra menenangkan Dania.


" Dania minta maaf ya Mom, Kalau Dania ada salah selama ini."


" Iya sayang Mommy akan selalu memaafkan semua kesalahan anak-anak Mommy."


" Permisi kita cek lagi ya." Kata dokter Rindi


dokter Rindi pun langsung memeriksa Dania apakah sudah bertambah.


" Alhamdulillah pembukaan sudah lengkap, Suster siapkan semuanya " Ucap Rindi.


" Nak Dania sudah siap." Tanya dokter Rindi yang di anggukin oleh Dania


" Sayang kamu pasti kuat sebentar lagi dia ada di tengah-tengah kita." Ucap Khalid menguatkan sang istri.

__ADS_1


Khayra pun keluar saat pembukaan Dania sudah lengkap biar Khalid yang menemani Dania.


" Gimana kak?." tanya Zahra melihat kakaknya keluar dari ruang bersalin.


" Pembukaannya sudah lengkap tinggal nunggu proses kelahirannya saja " jawab Khayra.


Tak lama datang umi, Abi, Zafra, dokter Fachri, Oma dan opa.


" Gimana Dania ?." Tanya umi.


" Masih di dalam."


Oeeeek... oeeeek


Suara tangisan bayi terdengar menandakan Dania sudah melahirkan anaknya.


" Alhamdulillah..." Ucap mereka semua begitu mendengar suara tangisan bayi.


Mereka semua mengucapkan selamat ke Khayra karena telah menjadi Oma. Sedangkan Khayra sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


umi dan Abi serta mama dan papa mereka saling mengucapkan selamat atas kelahiran cicit mereka.


Semua langsung melihat kearah pintu saat Khalid keluar dari ruang persalinan dengan kondisi yang sudah acak-acakan.


" Alhamdulillah Mom Dania sudah melahirkan baby boy. Dan Dania serta baby boy sehat-sehat dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat."


" Alhamdulillah selamat ya nak, sekarang tanggung jawab kamu bertambah."


" Iya Mom "


Khalid juga mendapatkan ucapan selamat dari yang lainnya.


Tak lama Dania pun di pindahkan ke ruang rawat yang sudah di siapkan.


" Selamat ya sayang sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu." Ucap Dania mengucapkan selamat kepada sang putri.


" Hiks..hiks maafin Dania ya Mom kalau Dania suka membantah Mommy. Walaupun Mommy bukan Mommy kandung Dania tapi Dania tahu betapa beratnya Mommy membesarkan Dania dan mas Sakti." Ucap Dania sambil menangis.


" Itu sudah tanggung jawab Mommy dan Deddy begitu kami mengadopsi kamu dan Sakti Mommy juga harus siap memberikan kasih sayang Mommy dengan porsi yang sama dengan anak kandung kami. Karena kamu dan sakti adalah amanat yang harus kami jaga." kata Khayra sambil menghapus air mata Dania.


Ceklek


" Assalamualaikum..." Ustad Gibran pun masuk dan menyapa semua yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


" Walaikum salam."


" Selamat ya Khalid sekarang kamu punya tanggung jawab lebih." ucap ustad Gibran memeluk sang menantu.


" Terima kasih Ded."


" selamat ya nak sekarang sudah menjadi ibu." ucap ustad Gibran ke putri sulungnya.


" Terima kasih Ded."


" Sudah jangan nangis kamu harus bahagia agar bayi kamu juga tenang." Ucap ustad Gibran yang menghapus air mata Dania.


" Mana cucu aku." Tanya ustad Gibran.


" Sebentar lagi di bawa ke sini " Jawab Khayra .


Benar saja tak lama baby boy datang di bawa oleh suster.


" Bu Dania ini bayi nya, tolong di susui dulu." Ucap suster sambil memberikan baby boy ke Dania.


" Terima kasih sus." Jawab Dania ketika baby boy sudah berada di gendongan Dania.


" Sama-sama, Kalau begitu saya permisi dulu." suster pun pergi meninggalkan ruangan rawat Dania.


Karena Dania ingin memberikan asi untuk anaknya Khayra pun langsung menarik hordeng agar Dania nyaman menyusui bayinya


" Keluar sayang ASI nya?." Tanya Khayra


" Keluar Mom, Tapi sakit Mom." keluh Dania.


" karena masih awal nanti juga nggak akan sakit kok."


" Nanti nyusui nya gantian sana sebelahnya."


" Maksud Mommy Abang."


" Astaga bukan sayang Khalid mah harus puasa empat puluh hari. Maksud Mommy jangan yang kiri aja gantian sama yang kanan juga."


" Kira in."


" Udah kalian fokus aja sama baby boy dulu jangan bikin adik buat baby boy, Selesai kan kuliah kamu Dania. Walaupun nantinya kamu hanya jadi ibu rumah tangga tapi setidaknya ilmu kamu suatu saat nanti akan terpakai "


" Iya Mom."

__ADS_1


__ADS_2