
Semua bengong mendengar ucapan kyai Salman. Begitu juga Khayra yang Langsung menatap sang suami. Suasana hening keluarga Khayra syok dengan apa yang di sampaikan kyai Salman.
" Maaf Lo saya nggak bilang terlebih dahulu jadi nggak enak. Maksud saya biar pertemanan kita makin erat." ucap kyai Salman yang tahu kami semua kaget.
" Maaf kyai Salman maaf sekali lagi tapi yang kyai Salman maksud itu nak Gibran." ucap Kakek.
" Iya betul pak kyai."
Abi mencoba mengambil nafas lalu mengembuskan perlahan.
" Maaf pak kyai mungkin saya yang salah memperkenalkan Gibran ke pak kyai. Gibran memang anak saya tapi anak mantu. Gibran ini suami dari putri saya khayra." Pak kyai Salman keluarganya kaget.
" Maaf sekali lagi kalau anak saya sedang tidak ada di sini dia tinggal di Australia. Dan lagi pula mengurangi rasa hormat saya ke pak kyai anak saya yang pertama juga sedang bertaaruf dengan seseorang jadi nggak mungkin juga saya menjodohkan dengan anaknya pak kyai." lanjut Abi yang merasa tak enak terhadap pak kyai.
" Kalau begitu saya minta maaf kepada semuanya terutama kepada nak Gibran dan nak Khayra."
" Nggak apa-apa pak kyai kan pak kyai nggak tahu."
"Abi gimana sih? pokok Syifa tetep mau melanjutkan perjodohan ini sama Gus Gibran." ucap Syifa dengan nada tinggi.
Sontak semua tercengang dengan apa yang di katakan Syifa.
" Nak kamu sudah dengar Gus gibran itu sudah beristri." ucap kyai Salman.
' Pokoknya Syifa mau sama Gus Gibran nggak apa-apa jadi madunya juga." ucap Syifa santai.
" Syifa jaga bicaramu." bentak kyai Salman.
Sedangkan Khayra kesal minta ampun dengan Syifa anaknya kyai Salman. Khayra masih menghargai keluarganya, kalau tidak Khayra sudah menampar pipi perempuan itu. Ustad Gibran yang tahu istrinya sedang emosi, Ustad Gibran langsung menggenggam tangan Khayra.
__ADS_1
Genggaman tangan suaminya membuat Khayra sedikit tenang.
" Abi, Abi kan yang awalnya minta Syifa supaya mau di jodohkan sekarang Syifa mau kenapa Abi jadi nggak mau menjodohkan syifa.' ucap Syifa
" Tapi kamu dengar sendiri kan Gus Gibran sudah menikah bahkan sudah punya anak."
" Ya terus kenapa Syifa mau kok jadi madunya. Toh laki-laki kan nggak apa-apa kalau punya istri lebih dari satu."
"Iya Syifa tapi masalahnya Gus Gibran mau tidak terus Istrinya mau tidak di madu." jelas kyai Salman.
" Ya kalau istrinya nggak mau yang ceraikan saja gitu aja susah." Ucap Syifa tanpa rasa malu.
" Syifa..." Ucap kyai Salman meninggi sedangkan istri kyai salman dan anak laki-lakinya kaya bisa tertunduk malu.
" Oh iya kamu saya lupa nama kamu. Harus nya kamu jangan egois biarkan Gus Gibran menikah lagi dengan saya. Kamu itu masih anak bocah bisa apa?" ucap Syifa.
Khayra melihat suaminya sudah ingin bicara tapi khayra menatap suaminya untuk tetap diam begitu pula ke semua keluarganya untuk tetap diam. Khayra harus membalas perkataan Syifa dengan elegan supaya dia tahu yang bocah siapa.
" Maaf mbak Syifa dan juga keluarga pak kyai. Benar kata mbak Syifa laki-laki memang tidak dilarang untuk memiliki istri lebih dari satu. Mungkin mbak Syifa bisa berbagi suami dengan yang lain.' khayra menjedah omongannya khayra melihat mbak Syifa tersenyum kemenangan. setelah itu khayra melanjutkan omongannya
" Tapi tidak dengan saya mbak. Kalau suami saya berniat menikah lagi silahkan kembalikan saya kepada orang tua saya."
" Tapi kamu nggak boleh begitu, kasihkan kalau suami kamu memang mau menikah lagi." potong Syifa tak mau kalah.
" Baik saya tanya ke suami saya, mas apakah mas berencana berpoligami? dan apakah mas mau menduakan aku dengan wanita itu." tanya Khayra tegas.
" Sama sekali mas nggak ada niatan untuk berpoligami mas itu cinta sama mau dan mas mau hidup sama kamu sampai ajal menjemput. Dan demi Allah mas nggak akan pernah menduakan kamu." ucap ustad Gibran sambil mengelus kepala Khayra.
" Dan mohon maaf pak kyai bukan saya bermaksud tak sopan. Tolong pak Kyai di nasehati anaknya, dan untuk kamu." untuk ustad Gibran. " Saya nggak mengenal kamu siapa tiba-tiba mau di jodohkan dengan saya dan minta di jadikan yang kedua. Dengarkan saya baik-baik kalau kamu memang perempuan baik-baik. Saya tidak akan menduakan istri saya sampai kapan pun!. Jadi saya harap kamu jangan pernah lagi mengganggu atau muncul di hadapan saya dan juga keluarga saya. Karena kalau sampai kamu merusak rumah tangga saya jangan salahkan saya akan membaut kamu hancur." ucap ustad Gibran dingin.
__ADS_1
" Maaf sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kalau begitu saya pamit pulang." ucap kyai Salman.
" Abi Syifa nggak mau pulang sebelum nikah dengan Gus Gibran."
" Syifa kamu bisa di bilangin nggak sih kalau Gus Gibran sudah menikah." kali ini umi Jamila yang berbicara dengan nada tinggi.
" Pokoknya aku bakal ke sini lagi besok dan tinggal di sini." ucap Syifa. sebelum di seret pergi oleh kyai Salman.
Semua yang ada di sana hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Sayang kamu percayakan sama mas kalau mas itu nggak akan ninggalin kamu apalagi menduakan kamu." ucap ustad Gibran memeluk Khayra.
" Iya Kai percaya kok sama mas."
" Maaf ya Gibran, Kai. Gara-gara tamu kakek jadi kaya gini. Demi Allah kakek nggak tahu kalau Kyai Salman itu berniat menjodohkan anaknya.'
" Nggak apa-apa kek. Bukan salah kakek kok wanita itu aja yang tak punya sopan santun dan juga gak punya harga diri.' ucap Khayra
' Oh iya, Kalian nginap di sini berapa lama." tanya Tante Mala.
' Rencananya seminggu."
" Maaf sebelumnya bukannya aku nggak suka Kai ada disini tapi kalau melihat tadi gimana ngototnya Syifa. Mala rasa dia bakal balik lagi sampai keinginannya terkabul. kalau saya bilang lebih baik Kai dan Gibran jangan ada dulu di pesantren ini dalam waktu dekat ini." jelas Tante Mala.
" Kakek setuju, kakek bukan mau menjelekan anak teman kakek. walaupun bukan Gibran yang dia inginkan tapi Iqbal kakek juga nggak mungkin membiarkan cucu kakek menikah wanita yang akhlaknya kurang baik." ujar kakek.
" maksud kakek."
" Kakek pernah melihat Syifa itu masuk ke club malam saat kakek habis pulang tabligh Akbar di Kalimantan. Saat itu kakek kebetulan satu mobil dengan kyai Anshori dan kyai Musa. Kyai Musa itu masih kerabat kyai Salman dan kyai Musa kaget melihat Syifa itu turun dari mobilnya terus dia masuk ke dalam toilet umum dan berganti baju dengan baju minim. Kyai Musa sangat malu kala itu dan kemudian dia cerita bingung cara menasehati Syifa karena dia hanya pakai pakaian syar'i saat di rumah dan kalau sedang kumpul keluarga. tapi kalau sudah keluar rumah dia kan berpakaian terbuka." jelas kakek.
__ADS_1